Qlue Ditolak RT/RW, Ahok Emosi Ungkit-ungkit Kejelekan Mereka

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Senin, 30 Mei 2016 | 11:06 WIB
Qlue Ditolak RT/RW, Ahok Emosi Ungkit-ungkit Kejelekan Mereka
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama di acara Jakarta Book and Education Fair 2015 atau Jakbook & Edu Fair di Senayan [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempertanyakan keseriusan puluhan ketua RT dan RW dalam menjalankan tugas. Mereka menolak memakai Qlue dan tidak mau melaporkan kinerja melalui aplikasi tersebut, lantas bagaimana bisa bekerja dengan baik.

"Terus kamu kalau tidak mau melapor (via Qlue), ya kamu nggak dapat uang operasional. Ini uang mau kerja nggak mau. Terus yang kedua, kamu mesti jadi RT, RW mau ngapain coba? Kan mau menjaga lingkunganmu, kalau lingkunganmu kotor. Artinya, kamu nggak baik jadi RT, W, kamu nggak baik baik menjadi pemerhati lingkungan karena RT RW model (pemerintahan) saya sudah berbeda, bukan model pejabat," kata Ahok, semalam.

Seperti diketahui, saat ini, pemberian uang operasional buat ketua RT dan RW didasarkan pada laporan kinerja mereka lewat aplikasi Qlue. Dengan demikian kinerja mereka menjadi terukur dan transparan. Pendapatan mereka sekarang akan sangat tergantung dari laporan kinerja per hari. Para ketua RT diminta mengirimkan minimal tiga laporan per hari, untuk masing-masing laporan dibayar Rp10 ribu. Sedangkan untuk ketua RW masing-masing laporan akan dibayar Rp12.500. Dengan demikian, untuk ketua RT yang rajin bisa mendapat gaji sebulannya Rp975 ribu, sementara ketua RW Rp1,2 juta. Aplikasi ini sebenarnya juga menghemat penggunaan kertas.

Ahok kemudian mengungkit-ungkit pelayanan sebagian ketua RT dan RW kepada warga dengan sangat lamban.

"Coba kamu tanya masyarakat minta surat keterangan RT, RW bisa berhari-hari jadinya. Datang pagi belum kerja, bahkan dulu di Muara Karang I, datang pagi, dia belum bangun. Eh pulang malam dia nggak mau layani, akhirnya suruh hansip. Padahal cuma mau minta rekomendasi KTP," kata Ahok.

Ahok menambahkan sekarang pemerintah sudah menerapkan pelayanan terpadu satu pintu sehingga untuk membuat KTP tidak membutuhkan rekomendasi RT dan RW.

"Lalu RT dan RW untuk apa? Untuk pemerhati wilayahnya. Kamu kalau ada sistem gimana? Kalau kamu nggak suka, kirim SMS saya," kata Ahok.

Ahok meminta semua ketua RT dan RW memanfaatkan Qlue agar semua permasalahan yang dilaporkan warga lewat aplikasi tersebut tertangani. Dan mereka juga melaporkan hasil kerja via Qlue agar tercatat pemerintah.

"Kalau di Qlue itu warna merah, kalau gitu lurah mesti kerjain, kalau masih merah, tiga hari gue pecat itu lurahnya. Jadi RT dan RW bisa kontrol lurahnya, kalau dia nggak mau berarti saya curiga jangan-jangan mereka ngemplang tanah hijau saluran, kamu lihat aja cek kios liar, tempat parkir bayarnya ke siapa? Rata-rata ke oknum RT, RW, sekarang parkir mau saya ambil alih. Terus semua lapak mau saya ambil dengan debet Bank DKI. Itu semua udah kesel jadi dia tuh bukan kesel sama saya soal Qlue, tapi kesel sama saya soal tempat istirahat.

Ahok meminta mereka yang tidak mau serius melayani masyarakat untuk mundur atau dipecat.

"Karena tugas kamu bukan penguasa, minta KTP minta duit, kamu kalau mau pemerhati, berarti kamu nggak cocok jadi RT, RW, sesuai kriteria kami," kata Ahok.

Qlue merupakan aplikasi untuk menampung semua permasalahan warga, mulai dari kemacetan, jalan rusak, banjir, penumpukan sampah, sampai pelayanan publik yang tak maksimal di pemerintahan, puskesmas, sampai rumah sakit. Warga tinggal membuat tulisan dan foto lalu mengunggah ke aplikasi Qlue. Aplikasi ini bisa di-download lewat Play Store.

Semua laporan warga tersebut kemudian dipetakan secara digital dan terintegrasi dengan laman smartcity.jakarta.go.id dan Cepat Respons Opini Publik. Aparat pemerintah diharuskan menginstall-nya juga, terutama CROP, agar cepat tanggap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua RT dan RW di DKI Tolak Pakai Qlue Terancam Masuk Penjara

Ketua RT dan RW di DKI Tolak Pakai Qlue Terancam Masuk Penjara

News | Senin, 30 Mei 2016 | 10:48 WIB

Hasnaeni: Harusnya Ahok Latih RT/RW Biar Tak Kaget Pakai Qlue

Hasnaeni: Harusnya Ahok Latih RT/RW Biar Tak Kaget Pakai Qlue

News | Minggu, 29 Mei 2016 | 16:22 WIB

Terkini

Belajar Memeluk Diri Sendiri Lewat Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain

Belajar Memeluk Diri Sendiri Lewat Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:00 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Body Butter Viva yang Paling Wangi Mana? Intip 3 Varian Aromanya

Body Butter Viva yang Paling Wangi Mana? Intip 3 Varian Aromanya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Kabut Asap Karhutla di Kalteng Makin Pekat, DPR Desak Pemerintah Cepat Turun Tangan

Kabut Asap Karhutla di Kalteng Makin Pekat, DPR Desak Pemerintah Cepat Turun Tangan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Pemerintah Siapkan Perpres Baru soal Penyelesaian Utang Whoosh

Pemerintah Siapkan Perpres Baru soal Penyelesaian Utang Whoosh

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Skandal di Ruang Kelas: Dosen UPN Veteran Jatim Diduga Paksa Cium Mahasiswi Hukum

Skandal di Ruang Kelas: Dosen UPN Veteran Jatim Diduga Paksa Cium Mahasiswi Hukum

Jatim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Sekuel Dr. STONE TERRAFORMING Resmi Diproduksi, Petualangan Senku Berlanjut

Sekuel Dr. STONE TERRAFORMING Resmi Diproduksi, Petualangan Senku Berlanjut

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Beli Solar Subsidi di Lampung Diawasi Ketat: Satpol PP Bakal Tongkrongi SPBU Razia STNK dan QR Code

Beli Solar Subsidi di Lampung Diawasi Ketat: Satpol PP Bakal Tongkrongi SPBU Razia STNK dan QR Code

Lampung | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:48 WIB

7 Parfum Wanita yang Wanginya Fresh dan Tidak Bikin Enek dari Brand Lokal

7 Parfum Wanita yang Wanginya Fresh dan Tidak Bikin Enek dari Brand Lokal

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Erick Thohir Buka Opsi Pindahkan Laga Timnas Indonesia vs Yordania Imbas Konflik di Timur Tengah

Erick Thohir Buka Opsi Pindahkan Laga Timnas Indonesia vs Yordania Imbas Konflik di Timur Tengah

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:44 WIB

×