Gunung Kerinci Terus Keluarkan Asap Tebal

Ardi Mandiri Suara.Com
Minggu, 05 Juni 2016 | 00:12 WIB
Gunung Kerinci Terus Keluarkan Asap Tebal
Gunung Kerinci semburkan asap tebal. (dok. BPBD Prov Jambi)

Suara.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Gunung Kerinci masih terus mengeluarkan asap tebal.

Gunung Kerinci mulai tampak meningkat aktivitasnya setelah gempa 6,5 skala Richter di barat daya pesisir selatan dirasakan hingga Jambi, Riau dan Singapura pada Kamis (2/6).

"Setelah Gempa aktivitas Gunung Kerinci meningkat dibandingkan sebelumnya. Sejak Jumat (3/6) teramati tinggi asap kelabu lebih kurang 400 meter hingga 500 meter dengan tekanan kuat condong ke timur dan barat," kata Sutopo melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Menurut pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terjadi getaran tremor terus menerus dengan amplitudo 0,5 milimeter hingga 2 milimeter dominan 1 milimeter.

Sutopo mengatakan amplitudo tersebut tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan letusan Gunung Bromo atau Gunung Raung yang mencapai sekitar 30 milimeter.

"Artinya letusan yang terjadi tidak terlalu besar dan mengkhawatirkan," jelasnya.

Letusan Gunung Kerinci menyebabkan hujan abu tipis di Desa Sungai Sikai dan Desa Tangkil di Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dengan ketebalan sekitar 0,01 milimeter hingga 0,05 milimeter.

Letusan berlangsung puluhan kali dan terus menerus. Tidak ada peningkatan status, sehingga status gunung tetap Waspada atau tingkat II. Status itu ditetapkan sejak 9 September 2007 hingga sekarang.

Rekomendasi PVMBG adalah masyarakat di sekitar Gunung Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Kerinci dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah aktif. Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius bahaya yaitu kawasan rawan bencana (KRB) III.

"Mengingat Gunung Kerinci adalah gunung tertinggi di Sumatera, yaitu 3.805 meter di atas permukaan laut, maka sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih dapat terjadi abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur terbang," tutur Sutopo.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Belum perlu ada pengungsian karena zona merah yang ditetapkan masih dalam radius 3 kilometer, sementara permukiman terdekat berada sekitar 8 kilometer dari puncak kawah.

"Masyarakat tetap aman dan dapat melakukan aktivitas sehari-sehari. BPBD Kabupaten Kerinci dan BPBD Provinsi Jambi beserta unsur lain telah menyiapkan rencana kontinjensi menghadapi erupsi Gunung Kerinci bila sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI