Array

Presiden Filipina: Hukum Gantung Lebih Manusiawi

Ruben Setiawan Suara.Com
Selasa, 17 Mei 2016 | 18:42 WIB
Presiden Filipina: Hukum Gantung Lebih Manusiawi
Presiden Filipina terpilih Rodrigo Duterte. (Reuters)

Suara.com - Presiden Filipina terpilih Rodrigo Duterte berjanji akan mengesahkan kebijakan hukuman mati dengan tiang gantungan bagi para pelaku kriminal. Duterte juga memberikan polisi hak tembak di tempat bagi pelanggar hukum.

Saat memberikan komentar pertamanya kepada wartawan usai memenangkan pemilihan presiden 9 Mei lalu, Duterte mengatakan, "Apa yang akan saya lakukan adalah mendesak Kongres untuk mengesahkan kembali hukum mati di tiang gantungan".

Duterte mengatakan, ia lebih memilih eksekusi mati dengan tiang gantungan ketimbang regu tembak. Duterte beralasan, ia tidak ingin membuang-buang peluru. Menurutnya, menghukum mati penjahat dengan cara menggantung lebih manusiawi.

Eksekusi mati akan diberikan dalam sejumlah kasus seperti penyalahgunaan narkotika, pembunuhan, pemerkosaan, dan perampokan.

Hukuman mati sudah dihapuskan di Filipina pada tahun 2006 oleh presiden yang berkuasa saat itu, Gloria Arroyo.

Duterte, yang dijuluki sebagai "Sang Penghukum" karena ketegasannya menumpas kejahatan saat menjadi wali kota Davao, berjanji akan memberikan pasukan keamanan hak untuk melakukan tembak di tempat.

"Jika Anda menolak, menunjukkan perlawanan dengan kekerasan, maka perintah saya kepada polisi adalah tembak di tempat," kata Duterte seperti dikutip AFP.

"Tembak di tempat untuk kejahatan terorganisir. Anda dengat itu? Tembak di tempat untuk setiap kejahatan terorganisir," sambungnya.

Sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia menduga, lebih dari 1.000 orang tewas di tangan "pasukan pembunuh" Duterte saat dirinya menjadi wali kota Davao. Bahkan, oleh mereka, Duterte dilabeli sebagai "Wali Kota pasukan pembunuh" pada tahun 2015.

Sebelumnya, ia bertekad untuk membunuh para kriminal lalu membuang mayatnya di Teluk Manila untuk menggemukkan ikan yang hidup di perairan tersebut.

Duterte juga dijuluki "Duterte Harry", meminjam nama karakter film yang diperankan bintang Hollywood lawas, Clint Eastwood, "Dirty Harry". Tak cuma itu, pernyataannya yang kerap dihiasi kata-kata kasar, membuatnya dipanggil "Donald Trump dari Timur". Duterte akan diambil sumpahnya sebagai presiden pada 30 Juni mendatang. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI