Jepang Siagakan Rudal Patriot untuk Hadapi Peluru Kendali Korut

Tomi Tresnady | Suara.com

Selasa, 31 Mei 2016 | 02:09 WIB
Jepang Siagakan Rudal Patriot untuk Hadapi Peluru Kendali Korut
Pemimpin Korea Utara Kim Jong un. (Reuters)

Suara.com - Jepang telah menyiagakan militernya pada Senin (30/05/2016) untuk mencegah kemungkinan peluncuran peluru kendali balistik Korea Utar. Sementara, Korea Selatan juga mengatakan mendapatkan bukti tentang persiapan peluncuran peluru kendali, kata pejabat.

Jepang memerintahkan kapal perusak dan peluncur antipeluru kendali balistik Patriot mereka siaga menangkal setiap proyektil yang mengarah ke Jepang, kata penyiaran nasional NHK.

Pejabat Jepang, yang tidak ingin menyebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media, memastikan perintah itu. Juru bicara kementerian pertahanan Jepang menolak memberikan tanggapan.

Peluncur peluru kendali Patriot di lahan Kementerian Pertahanan Jepang mengatur larasnya ke sikap siap luncur.

Pejabat pertahanan Korea Selatan menolak untuk memberikan komentar terkait misil tipe apa yang kemungkinan akan diluncurkan, namun pejabat Kantor Berita Yonhap Korea Selatan mengatakan bahwa kemungkinan itu merupakan sebuah misil Musudan yang memiliki jangkauan menengah.

"Kami melacak adanya pertanda dan sedang memantaunya. Kami siaga penuh," kata pejabat Korea Selatan itu, yang tidak ingin menyebutkan namanya.

Di Amerika Serikat, Gedung Putih menolak berbicara dan Pentagon tidak menanggapi permintaan serupa.

Korea Utara melakukan uji coba peluncuran misil Musudan selama tiga kali pada April namun gagal, menurut para pejabat Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Jepang menyiagakan pasukan anti-misil balistiknya setidak-tidaknya dua kali pada tahun ini setelah melacak adanya tanda-tanda peluncuran dari Korea Utara.

Uji nuklir dan misil Korea Utara pada tahun ini memicu sejumlah sanksi baru PBB. Namun, mereka tampak masih mendorong program persenjataan mereka meskipun adanya sejumlah sanksi dan ketidaksetujuan dari sekutu mereka satu-satunya, China.

Pada Jumat, pemimpin G7, termasuk Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, bertemu di Jepang dan menuntut Korea Utara untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan seluruh uji coba nuklir dan misil serta menahan diri untuk tidak melakukan provokasi.

Pada hari sama, Korea Utara mengancam membalas dendam kepada Korea Selatan setelah mereka menembakkan yang disebut tembakan peringatan, saat sejumlah kapal Korea Utara menyeberangi perbatasan laut sengketa di lepas pantai barat Semenanjung Korea.

Jepang memiliki kapal mutakhir, Aegis, yang dittempatkan di Laut Jepang, memiliki kemampuan untuk melacak sasaran ganda dan dipersenjatai dengan misil SM-3 yang dirancang untuk menghancurkan hulu ledak di angkasa sebelum masuk kembali ke atmosfir.

Sejumlah peluncur peluru kendali PAC-3, yang dirancang untuk mengenai hulu ledak dekat tanah, ditempatkan di sekitar Tokyo dan sejumlah tempat lain sebagai garis pertahanan kedua dan terakhir. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kim Jong-un Gelar Sayembara Cari Jodoh buat Adik Perempuannya

Kim Jong-un Gelar Sayembara Cari Jodoh buat Adik Perempuannya

News | Rabu, 25 Mei 2016 | 16:30 WIB

Usul Donald Trump Bertemu Kim Jong Un Ditolak Mentah-mentah

Usul Donald Trump Bertemu Kim Jong Un Ditolak Mentah-mentah

News | Selasa, 24 Mei 2016 | 12:38 WIB

Sebut Ancaman Rudal Korut "Rendahan", Obama: Kami Punya "Perisai"

Sebut Ancaman Rudal Korut "Rendahan", Obama: Kami Punya "Perisai"

News | Selasa, 26 April 2016 | 19:28 WIB

Korut Siap Hentikan Ambisi Senjata Nuklir dengan Satu Syarat

Korut Siap Hentikan Ambisi Senjata Nuklir dengan Satu Syarat

News | Senin, 25 April 2016 | 06:15 WIB

Sempat Gagal, Korea Utara Klaim Uji Coba Rudal Kapal Selam Sukses

Sempat Gagal, Korea Utara Klaim Uji Coba Rudal Kapal Selam Sukses

News | Minggu, 24 April 2016 | 06:25 WIB

Rayakan Ultah Pendiri Negara, Korut Luncurkan Rudal, Namun Gagal

Rayakan Ultah Pendiri Negara, Korut Luncurkan Rudal, Namun Gagal

News | Jum'at, 15 April 2016 | 09:50 WIB

"Panama Papers" Ungkap Sosok di Balik Pendanaan Nuklir Korut

"Panama Papers" Ungkap Sosok di Balik Pendanaan Nuklir Korut

News | Rabu, 06 April 2016 | 14:45 WIB

Korea Utara Resmi Tutup Facebook, Twitter dan YouTube

Korea Utara Resmi Tutup Facebook, Twitter dan YouTube

News | Sabtu, 02 April 2016 | 10:09 WIB

Korut Dilaporkan Kembali Tembakkan Rudal Jarak Pendek

Korut Dilaporkan Kembali Tembakkan Rudal Jarak Pendek

News | Selasa, 29 Maret 2016 | 17:19 WIB

Korut Serang Washington dengan Nuklir di Video Propaganda

Korut Serang Washington dengan Nuklir di Video Propaganda

News | Minggu, 27 Maret 2016 | 07:38 WIB

Terkini

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:56 WIB

Menaker Yassierli Dorong Model Kemitraan Inklusif Lewat Program Mudik Bersama

Menaker Yassierli Dorong Model Kemitraan Inklusif Lewat Program Mudik Bersama

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:49 WIB

Aktivis LP3ES Kecam Penyiraman Air Keras Kepada Andrie Yunus: Alarm Pembungkaman Demokrasi

Aktivis LP3ES Kecam Penyiraman Air Keras Kepada Andrie Yunus: Alarm Pembungkaman Demokrasi

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:48 WIB

Panas Ekstrem Diduga Picu Kebakaran di Kramat Jati

Panas Ekstrem Diduga Picu Kebakaran di Kramat Jati

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:44 WIB

Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei

Siapa Esmaeil Khatib, Ahli Fiqih Islam dan Menteri Intelijen Iran yang Dekat dengan Ali Khamenei

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:30 WIB

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:29 WIB

Pembalap Indonesia WorldSSP Aldi Satya Mahendra Jadi Korban Tabrak Lari di Yogyakarta

Pembalap Indonesia WorldSSP Aldi Satya Mahendra Jadi Korban Tabrak Lari di Yogyakarta

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:10 WIB

1.506 Narapidana dan Anak Binaan Dapat Remisi Nyepi 2026, 4 Langsung Bebas

1.506 Narapidana dan Anak Binaan Dapat Remisi Nyepi 2026, 4 Langsung Bebas

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:06 WIB

Waspada Penipuan! KPK Bantah Ada WA kepada Pimpinan Badan Usaha dari Deputi Korsup

Waspada Penipuan! KPK Bantah Ada WA kepada Pimpinan Badan Usaha dari Deputi Korsup

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:59 WIB

Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib

Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:51 WIB