Kiki Syahnakri Ungkap Alasan Buat Simposium 65 Tandingan

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 30 Mei 2016 | 16:50 WIB
Kiki Syahnakri Ungkap Alasan Buat Simposium 65 Tandingan
Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Ketua simposium nasional bertema Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, menegaskan simposium yang akan diselenggarakannya di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Rabu (1/6/2016) dan Kamis (2/6/2016) nanti, bukan untuk menandingi simposium bertema Membedah Tragedi 1965 yang lebih dulu diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Senin (18/4/2016) dan Selasa (19/4/2016).

"Jadi ini bukan dimaksudkan untuk meng-counter simposium di Hotel Aryaduta, tapi lebih tepatnya meluruskan karena simposium di Aryaduta itu terlalu berat sebelah," ujar Kiki dalam jumpa pers di gedung Dewan Dakwah Indonesia, Kramat, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Kiki menilai simposium di Aryaduta berat sebelah ketika lima hari menjelang simposium, dihubungi biro Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan untuk diundang menjadi narasumber. Ketika itu, Kiki membaca TOR simposiumnya.

"Kemudian saya lihat TOR-nya berat sebelah, wujudnya TOR-nya bersifat yudisial, pasti tidak akan kami terima dong kalau ujungnya ke sana ada minta maaf. Nanti dulu, saya minta TOR itu diubah dan pas kami sodorkan TOR kami ditolak panitia," kata dia.

Itu sebabnya, ketika itu, Kiki tak setuju dengan penyelenggaraan simposium nasional bertema Membedah Tragedi 1965 yang hasil rekomendasinya dinilai juga berat sebelah.

"Jadi untuk itu maka kami tidak ikut (simposium nasional di Aryaduta) dan ternyata hasil (rekomendasi) yang kami monitor terlalu berat sebelah," kata dia.

Itu sebabnya, Kiki dan rekan-rekan menggagas penyelenggaraan simposium nasional yang baru.

"Kami ingin menempatkan masalah ini, di dalam bingkai kepentingan nasional bukan kepentingan kelompok. Jadi pelurusannya seperti itu. Serta simposium yang kami buat ingin menempatkan masalah ke dalam kerangka Pancasila," kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan sudah mendapat pemberitahuan dari panitia simposium yang akan diselenggarakan Kiki dan kawan-kawan. Dan Luhut berencana menghadirinya. Luhut mengatakan nanti akan membandingkan rekomendasi simposium di Balai Kartini dengan simposium di Aryaduta.

"‎Kami tunggu, masih ada rekomendasi satu lagi dari simposium besok. Setelah itu baru kami bandingkan, kami bikin sendiri," kata Luhut di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Luhut mengatakan tidak masalah kalau nanti rekomendasi kedua simposium untuk pemerintah ternyata berbeda.

Ketika ditanya lebih jauh mengenai isi rekomendasi simposium di Aryaduta kepada pemerintah, menolak menjelaskan secara halus.

"Ya belum elok saya buka, nanti nyontek.‎ Biar saja dulu independen. Kalau dapat (rekomendasi dari simposium antikomunis) paling Minggu ini, nanti kami satukan, laporkan kepada Presiden. Nanti keputusan akhir Presiden baru saya sampaikan," ujar dia.

Kebakaran jenggot

Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 65 Bedjo Untung menganggap penyelenggaraan simposium tandingan dilaksanakan oleh kelompok yang selama ini tidak menginginkan kebenaran peristiwa pelanggaran HAM berat tahun 1965 terungkap.

"Ini hanya reaksi kelompok Orde Baru yang merasa kebakaran jenggot. Artinya dia tidak ingin pengungkapan kebenaran tragedi 65," ujar Bedjo kepada Suara.com.

Menurut Bedjo kelompok yang menyelenggarakan simposium tandingan ketakutan kalau kebenaran sejarah 65 terungkap.

Bedjo mengatakan simposium nasional yang diselenggarakan di Aryaduta merupakan acara yang melibatkan pemerintah dan korban peristiwa 1965. Simposium ini semangatnya untuk mengakhiri permasalahan yang selama ini tak kunjung selesai.

"Jadi menurut saya, ini kelompok Orde Baru kelompok sisa-sisa anak Soeharto ini, yang tidak ingin kebohongannya diungkap. Bahwa yang dilakukan simposium di Hotel Aryaduta itu benar-benar ingin mengungkap kebenaran, ingin membongkar kebohongan lama dan ingin mengakhiri supaya tidak terulang lagi," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Tujuan Penyelenggaraan Simposium 1965 Tandingan

Lima Tujuan Penyelenggaraan Simposium 1965 Tandingan

News | Senin, 30 Mei 2016 | 15:23 WIB

Terkini

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

×