Hadapi Penjahat, Polisi Boleh Menembak, Asalkan ...

Siswanto | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Minggu, 12 Juni 2016 | 15:30 WIB
Hadapi Penjahat, Polisi Boleh Menembak, Asalkan ...
Ilustrasi pistol (Shutterstock)

Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan anggota kepolisian memiliki kewenangan menembak pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan masyarakat dan petugas.

"Kita punya SOP, kita sudah punya standar, ada prosedur, ada aturan, dalam keadaan terpaksa kita diperkenankan melakukan penembakan. Kemudian dalam rangka melindungi harta benda jiwa orang lain, masyarakat yang harus kita lindungi nggak ada masalah kita lakukan penembakan," kata Awi di Polda Metro Jaya, Minggu (12/6/2016).

Pernyataan Awi menyusul baku tembak yang terjadi di Jalan Bakti, Pinang, Cipondoh Tangerang Kota, pada Jumat (10/6/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Ketika itu, Bripka Saefudin tertembak di bagian perut. Sedangkan rekannya, Aiptu Gofur, tertembak di tangan kiri. Sementara dua bandit yang ketahuan akan mencuri sepeda motor tewas dalam peristiwa itu.

Awi mengingatkan saat ini pelaku kejahatan sering nekat saat menjalankan aksi. Bahkan, sebagian besar di antara mereka membawa senjata api. Itu sebabnya, aparat keamanan tidak segan-segan mengambil tindakan tegas apabila mereka mulai melawan.

"Ya seperti (kasus) demikian nggak mungkin kami tidak tindak tegas karena membawa senjata yang bisa membawa masyarakat dan membahayakan anggota kita sendiri. Anggota kita juga terluka juga kan," katanya.

Senjata api rakitan

Pesatnya perkembangan teknologi informasi membuat pelaku kejahatan mudah mempelajari cara merakit senjata api sendiri. Hal ini yang kemudian sulit mengontrol berapa banyak senjata api di tengah masyarakat.

"Ya rekan-rekan tahu sendiri yang begitu, dalam perkembangannya masyarakat kita ini ternyata para pelaku kejahatan sudah pandai merakit senjata," kata Awi.

Awi menyontohkan senjata api yang dipakai bandit di Tangerang, sekilas seperti asli, padahal sebenarnya rakitan.

"Seperti jenis revolver yang kemarin. Kasat mata mirip, tapi kan itu rakitan, rakitan kan manual ya bukan seperti senjata kita yang semi automatis itu," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saat Baku Tembak dengan Bandit, Bripka Saefudin Tak Pakai Rompi

Saat Baku Tembak dengan Bandit, Bripka Saefudin Tak Pakai Rompi

News | Minggu, 12 Juni 2016 | 15:04 WIB

Begini Kondisi Bripka Saefudin Usai Perutnya Ditembak Bandit

Begini Kondisi Bripka Saefudin Usai Perutnya Ditembak Bandit

News | Minggu, 12 Juni 2016 | 14:52 WIB

Showroom Cilandak Ditembaki, Semua Lamborghini Tak Ada yang Lecet

Showroom Cilandak Ditembaki, Semua Lamborghini Tak Ada yang Lecet

News | Minggu, 12 Juni 2016 | 14:10 WIB

Misteri Showroom Lamborghini Cilandak Ditembaki, CCTV Diperiksa

Misteri Showroom Lamborghini Cilandak Ditembaki, CCTV Diperiksa

News | Minggu, 12 Juni 2016 | 13:33 WIB

Showroom Lamborghini Cilandak Ditembaki, Proyektil Diteliti

Showroom Lamborghini Cilandak Ditembaki, Proyektil Diteliti

News | Minggu, 12 Juni 2016 | 12:17 WIB

Terkini

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB