Hampir 100 Persen Kekerasan Anak di Kupang Terjadi di Keluarga

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 24 Mei 2016 | 10:48 WIB
Hampir 100 Persen Kekerasan Anak di Kupang Terjadi di Keluarga
Ilustrasi kekerasan terhadap anak-anak (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah lembaga non pemerintah yang beraktivitas di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Save The Children mencatat banyak kekerasan terhadap anak di daerah ini. Paling banyak terjadi dalam lingkungan keluarga dengan capaian angka sekitar 93 persen.

"Anak sebagai aset keluarga dan bangsa telah menjadi korban kekerasan fisik dan mental dalam lingkungan keluarga sendiri," kata Manajer Program Families First Save The Children Andri Yoga di Kupang, Selasa (24/5/2016).

Tindakan kekerasan terhadap anak dalam lingkungan keluarga itu antara lain dilakukan orangtua, keluarga, atau orang yang dekat di lingkungan rumah yang bukan masuk dalam jejaring keluarga.

"Hasil monitoring dan evaluasi yang kami lakukan menunjukkan bahwa anak-anak di daerah ini rentan menjadi korban kekerasan justru terjadi di lingkungan keluarga dan sekolah," katanya.

Dia mengatakan terdapat tiga kategori kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota Kupang pada 2016 yakni, anak berhadapan dengan hukum (ABH) sebanyak 29 kasus, anak terlantar delapan kasus dan anak balita sebanyak lima kasus.

"Jumlah anak bermasalah bisa jauh lebih besar karena belum semua terungkap ke permukaan," ujarnya.

Dalam hubungan dengan itu, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan Dinas Sosial NTT untuk melakukan sosialisasi UU tentang Perlindungan Anak hingga ke desa-desa agar bisa memberi efek jera kepada orang tua dan keluarga.

Sementara itu, Kepala Rumah Perempuan Kota Kupang Libby Sinlaeloe mengatakan sebanyak 148 anak perempuan mengalami kekerasan seksual di Kota Kupang selama 2013-2015.

"Pelaku kekerasan seksual paling banyak berasal dari keluarga dekat korban yakni orang tua kandung, orang tua tiri, kakak, tetangga, dan pacar," katanya.

Kondisi ini tentu miris sekali karena anak perempuan akhirnya tidak aman lagi di tempat tinggalnya sendiri karena kekerasan seksual yang dialami justru berasal dari orang-orang yang dekat dengan mereka, katanya.

Libby yang telah lama berkecimpung dalam organisasi Rumah Perempuan sebagai sebuah lembaga swadaya masyarakat yang fokus mendampingi korban kekerasan seksual anak di Kupang itu mengaku khawatir di masa mendatang, kasus kekerasan seksual terhadap anak akan terus meningkat.

Ia menyebut contoh kasus yang terjadi pada Yuyun di Bengkulu, bisa saja terjadi di Nusa Tenggara Timur, karena efek dari minuman keras.

"Yang kami temukan selama ini, hanya satu pelaku kekerasan seksual dengan hanya satu orang korban, namun yang terjadi sekarang malah beramai-ramai terhadap seorang korban. Ini sangat mengerikan," ujarnya.

Untuk mencegah hal itu, Rumah Perempuan bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga, Dinas Kesehatan, dan Polres Kupang Kota telah menghasilkan sebuah draft tentang standar operasional penanganan kasus kekerasan seksual pada anak.

Standar operasional tersebut, antara lain mengatur tentang penanganan kesehaan psikologis anak, kampanye tentang kasus kekerasan seksual pada anak untuk meminimalisir persoalan serta mencegah terjadinya kasus serupa. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

INSPIRE Indonesia Minta Pemerintah Wujudkan Lingkungan Ramah Anak

INSPIRE Indonesia Minta Pemerintah Wujudkan Lingkungan Ramah Anak

News | Kamis, 07 April 2016 | 15:05 WIB

Buruh Bangunan Menculik dan Setubuhi Siswi SMP

Buruh Bangunan Menculik dan Setubuhi Siswi SMP

News | Senin, 07 Maret 2016 | 03:34 WIB

Ayah Lapor Polisi karena Anak Diikat Rantai oleh Tetangga

Ayah Lapor Polisi karena Anak Diikat Rantai oleh Tetangga

News | Kamis, 25 Februari 2016 | 17:44 WIB

Ortu Bocah Korban Pemukulan Marinir Tak Berani Pulang ke Rumah

Ortu Bocah Korban Pemukulan Marinir Tak Berani Pulang ke Rumah

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 18:31 WIB

Bocah Korban Pemukulan Marinir Telah Keluar Rumah Sakit

Bocah Korban Pemukulan Marinir Telah Keluar Rumah Sakit

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 16:43 WIB

Anggotanya Pukuli Bocah, Korps Marinir Minta Maaf ke Publik

Anggotanya Pukuli Bocah, Korps Marinir Minta Maaf ke Publik

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 15:49 WIB

Ini Kronologis Anggota Marinir Aniaya Bocah T dan Orangtuanya

Ini Kronologis Anggota Marinir Aniaya Bocah T dan Orangtuanya

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 15:04 WIB

Ini Kata Dokter yang Merawat Bocah yang Dianiaya Oknum Marinir

Ini Kata Dokter yang Merawat Bocah yang Dianiaya Oknum Marinir

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 14:40 WIB

KPAI Bentuk Tim Investigasi Khusus untuk Bocah Dipukuli Tentara

KPAI Bentuk Tim Investigasi Khusus untuk Bocah Dipukuli Tentara

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 14:23 WIB

Bocah SD yang Dikeroyok Marinir Alami Lebam di Bibir

Bocah SD yang Dikeroyok Marinir Alami Lebam di Bibir

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 05:43 WIB

Terkini

Tampang Frendry Dona, Bos Lab Vape Narkoba Buron yang Manfaatkan Celah Sistem Ojol!

Tampang Frendry Dona, Bos Lab Vape Narkoba Buron yang Manfaatkan Celah Sistem Ojol!

News | Kamis, 23 April 2026 | 08:48 WIB

ASN Putra Daerah Tewas Ditembak OPM, TNI-Polri Sisir Hutan Yahukimo Buru Pelaku!

ASN Putra Daerah Tewas Ditembak OPM, TNI-Polri Sisir Hutan Yahukimo Buru Pelaku!

News | Kamis, 23 April 2026 | 08:07 WIB

Warteg hingga Toko Listrik di Pulogebang Dilalap Api, 13 Unit Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran!

Warteg hingga Toko Listrik di Pulogebang Dilalap Api, 13 Unit Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran!

News | Kamis, 23 April 2026 | 07:27 WIB

Kepala Angkatan Laut AS Dipecat Usai Bentrok dengan 'Anak Kesayangan' Donald Trump

Kepala Angkatan Laut AS Dipecat Usai Bentrok dengan 'Anak Kesayangan' Donald Trump

News | Kamis, 23 April 2026 | 07:23 WIB

Trump Klaim Selamatkan 8 Perempuan Iran dari Tiang Gantungan, Teheran: Penyebar Hoax!

Trump Klaim Selamatkan 8 Perempuan Iran dari Tiang Gantungan, Teheran: Penyebar Hoax!

News | Kamis, 23 April 2026 | 07:09 WIB

Tentara Zionis Israel Bombardir Lebanon, 5 Warga Sipil Tewas Termasuk Seorang Jurnalis

Tentara Zionis Israel Bombardir Lebanon, 5 Warga Sipil Tewas Termasuk Seorang Jurnalis

News | Kamis, 23 April 2026 | 06:59 WIB

Kejaksaan RI Buka Lelang, 400 Aset Sitaan Bakal Ditawarkan ke Publik

Kejaksaan RI Buka Lelang, 400 Aset Sitaan Bakal Ditawarkan ke Publik

News | Rabu, 22 April 2026 | 22:30 WIB

Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah

Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah

News | Rabu, 22 April 2026 | 22:00 WIB

Wacana KTP Hilang Bakal Kena Denda, Dukcapil: Bukan untuk Memberatkan Warga

Wacana KTP Hilang Bakal Kena Denda, Dukcapil: Bukan untuk Memberatkan Warga

News | Rabu, 22 April 2026 | 21:55 WIB

Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita

Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita

News | Rabu, 22 April 2026 | 21:48 WIB