Isu Duit 30 M Mengalir ke Teman Ahok, Ahok Samakan Sumber Waras

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 16 Juni 2016 | 10:53 WIB
Isu Duit 30 M Mengalir ke Teman Ahok, Ahok Samakan Sumber Waras
Menjelang buka puasa, Rabu (15/6/2016), Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Dahlia, Kramatjati, Jakarta Timur. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sedang mengembangkan penyelidikan kasus suap dari pengembang reklamasi Teluk Jakarta kepada anggota DPRD DKI Jakarta. Di tengah pengembangan kasus, mereka mendapat informasi yang menyebutkan adanya aliran duit dari pengembang kepada relawan Teman Ahok -- komunitas pendukung Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk mau ke pilkada Jakarta melalui jalur non partai politik, yang mencapai Rp30 miliar. KPK siap menerbitkan surat perintah penyelidikan masalah ini.

Ahok yakin informasi tersebut bertujuan untuk membangun opini negatif di tengah masyarakat bahwa Ahok pemimpin yang tidak bersih.

Ahok menyamakan kasus tersebut dengan pembelian lahan lahan untuk Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam kasus Sumber Waras, Ahok disebut-sebut korupsi, tetapi dari hasil penyelidikan KPK dinyatakan tidak ada perbuatan melanggar hukum dalam pembelian lahan.

"Sama kayak kasus Sumber Waras kan, pengen bangkitkan opini ke orang, 'Ahok itu nggak bersih'," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/6/2016).

Ahok percaya masyarakat Jakarta bisa menilai kepemimpinannya selama ini, apakah penuh korupsi atau tidak.

"Ahok punya brand apa sih? apa yang membedakan saya dengan politisi yang umum? Saya bersih, saya berani periksa harta saya, biaya hidup saya, saya berani dorong undang-undang pembuktian harta terbalik pejabat," ujar Ahok.

"Saya selalu katakan, kalau pejabat tidak bisa buktikan harta dari mana tidak boleh jadi pejabat. Kamu nggak pernah dengar pejabat sekelas saya ngomong konsisten dari DPRD, sampai bupati, sampai DPR RI, sampai sekarang," Ahok menambahkan.

Ahok mengatakan kunci memberantas korupsi di pemerintahan ialah tidak boleh ada transaksi tunai.

"Saya sampaikan juga, gaji mesti naikan. Makanya kita lakukan di DKI. Jadi bangun opini itu, jadi merek saya ini pengin dihancurin tahu nggak?" katanya.

Salah satu inisiator Teman Ahok Singgih Widiastono membantahnya.

"Tidak ada," kata Singgih kepada Suara.com, Kamis (16/6/2016).

Singgih mengaku kaget dengan berkembangnya isu tersebut.

"Ini agak aneh, kok kami dibawa-bawa," tutur Singgih.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan sedang menyiapkan surat perintah penyelidikan atas dugaan aliran uang dari pengembang kepada teman Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Singgih mempersilakan penyidik KPK untuk menyelidiki keuangan Teman Ahok. Singgih mengatakan organisasinya sangat terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disebut Terima Duit Rp30 M dari Reklamasi, Ini Jawaban Teman Ahok

Disebut Terima Duit Rp30 M dari Reklamasi, Ini Jawaban Teman Ahok

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 10:39 WIB

Ahok Merasa Difitnah soal Duit Rp30 M ke Teman Ahok

Ahok Merasa Difitnah soal Duit Rp30 M ke Teman Ahok

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 09:44 WIB

Teman Ahok: Pertanda Baik Banyak Partai Dukung Ahok

Teman Ahok: Pertanda Baik Banyak Partai Dukung Ahok

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 05:27 WIB

Hanura Bebaskan Pilihan Jalur Ahok Maju Pilkada DKI

Hanura Bebaskan Pilihan Jalur Ahok Maju Pilkada DKI

News | Rabu, 15 Juni 2016 | 21:55 WIB

Terkini

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

×