Sebut Wartawan Pantas Dibunuh, Duterte Dikritik PBB

Madinah | Suara.com

Rabu, 08 Juni 2016 | 13:43 WIB
Sebut Wartawan Pantas Dibunuh, Duterte Dikritik PBB
Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte. [REUTERS/Lean Daval]

Suara.com - Seminggu sebelum duduk di kursi orang nomor satu Filipina, presiden terpilih Rodrigo Duterte ditampar pernyataan duta jurnalis PBB Cristof Heyns. Duterte dianggap tak bertanggung jawab dan tak diterima jurnalis Filipina karena menjadikan profesi wartawan sebagai target hukumnya.

Hal tersebut terkait pernyataan Duterte yang mengancam akan menghukum mati jurnalis jika terlibat dalam kejahatan korupsi.

"Komentarnya sangat tak bertanggung jawab dan ekstrim, dan tak bisa diterima oleh pemimpin manapun," kata Cristof.

"Pesan dalam pernyataan Duterte berisikan kekerasan dan pembunuhan. Padahal Filipina merupakan negara paling mematikan bagi wartawan di seluruh dunia," lanjutnya.

Sebelumnya, Duterte mengancam akan membunuh wartawan yang dianggap melakukan pelanggaran berat di bawah kepemimpinannya nanti.

"Sebagian besar yang dibunuh, sejujurnya, sudah melakukan pelanggarana. Kalian tidak akan dibunuh jika tak melakukan kesalahn," katanya waktu itu.

Seperti diketahui, 7 orang wartawan terbunuh pada 2015 lalu di Filipina. kejadian ini menempatkan Filipina sebagai negara keemapt paling rawan bagi pekerja media.

"Hanya karena kamu wartawan lalu kamu bisa terbebas dari hukuman mati?," tegas Duterte. Duterte kemudian mencontohkan kasus jurnalis Jun pala, yang dibunuh di Davao pada 2003 silam.

"Contohnya ada Pala. Bukan saya mau mengungkit-ungkit, tapi dia memang pantas mati," tandas Duterte. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Sandera Abu Sayyaf Minta Duterte Segera Serahkan Uang Tebusan

3 Sandera Abu Sayyaf Minta Duterte Segera Serahkan Uang Tebusan

News | Rabu, 25 Mei 2016 | 00:31 WIB

Presiden Filipina: Hukum Gantung Lebih Manusiawi

Presiden Filipina: Hukum Gantung Lebih Manusiawi

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 18:42 WIB

Menangi Pemilu, Duterte akan Berlakukan Hukuman Gantung

Menangi Pemilu, Duterte akan Berlakukan Hukuman Gantung

News | Senin, 16 Mei 2016 | 12:21 WIB

Terkini

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:28 WIB

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:24 WIB

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:16 WIB

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:13 WIB

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:04 WIB

Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat

Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:01 WIB

RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya

RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:51 WIB

Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi

Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:36 WIB

Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas

Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:21 WIB

Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia

Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:10 WIB