Array

Pemerintah Afghanistan Hati-hati Hadapi Pemimpin Baru Taliban

Adhitya Himawan Suara.Com
Jum'at, 27 Mei 2016 | 05:00 WIB
Pemerintah Afghanistan Hati-hati Hadapi Pemimpin Baru Taliban
Haibatullah Akhundzada, pemimpin baru Taliban. [Reuters]

Suara.com - Pemerintah Afghanistan berusaha untuk berhati-hati menghadapi para ulama konservatif yang diasumsikan pro terhadap kepemimpinan Taliban. Menurut salah seorang pejabat, kaum ulama konservatif diduga menjadi pendukung setia ortodoks garis keras yang tidak mungkin untuk mendukung pembicaraan damai.

Sehari setelah Pemerintah Afganistan mengumumkan bahwa Haibadullah Akhundzada akan mengambil alih setelah kepemimpinan Taliban setelah Mullah Akhtar Mansour tewas dalam serangan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat di Pakistan, para pejabat pada Kamis (26/5/2016) menyatakan bahwa pemimpin baru Taliban tersebut merupakan sosok yang sangat gigih menerapkan syariat Islam yang ketat.

Menurut Jenderal Abdul Razeq, komandan kepolisian Afganistan, Akhundzada di tempat wilayah kediamannya Kandahar dikenal sebagai salah satu hakim senior pemberontakan Taliban. Bahkan Akhundzada diduga bertanggung jawab untuk mengeluarkan serangkaian hukuman mati terhadap penentang Mansour.

Para pejabat pemerintah Afganistan mengatakan ia muncul untuk mendukung kembalinya pemerintahan Islam yang keras seperti era rezim Taliban. Kini Taliban telah digulingkan oleh pasukan yang dipimpin AS pada tahun 2001. Jika rezim Taliban kembali berkuasa, ini akan menjadi sesuatu yang tidak akan diterima oleh pemerintah Afghanistan dan negara-negara Barat yang selama ini menjadi pendukungnya.

"Dia adalah seorang ulama agama yang sederhana," kata Haji Agha Lalai, seorang penasehat Presiden Ashraf Ghani. Haji Aghai menambahkan bahwa Akhundzada akan sangat bergantung pada wakilnya Sirajuddin Haqqani, pemimpin jaringan Haqqani yang ditakuti di medan perang.

Untuk saat ini, pemerintah Afghanistan dan sekutu NATO-nya tidak melihat gejala perlawanan yang kuat dalam pertempuran. Akhundzada diduga sedang mengkonsolidasikan posisinya untuk meningkatkan kekuatannya dan menunjukkan tekadnya untuk melawan.

"Ini semua spekulasi pada saat ke mana dia akan pergi," kata Brigadir Jenderal Charles Cleveland, juru bicara misi Dukungan Utama NATO.

"Dalam jangka pendek, meskipun kita tidak mengharapkan untuk melihat perubahan yang signifikan di medan perang," katanya kepada wartawan.

Para pejabat Afghanistan yang hadir pada pertemuan melihat Akhundzada merupakan tokoh pemersatu yang bisa menyembuhkan perpecahan yang muncul selama masa kepemimpinan Mansour. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI