SBY di Beijing: Asia Jadi Poros Kekuatan Ekonomi Dunia

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 29 Mei 2016 | 03:05 WIB
SBY di Beijing: Asia Jadi Poros Kekuatan Ekonomi Dunia
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri konferensi internasional "Ïn The Zone" di Jakarta, Sabtu (14/5). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Asia telah menjadi poros kekuatan ekonomi dunia. Meski masih relatif banyak tantangan global yang harus dihadapi.

"Kita harus mampu membangun komunitas Asia agar tumbuh menjadi mesin penggerak ekonomi dunia yang kukuh," katanya ketika tampil sebagai pembicara kunci pada Forum Shanghai, Sabtu (28/5/2016) waktu setempat.

Forum Shanghai yang diselenggarakan tiap tahun sejak 2005 merupakan ajang diskusi tentang berbagai topik aktual dengan mengundang para pemimpin atau mantan pemimpin dunia, akademisi, pelaku usaha, pemerhati, dan pakar berbagai displin ilmu.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Forum Shanghai mengusung tema 'Economic Globalization and Asia's Choice Interconnectivity, Integration and Innovation: Building Community of Common Destiny in Asia'. Yudhoyono memaparkan situasi geopolitik dunia masih diselimuti ketidakpastian, antara lain, hubungan negara-negara besar yang relatif dinamis karena kurangnya kepercayaan strategis di antara mereka.

"Arsitektur keamanan regional, utamanya Asia Pasifik juga semakin dinamis dan sulit ditebak," tuturnya.

Terkait dengan itu, Yudhoyono berharap hasil pemilihan politik di Fillipina, Jepang, Korea Selatan, dan Australia mampu memberikan energi segar guna memperkuat kerja sama regional demi kemakmuran bersama. Situasi ekonomi global yang masih melambat menjadi tantangan yang harus dihadapi negara-negara Asia. Bahkan, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2016 sekitar 3,2 persen dari sebelumnya 3,4 persen.

Perlambatan ekonomi di Tiongkok, tindak kejahatan terorisme yang masih merajela, proses pemilu Amerika Serikat yang masih berlangsung, menjadi tantangan lain yang dihadapi Asia untuk mampu menjadi poros ekonomi dunia, kata Yudhoyono.

"Saya yakin abad Asia akan mampu tampil. Karena beberapa potensi kekuatan yang dimilikinya, seperti jumlah kelas menengah yang terus tumbuh yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, pendapatan pajak, pertumbuhan kota, dan lainnya," katanya.

Bank Pembangunan Asia memprediksikan terdapat tiga miliar kelas menengah akan tumbuh di Asia pada tahun 2050. Jumlah tersebut berlipat-lipat lebih besar dibandingkan jumlah populasi AS, Kanada dan Amerika Latin.

"Keberadaan para kelas menengah juga akan menumbuhkan kewirausahaan lebih cepat di Asia. Kewirausahaan menandakan adanya kepercayaan diri dan kemandirian, dan berani mengambil risiko dan semuanya bermuara pada inovasi. Inovasi hal penting memenangi persaingan," kata Yudhoyono.

Selain itu, kekuatan lain untuk mendukung abad Asia adalah konektivitas, baik fisik maupun nonfisik atau dalam jaringan, misalnya media sosial. Konektivitas dalam berbagai dimensinya menjadi kekuatan pendorong bagi perubahan di Asia untuk tumbuh dan berkembang lebih baik, serta menjadi bagian penting evolusi abad Asia.

"Hal lain yang perlu dibangun adalah regionalisasi. ASEAN dapat menjadi contoh yang baik meski terdapat perbedaan kepentingan, nasionalisme di antara anggotanya. Namun, mampu bersatu menjadi kekuatan regional yang diperhitungkan. Asia harus benar-benar bersatu dan kuat untuk menjadi kekuatan yang diperhitungkan," kata Yudhoyono. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Berharap Jokowi Bisa Sukses Hadapi Pelambatan Ekonomi

SBY Berharap Jokowi Bisa Sukses Hadapi Pelambatan Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 14 Mei 2016 | 13:37 WIB

SBY Harap Indonesia Kerjasama dengan Kawasan Kurangi Kemiskinan

SBY Harap Indonesia Kerjasama dengan Kawasan Kurangi Kemiskinan

News | Sabtu, 14 Mei 2016 | 12:15 WIB

SBY: Demokrat Terget Menang 35 Persen di Pilkada 2017

SBY: Demokrat Terget Menang 35 Persen di Pilkada 2017

News | Minggu, 20 Maret 2016 | 13:20 WIB

Presiden Jokowi Bersua SBY di Pernikahan Putri Gubernur Jatim

Presiden Jokowi Bersua SBY di Pernikahan Putri Gubernur Jatim

News | Minggu, 20 Maret 2016 | 00:10 WIB

Bikin SBY Tersinggung, Politisi Demokrat Kritik Tajam Darmin

Bikin SBY Tersinggung, Politisi Demokrat Kritik Tajam Darmin

Bisnis | Jum'at, 19 Februari 2016 | 12:43 WIB

SBY Tersinggung, Ruhut: Pembantu Jokowi Cari Kambing Hitam

SBY Tersinggung, Ruhut: Pembantu Jokowi Cari Kambing Hitam

News | Kamis, 18 Februari 2016 | 23:04 WIB

SBY Mengeluh, Ini Respon JK

SBY Mengeluh, Ini Respon JK

News | Kamis, 18 Februari 2016 | 17:08 WIB

Menko Darmin: Saya Tidak Pernah Mengkritik SBY

Menko Darmin: Saya Tidak Pernah Mengkritik SBY

News | Kamis, 18 Februari 2016 | 14:30 WIB

SBY Mengeluh Sering Dikambinghitamkan Pemerintah Jokowi

SBY Mengeluh Sering Dikambinghitamkan Pemerintah Jokowi

News | Kamis, 18 Februari 2016 | 12:41 WIB

Lagi, SBY Dapat Doktor Kehormatan

Lagi, SBY Dapat Doktor Kehormatan

News | Senin, 25 Januari 2016 | 10:54 WIB

Terkini

Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality

Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:56 WIB

PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026

PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:51 WIB

Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!

Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:45 WIB

Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog

Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:43 WIB

HP Apa yang Kameranya Bagus selain iPhone? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

HP Apa yang Kameranya Bagus selain iPhone? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:40 WIB

Feng Shui Pintu Utama 2 Daun Apakah Bagus untuk Rumah? Ini Penjelasannya

Feng Shui Pintu Utama 2 Daun Apakah Bagus untuk Rumah? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:40 WIB

Eks Pimpinan KPK Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya

Eks Pimpinan KPK Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:37 WIB

Strategi QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar

Strategi QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar

Bri | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:37 WIB

Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?

Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:34 WIB

Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua

Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:31 WIB

×