Jembatan Kokok Lombok Roboh Karena Konstruksi Buruk

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 16 Juni 2016 | 03:23 WIB
Jembatan Kokok Lombok Roboh Karena Konstruksi Buruk
Ilustrasi jembatan roboh. (Shutterstock)

Suara.com - Dinas Pekerjaan Umum Nusa Tenggara Barat mengatakan ambruknya jembatan Kokok Tojang Desa Sekarteja, Lombok Timur kemungkinan diakibatkan kesalahan metode kerja. Jembatan itu ambruk pekan lalu.

"Kalau dilihat dari gambar yang kami dapatkan, jelas ada kekeliruan, mulai metode kerja, pemasangan perancah atau tiang penyangga jembatan. Sehingga saat pengecoran jembatan tiang-tiang yang terpasang tidak kuat menahan beban, sehingga ambruk," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nusa Tenggara Barat Wedha Magma Ardi di Mataram, Rabu (15/6/2016).

Selain kekeliruan dalam metode kerja, kemudian kesalahan pemasangan tiang penyangga, kemungkinan ambruknya jembatan di sebabkan saat pengecoran lantai jembatan atau glagar dilakukan tidak bertahap, namun langsung bersamaan.

"Semestinya, sistem yang digunakan saat mengecor jembatan bertahap bukan langsung seluruh lantai jembatan dicor. Dan ini tidak dikaji oleh para tukang termasuk pengawas," ungkapnya.

Pemkot akan mengatensi Dinas PU Lombok Timur supaya jembatan tersebut segera dioperasionalkan, dengan cara menyiapkan tim khusus Bina Marga untuk membantu supervisi baik dalam perancangan pemasangan perancah serta pengawasan proses pengerjaan supaya tidak terjadi hal serupa.

"Kami sudah kirimkan tim dari Bina Marga Dinas PU Provinsi untuk membantu Dinas Pu Lombok Timur. Sehingga penyelesaikan perbaikan jembatan itu bisa dilakukan," katanya.

Proyek pembangunan jembatan tersebut tidak ada kaitan dengan pengerjaan Dinas PU Provinsi melainkan murni pengerjaan Dinas PU Kabupaten Lombok Timur. Sehingga segala proses termasuk tender urusan dinas setempat.

Hanya saja, dirinya meragukan proses tender jembatan tersebut karena kalau benar-benar dilakukan berdasarkan prosedur yang benar, pasti peristiwa itu kemungkinan tidak akan terjadi.

Di sisi lain ambruknya jembatan itu akibat ada kelalaian dalam pengawasan karena jika pengawasan dilakukan dengan maksimal, jelas tidak akan terjadi. Mengingat dalam urusan proyek konstruksi ada namanya pengawas lapangan, konsultan dan pengawas proyek.

"Tugas pengawas tersebut memastikan rekanan bekerja sesuai kontrak, Sumber Daya Manusia (SDM), material dari proyek, yang tidak kalah penting itu K3. Tetapi, rupanya aktor pengawasan terkesan kurang," jelasnya.

Sebelumnya, akibat ambruknya jembatan "Kokok" (kali) Tojang, di Desa Sekarteja, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Selasa, sekitar pukul 15.00 WITA, sebanyak lima orang dinyatakan tewas dan lainnya mengalami luka berat.

Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Mataram, Ketut Cakra Negara, menyebutkan empat dari lima korban meninggal dunia berasal dari Desa Sekarteja, Kecamatan Selong, masing-masing Khairul Anwar (35), Yus (30), Mul (30), Yasir (19), sedangkan satu orang korban bernama Akmal (45) berasal dari Montong Gamang, Kabupaten Lombok Timur.

Sementara korban yang mengalami luka cukup serius sebanyak lima orang, yakni Zainul (15) warga Desa Sekarteja, Abdul kadir (17), Irfan (50), keduanya asal Pancor Kecamatan Selong, Junaidi (50) asal Majidi Kecamatan Selong, dan Edi (36) asal Penyaong, Kecamatan Masbagik. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jembatan Kokok Lombok Roboh, 5 Orang Tewas

Jembatan Kokok Lombok Roboh, 5 Orang Tewas

News | Rabu, 15 Juni 2016 | 00:23 WIB

Jembatan Penghubung Pulau di Riau Ambruk

Jembatan Penghubung Pulau di Riau Ambruk

News | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 07:18 WIB

Pelajar Korban Jembatan Roboh di Lebak Tak Ikut Ujian

Pelajar Korban Jembatan Roboh di Lebak Tak Ikut Ujian

News | Jum'at, 13 Maret 2015 | 03:32 WIB

360 Jembatan Gantung di Lebak Rusak

360 Jembatan Gantung di Lebak Rusak

News | Jum'at, 13 Maret 2015 | 02:07 WIB

Jembatan Roboh Buyarkan Sesi Foto Pernikahan

Jembatan Roboh Buyarkan Sesi Foto Pernikahan

Video | Rabu, 04 Juni 2014 | 15:10 WIB

 Jembatan Roboh, Ratusan Siswa Garut Absen Sekolah

Jembatan Roboh, Ratusan Siswa Garut Absen Sekolah

News | Rabu, 16 April 2014 | 04:55 WIB

Terkini

Israel Blokir Akses Al Aqsa untuk Pertama Kali Sejak 1967, Ratusan Umat Muslim Gagal Salat Id

Israel Blokir Akses Al Aqsa untuk Pertama Kali Sejak 1967, Ratusan Umat Muslim Gagal Salat Id

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:10 WIB

Malam Takbiran, Masyarakat Mulai Padati Bundaran HI Meski Cuaca Masih Diguyur Hujan

Malam Takbiran, Masyarakat Mulai Padati Bundaran HI Meski Cuaca Masih Diguyur Hujan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:56 WIB

Pabrik Plastik Cengkareng Terbakar Diduga Akibat Lemparan Petasan, Wali Kota Jakbar: Ini Berbahaya

Pabrik Plastik Cengkareng Terbakar Diduga Akibat Lemparan Petasan, Wali Kota Jakbar: Ini Berbahaya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:48 WIB

Prabowo Tiba di Medan, Akan Takbiran di Sumut dan Salat Id di Aceh Tamiang

Prabowo Tiba di Medan, Akan Takbiran di Sumut dan Salat Id di Aceh Tamiang

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:03 WIB

Jabodetabek Berpotensi Dilanda Hujan Petir dan Angin Kencang di Malam Takbiran

Jabodetabek Berpotensi Dilanda Hujan Petir dan Angin Kencang di Malam Takbiran

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:50 WIB

Drama Mudik di Senen: Ditipu Tiket Rp540 Ribu, Pasutri Beruntung Diselamatkan Aksi Cepat Polisi

Drama Mudik di Senen: Ditipu Tiket Rp540 Ribu, Pasutri Beruntung Diselamatkan Aksi Cepat Polisi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:05 WIB

Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer

Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:38 WIB

Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan

Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:33 WIB

Sabu Rp25,9 Miliar Disembunyikan di Ban Towing, Jaringan Narkoba MedanJakarta Dibekuk Saat Mudik

Sabu Rp25,9 Miliar Disembunyikan di Ban Towing, Jaringan Narkoba MedanJakarta Dibekuk Saat Mudik

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:24 WIB

Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut

Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:11 WIB