Golkar Bakal Tercoreng Jika Setya Novanto Jadi Ketum

Madinah, Agung Sandy Lesmana

Minggu, 08 Mei 2016 | 15:16 WIB
Golkar Bakal Tercoreng Jika Setya Novanto Jadi Ketum
Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, usai menjalani pemeriksaan untuk pertama kalinya di Kejaksaan Agung RI, Kamis (4/2/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Terseretnya nama mantan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi 'Papa Minta Saham' PT Freeport diduga kuat berujung merosotnya citra Partai Golkar di mata masyarakat. Hal ini disampaikan Barisan Pemuda-Mahasiswa (BPM) NTT Peduli Golkar menyusul nama Novanto masuk dalam calon ketua umum Partai Golkar.

"Keterlibatan Setya Novanto (SN) dalam skandal illegal mega proyek PT. Freeport tidak hanya menyeret citra institusi DPR, melainkan juga reputasi dan preseden negatif terhadap Partai Golkar yang merupakan salah satu pilar demokrasi dalam sejarah bangsa ini," kata Ketua BPM NTT Peduli Golkar Guche Montero saat menggelar konferensi pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/5/2016).

Selain menyoalkan soal kasus yang melibatkan Setya Novanto, Guche juga menyayangkan tindakan Novanto terkait pertemuannya dengan calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa waktu lalu. Dia sendiri menilai pertemuan tersebut tidak pantas dilakukan seorang pimpinan DPR lantaran dianggap telah menyalahi etika anggota dewan.

"Catatan tidak wajar dan kontroversial dari seorang pejabat publik juga pejabat parpol kembali dilakukan Setya Novanto ketika melakukan pertemuan eksklusif dengan calon Presiden AS, Donald Trump," kata dia.

Menurutnya, meski telah mengundurkan diri sebagai Ketua DPR, sakit hati masyarakat belum pulih. Pasalnya, kata dia, budaya korupsi masih melekat di lingkungan anggota dewan.

"Pilihan untuk mengundurkan diri dari posisi sebagai Ketua DPR RI tidak serta-merta memulihkan citra perilaku koruptif," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Unggul Secara Finansial, Setnov Masih Harus Penuhi 3 Faktor Lain

Unggul Secara Finansial, Setnov Masih Harus Penuhi 3 Faktor Lain

News | Sabtu, 07 Mei 2016 | 17:21 WIB

Ini Jurus Setya Novanto untuk Dongkrak Suara Partai Golkar

Ini Jurus Setya Novanto untuk Dongkrak Suara Partai Golkar

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 18:56 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×