Penjual Kaos 'Palu Arit' Blok M Dibebaskan Polisi

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 09 Mei 2016 | 17:24 WIB
Penjual Kaos 'Palu Arit' Blok M Dibebaskan Polisi
Ilustrasi menolak kebangkitan PKI. (Antara)

Suara.com - Polisi membebaskan pemilik kios bernama Mahdi Ismed dan karyawannya bernama Anggi yang menjual kaos band Kreator berlambang palu arit. Kios mereka di Blok M Mall.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan keduanya dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan intensif.

"Karena ini masih terlalu dini mereka kita periksa 1x24 jam dan siang ini sudah kita keluarkan kembali," kata Awi di Polda Metro Jaya, Senin (9/6/2016).

Dikatakan Awi jika Mahdi memang telah mengcopy gambar cover album band kreator yang berlogo mirip Partai Komunis Indonesia (PKI) dari media sosial untuk diproduksi menjadi kaos.

"Yang bersangkutan mengaku mengcopy gambar tersebut dari internet lalu dicetak di baju," katanya.

Namun demikian, Awi mengatakan jika kaos berlambang palu-arit tersebut kurang diminati oleh masyarakat.

"Pengakuan dari pemilik dan penjaga toko baju itu tidak diminati dan belum ada yang membeli," kata Awi.

Awi mengatakan jika pihaknya juga telah menelusuri gambar mirip logo komunis yang diproduksi sebagai kaos.

"Dari penyidik memang sudah mendalami, memang demikian seperti apa yang disampaikan pemilik toko, katanya ngambil dari internet kemudian juga kita lacak ke website tersebut memang betul lambang tersebut ngambilnya dari web tersebut," kata Awi.

Meski telah dibebaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pemilik kios tersebut apakah penjualan kaos tersebut berhubungan dengan penyebaran paham komunis atau tidak.

"Kita juga tidak mau terjebak dengan hal-hal yang belum tentu pelanggar hukumnya. Sehingga kita tetap melakukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk memenuhi alat buktinya dan kalau perbuatan pidananya sudah terjadi tentunya kita akan melakukan penyidikan," katanya.

Saat ini polisi masih terus mendalami terkait penjualan kaos berlambang palu-arit. Dia pun meminta masyarakat untuk bisa melaporkan jika mengetahui peredaran atribut yang menggunakan lambang komunis.

"Terkait isu-isu tersebut kita melakukan operasi bersama tentunya kita harapkan partisipasi dari masyarakat kalau terjadi hal-hal demikian segera laporkan ke kita. Tentunya akan kita segera tindak lanjuti," kata dia.

Sebelumnya, aparat gabungan dari unsur TNI/Polri menyita lusinan kaos band metal Kreator berlambang Partai Komunis Indonesia (PKI) di dua kios More Shop di Blok M Square dan Blok M Mall, Jalan Melawai Kebayoran Baru Jakarta Selatan Minggu (9/5/2016). Petugas juga menangkap pemilik kios bernama Mahdi Ismed, dan karyawannya bernama Anggi (19).

Petugas juga melakukan pengembangan kasus ini dengan menggeledah cabang kios More Shop yang berada di Jalan Merdeka Timur AB Nomor 21, Depok. Pemilik dan karyawan kios More Shop juga sempat digelandang ke Polsek Metro Kebayoran Baru untuk dimintai keterangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

NU Dukung Penangkapan Penjual Kaos 'Palu Arit' di Blok M

NU Dukung Penangkapan Penjual Kaos 'Palu Arit' di Blok M

News | Senin, 09 Mei 2016 | 15:53 WIB

Komnas HAM Kritik Negara Seolah Dikelola dengan Rumor

Komnas HAM Kritik Negara Seolah Dikelola dengan Rumor

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 15:49 WIB

Front Pancasila Tolak Penyelenggaraan Simposium Tragedi 1965

Front Pancasila Tolak Penyelenggaraan Simposium Tragedi 1965

News | Sabtu, 16 April 2016 | 17:02 WIB

Jokowi Terima Kunjungan Partai Komunis Cina

Jokowi Terima Kunjungan Partai Komunis Cina

Foto | Rabu, 13 April 2016 | 19:46 WIB

Usut Tragedi 1965, Pemerintah Buat Simposium Nasional

Usut Tragedi 1965, Pemerintah Buat Simposium Nasional

News | Rabu, 13 April 2016 | 18:33 WIB

Minggu Esok, Tiongkok Keluarkan UU Anti Teror

Minggu Esok, Tiongkok Keluarkan UU Anti Teror

News | Jum'at, 25 Desember 2015 | 15:06 WIB

Indonesia Diadili di Den Haag, Wapres Tolak Minta Maaf Tragedi 65

Indonesia Diadili di Den Haag, Wapres Tolak Minta Maaf Tragedi 65

News | Rabu, 11 November 2015 | 06:01 WIB

PKS Diyakini Bertahan Dalam Dinamika Politik Indonesia

PKS Diyakini Bertahan Dalam Dinamika Politik Indonesia

News | Sabtu, 07 November 2015 | 12:45 WIB

Atribut PKI Bermunculan, Moeldoko: TNI Harus Waspada

Atribut PKI Bermunculan, Moeldoko: TNI Harus Waspada

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 07:51 WIB

Ditemukan Tulisan Mirip Simbol PKI di Untan

Ditemukan Tulisan Mirip Simbol PKI di Untan

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 06:08 WIB

Terkini

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB

10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial

10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial

News | Senin, 13 April 2026 | 20:21 WIB

Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed

Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed

News | Senin, 13 April 2026 | 20:08 WIB

Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu

Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu

News | Senin, 13 April 2026 | 19:36 WIB