Sempat Terima Mobil Sanusi, Bestari Bantah Gratifikasi Reklamasi

Siswanto | Nikolaus Tolen | Suara.com

Senin, 16 Mei 2016 | 14:01 WIB
Sempat Terima Mobil Sanusi, Bestari Bantah Gratifikasi Reklamasi
Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa anggota DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus, Jakarta, Senin (16/5). [suara.com/Oke Atmaja]
Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menegaskan tidak pernah menerima hadiah mobil Toyota Alphard dari tersangka Mohamad Sanusi terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

"Tidak ada itu, saya tidak terima Alphard," kata Bestari usai diperiksa di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (16/5/2016).

Pernyataan Bestari untuk menanggapi isu miring yang menyebutkan sebagian anggota DPRD menerima mobil dan tiket pelesiran ke luar negeri terkait pembahasan raperda.
 
Sebelumnya, Bestari menceritakan memang pernah menerima mobil dari Sanusi. Tetapi, kata dia, mobil tersebut bukan hasil gratifikasi dari raperda.

"Memang saya terima mobil Alphard dari Sanusi. Tapi itu rencananya saya mau beli, bukannya gratifikasi," kata Bestari pada Senin (4/4/2016).

Bestari bercerita awal Februari lalu, dia hendak mengganti mobilnya, Toyota Fortuner, menjadi Alphard. Lalu dia bicara kepada Sanusi karena Sanusi punya bisnis showroom.
"Saya bilang ke Sanusi, karena dia punya showroom. Dia nawarin waktu itu, Alphard warna hitam. Saya tanya kilometernya sudah berapa? Katanya 80 sampai 90 ribuan kilometer. Wah saya nggak mau. Minta cari yang mudaan," katanya.

Selanjutnya, Bestari ditawari Sanusi mobil Alphard warna putih. Bestari kemudian diberikan kesempatan untuk test drive.

Bestari pun mencoba mobil tersebut dengan membawanya pulang ke rumah.
"Saya sampai pinjam uang ke Bank DKI Rp450 juta. Saya jual juga Fortuner saya, Rp270 juta," katanya.

Saat itu, Bestari sempat curiga dengan mobil tersebut karena tidak ada surat Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor. Apalagi, STNK yang Bestari tiba-tiba diminta.

"Cuma sebulan mobil itu sama saya. Akhirnya saya kembalikan. Apalagi lagi ada kasus begini, saya takut disangkutpautkan," kata anggota Balegda DKI.

Hari ini, Bestari kembali dipanggil KPK untuk kembali diperiksa terkait kasus raperda reklamasi Teluk Jakarta. Usai diperiksa, dia menjelaskan baru saja dimintai keterangan terkait proses pembahasan raperda.

"Pemeriksaan seputar persidangan, pembahasan saja. Saya pribadi tidak kenal sama Ariesman," kata Bestari.

Suara.com - Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Sanusi pada Kamis (31/3/3016) malam. Ketika itu, dia masih menjabat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra. Dia diduga menerima suap senilai Rp2 miliar dari Personal Assistant PT. Agung Podomoro Land (Tbk) Trinanda Prihantoro. Uang tersebut diduga titipan dari Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Sehari setelah itu, Jumat (1/4/2016), Ariesman Widjaja menyerahkan diri ke KPK.

Ketiga orang ini telah ditetapkan menjadi tersangka dan KPK terus mendalaminya.

Kasus dugaan penyuapan ini disinyalir untuk mempengaruhi proses pembahasan raperda tentang reklamasi. Ada tiga kewenangan pengembang yang diatur dalam rancangan. Yakni, keharusan menyerahkan fasilitas umum dan sosial, seperti jalan dan ruang terbuka hijau, kontribusi lima persen lahan, serta kontribusi tambahan sebesar 15 persen untuk menanggulangi dampak reklamasi.

Pengembang diduga keberatan dengan kontribusi tambahan 15 persen yang diatur di Pasal 110 Raperda Tata Ruang. Mereka pun melobi DPRD agar nilainya turun jadi lima persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Periksa Bestari Barus

KPK Periksa Bestari Barus

Foto | Senin, 16 Mei 2016 | 13:38 WIB

Skandal Reklamasi, Orang-orang Ini Segera Diperiksa KPK

Skandal Reklamasi, Orang-orang Ini Segera Diperiksa KPK

News | Senin, 16 Mei 2016 | 11:46 WIB

Ahok: Razia Kalijodo Sebelum Eksekusi Inisiatif Polda

Ahok: Razia Kalijodo Sebelum Eksekusi Inisiatif Polda

News | Jum'at, 13 Mei 2016 | 22:16 WIB

Darimana Dana Polisi Saat Gusur Kalijodo?

Darimana Dana Polisi Saat Gusur Kalijodo?

News | Jum'at, 13 Mei 2016 | 18:15 WIB

Terkini

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:30 WIB

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:26 WIB

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:25 WIB

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:21 WIB

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:20 WIB

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:15 WIB

Rekaman3Menit Terakhir Ungkap Penyebab Tragis Kecelakaan Pesawat Air Canada di New York

Rekaman3Menit Terakhir Ungkap Penyebab Tragis Kecelakaan Pesawat Air Canada di New York

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:00 WIB

Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan

Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:52 WIB

Targetkan 675 Ribu Pengunjung, Kawasan Malioboro Masih Dipadati Ribuan Wisatawan pada H+4 Lebaran

Targetkan 675 Ribu Pengunjung, Kawasan Malioboro Masih Dipadati Ribuan Wisatawan pada H+4 Lebaran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:46 WIB

Viral Pria Joget di Dapur MBG, BGN Langsung Suspend Satu SPPG dan Beri Peringatan Keras

Viral Pria Joget di Dapur MBG, BGN Langsung Suspend Satu SPPG dan Beri Peringatan Keras

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:31 WIB