Swedia Penjarakan Lelaki Seumur Hidup Terkait Genosida di Rwanda

Ririn Indriani

Selasa, 17 Mei 2016 | 02:13 WIB
Swedia Penjarakan Lelaki Seumur Hidup Terkait Genosida di Rwanda
Ilustrasi orang dipenjara. [Shutterstock]

Suara.com - Pengadilan Swedia, Senin (16/5/2016), menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap seorang lelaki berusia 61 tahun dalam kasus genosida (pembersihan etnis) di Rwanda pada 2014.

Kasus tersebut merupakan kedua kalinya yang diusung oleh Swedia menyangkut kejahatan pada masa genosida.

Pengadilan Distrik Stockholm mengatakan bahwa Claver Berinkindi, seorang warga negara Swedia yang berasal dari Rwanda, dihukum karena melakukan genosida dan kejahatan besar di bawah hukum internasional, yaitu pembunuhan, percobaan pembunuhan serta pemerkosaan di Rwanda.

"(Hukuman) itu berkaitan dengan keterlibatan terdakwa dalam sejumlah pembunuhan massal pada masa genosida 1994, yang saat itu terdakwa bertindak sebagai seorang pemimpin," kata pengadilan dalam sebuah pernyataan.

Berdasarkan hukum Swedia, pengadilan bisa mengadili warga negara Swedia maupun negara-negara lainnya yang melakukan kejahatan saat berada di luar negeri.

Pengadilan mengatakan lima belas korban kejahatan telah diberi ganti rugi antara tiga juta hingga 10 juta franc Rwanda (Rp51 juta-Rp170 juta). Itu adalah kali pertama bagi pengadilan Swedia untuk memberikan ganti rugi kepada para korban genosida.

Sekitar 800.000 orang, sebagian besar dari minoritas suku Tutsi, dan sejumlah anggota kelompok suku Hutu, dibunuhi oleh kelompok Hutu dalam masa tiga bulan pada 1994 setelah bertahun-tahun berlangsungnya perang saudara.

Pembantaian massal itu memunculkan keraguan soal kemampuan dan kesediaan organisasi-organisasi internasional atau negara-negara untuk turun tangan menghentikan pembunuhan massal besar-besaran terhadap warga sipil.

Menurut putusan pengadilan Stockholm, Berinkindi yang tiba di Swedia pada 2002 dan menjadi warga negara Swedia pada 2012, dijatuhi hukuman, tanpa kehadiran pria yang bersangkutan, oleh pengadilan masyarakat Gacaca Rwanda pada 2007 karena melakukan kejahatan-kejahatan terkait genosida.

Ia kemudian didakwa di Swedia pada September 2015. Para terdakwa bisa mengajukan banding atas putusan pengadilan distrik. Orang-orang yang melakukan sejumlah kejahatan terkait genosida Rwanda telah diadili dalam tahun-tahun belakangan ini di Rwanda dan negara-negara lainnya.

Pada 2013, pengadilan Swedia juga menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup bagi seorang pria karena terlibat genosida di Rwanda pada 1994.

Bulan lalu, pengadilan Rwanda menjatuhi seorang bekas politisi senior hukuman penjara seumur hidup karena menyampaikan pidato berbau kebencian yang diniatkan untuk menghasut pembunuhan terhadap suku Tutsi pada masa genosida. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenkumham Ubah Lapas Jadi Ruang Kreativitas

Kemenkumham Ubah Lapas Jadi Ruang Kreativitas

News | Selasa, 19 April 2016 | 15:12 WIB

Terkini

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:44 WIB