Suara.com - Melalui akun Twitternya, musisi yang berhasrat menjadi gubernur Jakarta, Ahmad Dhani, kembali melontarkan pernyataan mengejutkan. Ahmad Dhani bilang ingin mendatangi Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto, hari ini, Senin (6/6/2016).
Ahmad Dhani tidak terima dengan sikap Kapolda yang akan menindaknya menyusul demonstrasi bersama aktivis Ratna Sarumpaet dan ratusan orang di depan kantor KPK pada Kamis (2/6/2016), lalu. Demo yang sempat menciptakan kemacetan arus lalu lintas hari itu untuk menuntut KPK segera menetapkan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi tersangka kasus Rumah Sakit Sumber Waras.
"Besok senen jam 10.00 WIB sy akan ke Polda Metro Jaya cari Kapolda yg katanya mau mempidanakan AhmadDhani.Tlg info ke Kapolda spy jgn kmn2," tulis Ahmad Dhani di Twitter.
Ahmad Dhani sampai beberapa kali menulis cuitan yang intinya hampir sama, untuk meluapkan kekecewaannya kepada Kapolda, tetapi dalam versi Jawa Timur-an.
"Atau besok senen sy datang ke kantor mu...tak parani ae nggon mu jam 10.00 WIB jgn kemana mana,entenono Kapolda Metro Jaya. Ojo nang endi2," tulis Ahmad Dhani.
Ahmad Dhani -- musisi yang dekat dengan sejumlah petinggi partai politik -- menantang Kapolda untuk mempidanakannya. Dia meminta Kapolda jangan tidak perlu banyak bicara.
"Utk Kapolda Metro Jaya...kalo mau mempidanakan saya ga usah ngoceh2...langsung tangkap saja...saya tunggu di mana saja...kapan saja," tulis Ahmad Dhani.
Di cuitan sebelumnya, dia mengutip laporan Badan Pemeriksa Keuangan soal indikasi Ahok merugikan negara dibiarkan saja, giliran Ahmad Dhani unjuk rasa akan dipidanakan.
"Kapolda Metro mau mempidanakan AhmadDhani??? Gubernur yg merugikan Negara menurut laporan BPK itu koen meneng ae cuk...," kata Ahmad Dhani.
Ahmad Dhani dan Polda Metro Jaya ribut sejak Kamis lalu ketika truk tronton dan delapan anak buahnya diamankan Polda Metro Jaya menjelang konser bertajuk Panggung Rakyat Tangkap Ahok di gedung KPK. Gara-gara itu, konser batal.
Polisi mengamankan tronton berisi alat-alat, seperti alat musik, agar jangan sampai konser membuat arus lalu lintas macet. Lagipula, menurut polisi, konser tersebut belum mengantongi izin.
Hari itu, dia dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti juga sempat ribut.
Ahmad Dhani mengaku sebelum truk tronton diamankan, dia ditelepon Krishna Murti terkait rencana unjuk rasa di gedung KPK. Menurut Dhani, Krishna melarang demo atas instruksi Presiden Joko Widodo.
"Saya kemarin ditelepon Dirkrimum. Pak Dir bicara ke saya, katanya, instruksi Presiden, nggak boleh demo di KPK," kata Ahmad Dhani.
Tetapi belakangan, Krishna membantah mencatut nama Jokowi ketika mengingatkan Ahmad Dhani. Setelah menjelaskan duduk masalahnya, Krishna memilih memaafkan Ahmad Dhani ketimbang memperkarakannya.