Ridwan Kamil Persilakan Pemprov Kelola Kebun Binatang Bandung

Ardi Mandiri

Minggu, 22 Mei 2016 | 08:49 WIB
Ridwan Kamil Persilakan Pemprov Kelola Kebun Binatang Bandung
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Suara.com - Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil mempersilakan Pemprov Jawa Barat melalui badan usaha milik daerah (BUMD) mewacanakan kerja sama dengan Yayasan Taman Margasatwa Tamansari selaku pengelola Kebun Binatang Bandung sebagai upaya penyelamatan.

"Kalau kami mah, kuncinya ada di mereka (pengelola) mau lewat kita, lewat provinsi, lewat swasta, yang pentingnya Bonbin (Kebun Binatang Bandung) aman, fasilitas hewannya laik. Kalau pemerintah provinsi mau, alhamdulillah, yang kita ingin ada solusi untuk binatangnya," kata Ridwan Kamil, usai menerima rombongan panitia TAFISA Games 2016, di Bandung, Sabtu (21/5/206) malam.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengaku sering di-bully oleh netizen di dunia maya terkait kondisi Kebun Binatang Bandung, terlebih dengan adanya kasus kematian salah satu satwa koleksi di sana yakni seekor Gajah Sumetara bernama Yani.

"Selama ini saya sering kena komplen dan pengunjung turis, di-bully di internet, karena tahunya itu di Bandung. Padahal Saya sudah puluhan kali menjawab bahwa itu (Kebun Binatang Bandung), bukan punya Pemkot Bandung," kata dia.

Menurut dia sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan satwa di Kebun Binatang Bandung pihaknya telah berkonsultasi dengan tim hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad).

"Sampai Jumat kemarin data-data dari dinas masih dikumpulkan tapi surat sudah di kirim per Rabu kepada kementerian (Kementerian Lingkungan Hidup). Dengan Unpad masih dikoordinasikan," katanya.

Selain itu, lanjut dia, Pemkot Bandung juga akan terus mengejar pertanggungjawaban Yayasan Taman Margasatwa Tamansari selaku pengelola Kebun Binatang Bandung yang sejak tahun 2007 tidak membayar uang sewa.

"Kalau dari pemkot itu sisi administrasi saja karena sejak tahun 2007 belum bayar sewa," ujar dia.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui badan usaha milik daerah (BUMD) mewacanakan kerja sama dengan Yayasan Taman Margasatwa Tamansari selaku pengelola Kebun Binatang Bandung sebagai upaya penyelamatan kebun binatang tersebut terkait kematian salah satu koleksi satwa di tempat tersebut yakni seekor gajah bernama Yani.

"Dan bagaimana pun kebun binatang ialah kekayaan yang ada di kita. Saya sudah bincang-bincang dengan BUMD. Bisa enggak BUMD masuk kerja sama dengan pemilik untuk menyelesaikan persoalan yang ada," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Pria yang akrab disapa Aher ini enggan mengomentari tentang permasalahan yang dihadapi oleh Kebun Binatang Bandung namun ia lebih memilih untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada.

"Semua pihak harus ikut terlibat dalam menyelesaikan masalah ini. Lebih bagus untuk menyelamatkan yang masih ada, bahkan mengembangkan. Perlu bersama-sama persoalannya seperti apa. Setelah persoalannya ketemu, itu tadi BUMD masuk misinya untuk menyelamatkan," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Nama Tokoh Daerah Ini Dianggap Bisa Tandingi Ahok

Dua Nama Tokoh Daerah Ini Dianggap Bisa Tandingi Ahok

News | Selasa, 10 Mei 2016 | 15:31 WIB

Jadi Kepala Daerah Inspiratif, Ridwan Kamil: Saya Masih Belajar

Jadi Kepala Daerah Inspiratif, Ridwan Kamil: Saya Masih Belajar

News | Rabu, 13 April 2016 | 00:07 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×