Jokowi Anggap Kritik SBY seperti Obat Kuat

Siswanto, Erick Tanjung

Selasa, 14 Juni 2016 | 16:31 WIB
Jokowi Anggap Kritik SBY seperti Obat Kuat
Presiden Joko Widodo didampingi Mendagri Tjahjo Kumoo dan Mensesneg Pramono Anung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/6). (Antara)

Suara.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kritikan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kritikan Yudhoyono diibaratkan sebagai obat kuat agar kinerja menjadi makin baik.

"Kritik itu adalah menjadi obat kuat, semua pemerintahan itu menjadi kuat kalau ada yang mengkritik, sehingga dengan demikian kritik adalah merupakan obat kuat bagi pemerintahan ini," kata Pramono kepada wartawan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Dia menegaskan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla terbuka untuk dikritik.

"Kami melihat dari perspektif yang positif, karena pemerintahan ini betul-betul bukan pemerintahan antikritik, bahkan kami mengharapkan untuk dikritik. Semakin dikritik, semakin disayangi, maka kritik tadi obat membuat pemerintahan ini makin kuat," ujar dia.

Pramono menilai kritikan Yudhoyono yang disampaikan di hadapan publik sebagai pertanda baik.

"Sebab kalau ada diskursus di publik itu akan menjadi baik. Publik akan melihat bahwa kritik itu apakah benar-benar bertujuan untuk (membangun atau tidak). Tetapi saya tanya secara langsung kepada Bapak Presiden, beliau hanya tersenyum dan dengan senang hati menerima kritik tersebut, karena memang masih banyak dalam pemerintahan ini memerlukan perbaikan. Jadi nggak perlu anti kritik, kami malah senang dikritik, kalau perlu yang mengkritik lebih banyak lebih baik," tutur dia.

Persoalan apakah masukan Yudhoyono akan ditindaklanjuti atau tidak, kata Pramono, akan dipelajari dulu.

"Kalau masukan perlu diperbaiki ya bisa sesuai dengan kebijakan, kami perbaiki. Tujuh poin (kritik SBY), kami anggap semuanya baik," kata dia.

Kritikan Yudhoyono disampaikan beberapa waktu lalu ketika menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama di Cikeas, Jawa Barat. Dia mencatat tujuh hal yang harus dibenahi oleh pemerintah agar tak membawa implikasi buruk bagi masa depan bangsa.

Yudhoyono mengatakan dalam situasi ekonomi sekarang, ada permasalahan mengenai lemahnya pertumbuhan ekonomi dan rendahnya daya beli masyarakat. Dia menilai hal ini harus menjadi prioritas perbaikan pemerintah.

Selain itu, dia mengatakan persoalan lonjakan harga kebutuhan pokok menjadi salah satu alasan mengapa daya beli masyarakat menjadi merosot. Dia mengatakan seharusnya pemerintah dapat mencari solusi atas masalah tersebut.

"Khusus terkait kenaikan sejumlah komoditas pangan di bulan Ramadan, sebenarnya bisa diambil langkah-langkah yang proaktif, karena hukum ekonomi memang begitu adanya," kata Yudhoyono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Lima Alasan Petani Tembakau Tolak Aksesi FCTC

Ini Lima Alasan Petani Tembakau Tolak Aksesi FCTC

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2016 | 16:04 WIB

Terkini

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 07:13 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:11 WIB

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

×