- Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendesak evaluasi keselamatan transportasi laut.
- KMP Virgo Transport 8 membawa 243 orang dari Surabaya menuju Banjarmasin sebelum hilang kontak di Laut Jawa.
- Pemerintah melakukan operasi pencarian korban, sementara KNKT saat ini sedang menginvestigasi penyebab tenggelamnya kapal tersebut.
Suara.com - DPR RI sudah berulang kali mengingatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar memperketat pengawasan terhadap kelayakan kapal penumpang. Peringatan itu kembali disorot setelah KMP Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan kecelakaan tersebut menjadi catatan penting bagi DPR, khususnya Komisi V, untuk mengevaluasi standar keselamatan transportasi laut.
"Sudah terus-menerus sama Komisi V disampaikan bahwa proses penelitian atau layak atau tidaknya kapal ini untuk berlabuh itu selalu menjadi catatan perhatian kami di DPR," kata Cucun di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Menurut Cucun, kapal pengangkut penumpang tidak boleh berlayar apabila belum memenuhi standar operasional dan prosedur (SOP) yang ditetapkan Kemenhub.
"Makanya ini penting baik dari mulai manifes, ya, kemudian juga kelayakan di sisi angkutnya, quantity-nya, ini yang perlu menjadi perhatian," katanya.
Karena itu, Cucun mendorong investigasi menyeluruh terhadap tenggelamnya KMP Virgo Transport 8. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi Komisi V DPR bersama pemerintah.
"Nanti akan dibahas juga di Komisi V di DPR, menjadi bagian evaluasi bersama antara DPR dengan pemerintah tentang kapal Virgo ini ya," ujarnya.
![Petugas gabungan mengecek kesehatan korban kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di Posko Kesehatan Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/14/39265-posko-kesehatan-kapal-virgo-transport-8-kecelakaan-kapal-virgo-transport-8.jpg)
Virgo Transport 8 Hilang Kontak
KMP Virgo Transport 8 bertolak dari Pelabuhan Surabaya menuju Pelabuhan Banjarmasin pada Sabtu (12/9) pukul 06.52 WIB. Kapal tersebut mengangkut 243 orang berdasarkan data manifes.
Sehari setelahnya, Minggu (13/9) sekitar pukul 01.00 WIB, kapal melaporkan mengalami cuaca buruk saat berada di perairan Laut Jawa sebelum kemudian hilang kontak.
Pemerintah selanjutnya menggelar operasi pencarian dan penyelamatan korban, termasuk pencarian bawah laut.
Sementara itu, penyebab pasti tenggelamnya kapal masih dalam proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). (Antara)