Jokowi: Kejar 35.000MW atau Masih Akan Ada Keluhan "Byar pet"

Ruben Setiawan

Minggu, 05 Juni 2016 | 22:41 WIB
Jokowi: Kejar 35.000MW atau Masih Akan Ada Keluhan "Byar pet"
Presiden Jokowi berpidato dalam acara The 7th Asian Leadership Conference di The Shilla Hotel, Seoul, Korea Selatan, Selasa (17/5/2016). [Biro Pers Istana/Rusman]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemukan adanya sejumlah proyek pembangkit listrik yang berhenti dan terbengkalai dalam kunjungan ke beberapa daerah pada awal Juni 2016.

Dalam kunjungan ke daerah itu Presiden Jokowi menemukan beberapa proyek pembangkit listrik yang mangkrak. Proyek tersebut antara lain di Gorontalo Utara dan Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat.

Proyek pembangkit listrik di Gorontalo Utara berkapasitas 2x25 MW sudah dibangun sejak tahun 2007 dan dana negara yang sudah digunakan mencapai Rp396 miliar. Pengerjaan proyek itu sudah mencapai 47 persen dan PLN menjanjikan proyek itu dapat diselesaikan pada akhir 2017.

Sementara yang di Mempawah adalah proyek "mobile power plant (MPP)" berkapasitas 2x50 MW yang sudah mangkrak sekitar 7-8 tahun dan dana negara yang sudah digunakan mencapai sekitar Rp1,5 triliun.

Presiden Jokowi meminta agar proyek pembangkit listrik yang hingga saat ini mangkrak diselesaikan.

"Sebelum masuk ke tempat ini, saya ingin memastikan MPP 2x50 MW yang mangkrak bisa diselesaikan, dengan biaya Rp1,5 triliun, kalau tidak bisa dipakai bisa dibayangkan. Setiap masalah harus diselesaikan. Tahun ini harus selesai, janji Dirut PLN akhir Desember 2016 ini selesai," kata Jokowi.

Presiden menyebutkan selain proyek MPP di Kalbar yang mangkrak, ada beberapa proyek MPP lain yang juga mangkrak dengan penyebab yang bermacam-macam.

Sementara itu Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Persero (PLN) Sofyan Basir menyatakan akan segera mencari solusi terkait adanya puluhan proyek pembangkit listrik yang mangkrak di berbagai daerah.

"Kami akan segera kejar, kami akan cari sumber permasalahannya, dan kami carikan solusi," kata Dirut PLN Sofyan Basir di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo, Jumat (3/6).

Ia menyebutkan sejumlah proyek pembangkit itu sudah mangkrak sejak lama, padahal dirinya menjadi Dirut PLN baru sekitar setahun. "Jumlahnya banyak, puluhan, PLN akan mencarikan model solusi yang tepat," katanya.

Kebutuhan Mendesak Menurut Presiden Jokowi, penyediaan tenaga listrik di Indonesia tidak bisa ditunda-tunda lagi dalam upaya perbaikan kondisi ekonomi. Menurut dia, tidak bisa investor yang mau masuk disuruh nunggu dulu hingga ada listrik. Mereka akan pindah ke tempat lain yang lebih siap.

Presiden mengatakan semua sektor membutuhkan listrik baik itu industri, manufaktur, pariwisata dan rumah tangga. Akan percuma jika hal lain diperbaiki, namun energi listrik tidak tersedia dengan cukup.

"Yang 35.000 MW, dengan cara apapun harus dikejar, kalau tidak masih akan ada keluhan 'byar pet'," kata Presiden Jokowi dalam sambutan peresmian pembangunan pembangkit listrik regional Sumatera di proyek MPP Air Anyir Bangka, Babel, Rabu (2/6).

Sampai akhir 2015, realisasi listrik 35.000 MW adalah sebanyak 17.300 power purchasing agreement (PPA) sudah ditandatangani dan 8.000 MW sudah dimulai pengerjaannya (ground breking.

"Sisanya kombinasi antara investor dengan PLN, seperti di sini yang bisa mempercepat," kata Jokowi.

PPA merupakan perjanjian jual beli tenaga listrik antara perusahaan produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) dan PLN. IPP merupakan perusahaan produsen listrik swasta yang dibentuk oleh konsorsium untuk melakukan perjanjian PPA dengan PLN.

Sementara itu dalam kunjungan kerja ke daerah pada awal Juni 2016, Presiden Jokowi meresmikan sejumlah proyek pembangkit listrik. Di Bangka Belitung, Presiden meresmikan dimulainya pembangunan pembangunan sejumlah pembangkit listrik MPP berkapasitas 350 Mega Watt (MW) yang akan memperkuat sistem kelistrikan Regional Sumatera.

Keenam pembangkit MPP tersebut terdiri dari MPP Bangka 2x25 MW, MPP Belitung 1x25 MW, MPP Paya Pasir Medan 3x25 MW, MPP Nias 1x25 MW, MPP Aur Duri Riau 3x 25 MW, MPP Tarahan Lampung 4x25 MW.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyatakan bahwa sesuai dengan nawacita yang dituangkan dalam program 35.000 MW, pemilihan pembangkit jenis MPP (berbahan bakar gas) untuk percepatan rasio elektrifikasi di Regional Sumatera dirasa tepat, mengingat waktu pembangunan pembangkit MPP yang nisbi singkat.

Lebih dari itu, pembangkit itu juga lebih ramah lingkungan. Keenam pembangkit itu ditargetkan akan beroperasi pada akhir tahun 2016.

Sistem Sumatera Bagian Utara memiliki beban puncak saat ini sebesar 2.090 MW dan daya mampu sebesar 2.327 MW dengan cadangan daya 237 MW atau sekitar 11 persen. Sementara sistem Sumatera Bagian Selatan dan Tengah, beban puncaknya adalah 2.041 MW dan daya mampu pembangkit 2.827 MW dengan cadangan daya 426 MW atau sekitar 15 persen.

Pada 2017 diharapkan sistem Sumatera sudah terhubung dengan jaringan 275 kilo-Volt (kV) dan dengan mulai beroperasinya pembangkit-pembangkit baru diprediksi cadangan listrik bisa mencapai 32 persen.

Selanjutnya, diharapkan dengan penambahan 11.000 MW pembangkit baru program 35.000 MW serta jaringan transmisi 500 kV yang menghubungkan Sumatera Selatan dan Sumatera Utara sampai Aceh sepanjang 1.300 kilometer (km) yang diharapkan bisa selesai pada 2019, sistem Sumatera semakin kuat dan dapat melayani semua pelanggan, termasuk pelanggan besar dan industri, serta menaikkan rasio elektrifikasi 86 persen pada 2016 menjadi 98 persen pada 2019.

Untuk itu, lanjutnya, diharapkan adanya cadangan daya untuk Sumatera, yakni sebesar 1.615 MW. Sementara untuk Lampung, target kami untuk daya pasok sebesar 1.068 MW, dan diharapkan adanya cadangan daya hingga 172 MW.

Sementara itu, enam pembangkit MPP berkapasitas 350 MW itu akan disebar ke seluruh Regional Sumatera. Untuk Wilayah Bangka dan Belitung, bertambahnya tiga MPP dengan total kapasitas 75 MW akan memperkuat sistem kelistrikan Bangka Belitung.

Adapun daya mampu pada sistem kelistrikan Bangka saat ini adalah 142 MW, sedangkan beban puncak rata-ratanya sebesar 130 MW. Sementara itu, daya mampu Belitung saat ini adalah 42 MW dengan beban puncak rata-rata 36 MW.

Bertambahnya kapasitas pembangkit ini akan membuat pasokan listrik di Bangka dan Belitung semakin andal, di mana jika ada pemeliharaan terhadap salah satu pembangkit, pasokan listrik masih mencukupi.

Dalam kunjungannya ke Aceh, Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun di Lhokseumawe. PLTMG Arun dapat mencukupi sebagian besar kebutuhan listrik di Provinsi Aceh da Sumut.

PLTMG Arun mempunyai kapasitas 184 MW dan terhubung dengan Sub-Sistem Sumatera Bagian Utara.

Di Kalbar, Presiden Jokowi meresmikan dimulainya pembangunan MPP Mempawah Kalbar 4x25 MW sebagai bagian dari Program 35.000 MW dan peresmian pengoperasian PLTU Ketapang 2 x 10 MW yang masuk dalam sistem 20 Kv.

Presiden Jokowi berharap MPP Mempawah yang dikerjakan mulai Mei 2016 tersebut dapat diselesaikan dan beroperasi pada September 2016.

"Dua pembangkit di Kalbar ini nantinya akan memberi tamabahan listrik yang cukup besar," katanya.

Presiden juga menyebutkan sebentar lagi akan ada kerja sama PT Antam dengan negara lain dalam industri bauksit di Kalbar yang memerlukan dukungan pasokan listrik.

Sementara di Gorontalo, Presiden meresmikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo berkapasitas 4x25 MW. PLTG itu berlokasi di Jalan Trans Sulawesi Desa Maleo Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. PLTG itu merupakan bagian dari target pembangunan tenaga listrik 35.000 MW.

Peresmian dimulainya pembangunan (ground breaking) proyek PLTG itu sudah dilakukan pada 10 September 2015 dan dapat diselesaikan kurang dari enam bulan.

PLTG Gorontalo telah melayani masyarakat sejak 11 April 2016. Masuknya sistem PLTG Gorontalo itu menjadi jawaban kebutuhan listrik wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo khususnya Gorontalo dan meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 84,4 persen.

Saat ini beban puncak listrik pada sub sistem kelistrikan Gorontalo adalah 85 MW dengan jumlah pelanggan hingga akhir Mei 2016 mencapai 235.000 pelanggan. Dengan beroperasinya PLTG Gorontalo akan membantu dalam memenuhi permintaan pelanggan baru hingga 35.000 pelanggan di seluruh Provinsi Gorontalo.

Presiden Jokowi meminta agar PLN mendiversifikasikan bahan bakar atau tenaga penggerak pembangkit listrik sehingga sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Namun menurut Presiden Jokowi, untuk mengejar penyediaan pasokan listrik di daerah yang sangat kekurangan listrik maka gas merupakan cara paling cepat.

"Dari yang ada di Lhokseumawe Aceh, Bangka Belitung, Mempawah dan Pontianak, bisa kita simpulkan bahwa untuk mengejar kekurangan yang mendesak, baik permintaan dari industrinya, dari hotel, atau juga dari masyarakat, pengerjaan yang paling cepat adalah PLTG," katanya.

Ia menyebutkan pengerjaan pembangkit listrik dengan bahan bakar gas memerlukan waktu tujuh hingga delapan bulan dari konstruksi hingga pemasangan mesin. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahlil Bongkar Perintah Jokowi 4 Hari Setelah Dilantik: Larang Ekspor Bijih Nikel Tanpa Rapat

Bahlil Bongkar Perintah Jokowi 4 Hari Setelah Dilantik: Larang Ekspor Bijih Nikel Tanpa Rapat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Prabowo Ungkap Kesaktian Bahlil Bikin Ketawa Jokowi: Orang Solo Itu Susah Ketawa Tapi Beliau Bisa

Prabowo Ungkap Kesaktian Bahlil Bikin Ketawa Jokowi: Orang Solo Itu Susah Ketawa Tapi Beliau Bisa

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Sempat Menang Eksepsi, Sidang Dakwaan Baru dr. Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Ditunda karena Ini

Sempat Menang Eksepsi, Sidang Dakwaan Baru dr. Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Ditunda karena Ini

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:28 WIB

Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan

Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir

Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Jokowi Dinobatkan sebagai Sesepuh oleh 9 Raja Timor

Jokowi Dinobatkan sebagai Sesepuh oleh 9 Raja Timor

Video | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya

Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:43 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat, Gugat Pencekalan di Kasus Dugaan Ijazah Jokowi

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat, Gugat Pencekalan di Kasus Dugaan Ijazah Jokowi

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Bukan Pidana, Eks Hakim Agung Beberkan Alasan Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Harus Diuji di PTUN

Bukan Pidana, Eks Hakim Agung Beberkan Alasan Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Harus Diuji di PTUN

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Pesan Jokowi ke Kader PSI: Jangan Dikit-Dikit ke Solo

Pesan Jokowi ke Kader PSI: Jangan Dikit-Dikit ke Solo

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×