Tujuh ABK Disandera, Anggota DPR Minta RI Tekan Filipina

Siswanto, Bagus Santosa

Jum'at, 24 Juni 2016 | 16:33 WIB
Tujuh ABK Disandera, Anggota DPR Minta RI Tekan Filipina
Menlu Retno Marsudi memberikan pernyataan di depan pers mengenai kabar penyanderaan tujuh WNI awak Kapal Charles 001, di Kementrian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (24/6).[Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafidz mengatakan penyanderaan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf tidak bisa ditolerir lagi. Politikus Golkar ini meminta Kementerian Luar Negeri untuk menekan pemerintah Filipina supaya bisa menjaga perairan mereka secara lebih baik.

"Ini sudah tidak bisa ditolerir. Saya minta Kemenlu menekan pemerintah Filipina untuk lebih serius menjaga wilayahnya. Seringnya warga Indonesia yang menjadi sandera bukan tidak mungkin akan kembali terjadi pada waktu yang akan datang," kata Meutya, Jumat (23/6/2016).

Pernyataan Meutya menyusul tujuh anak buah kapal yang disandera milisi baru-baru ini. Ini merupakan kejadian ketiga selama 2016, sebelumnya 14 ABK telah berhasil dibebaskan.

Dia juga meminta Kemenlu, TNI, Polri, dan BIN bersinergi untuk pembebasan ketujuh sandera. Meutya berharap jangan sampai pemerintah menuruti keinginan sandera untuk membayar uang.

"Karena akan berdampak negatif bagi keamanan WNI kita di luar negeri. Kebijakan luar negeri kita sudah jelas, perlindungan WNI menjadi prioritas," katanya.

‎Meutya juga meminta pemerintah segera mengimplementasikan joint declaration trilateral Malaysia-Filipina-Indonesia untuk pengamanan kawasan perairan di tiga negara. Sebab, potensi penculikan, penyanderaan, dan perompakan oleh kelompok bersenjata di wilayah laut Indonesia-Malaysia-Filipina semakin tinggi seiring dengan potensi ekonomi dan perdagangan yang besar di ketiga negara.

"Untuk itu, pemerintah Indonesia bersama pemerintah Malaysia dan Filipina perlu segera menyepakati Standart Operating Procedure kerjasama keamanan di kawasan, agar jika terjadi keadaan bahaya, ketiga negara telah mempunyai prosedur pengamanan," kata dia.

Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menambahkan mestinya pascapenyanderaan yang terakhir, sudah tidak ada lagi WNI yang ditawan untuk minta tebusan.

"Ini ada satu kelompok kecil dari Abu Sayyaf yang mengingkari kesepakatan. Kita minta kelompok besar Abu Sayyaf mengingatkan kelompok kecil ini tentang kesepakatan itu dan membebaskan WNI yang sekarang disandera," kata dia.

Hanafi ingin segera dilakukan operasi intelijen multijalur untuk membebaskan sandera. Hanafi mengatakan komando untuk melakukan operasi hanya ada di tangan Presiden Joko Widodo.

"Operasi militer mustahil dilakukan, Presiden Filipina yang baru harus diajak bicara oleh Presiden atau Menlu kita untuk menyelesaikan masalah ini," kata politikus PAN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Buka "Crisis Center" Pembebasan 7 WNI dari Abu Sayyaf

Indonesia Buka "Crisis Center" Pembebasan 7 WNI dari Abu Sayyaf

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 15:15 WIB

Abu Sayyaf Sandera Tujuh WNI

Abu Sayyaf Sandera Tujuh WNI

Foto | Jum'at, 24 Juni 2016 | 13:31 WIB

Ketua DPR Dapat Informasi Penyandera 7 ABK Bukan Abu Sayyaf

Ketua DPR Dapat Informasi Penyandera 7 ABK Bukan Abu Sayyaf

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 13:28 WIB

Banyak Pembajakan, Indonesia Hentikan Kirim Batu Bara ke Filipina

Banyak Pembajakan, Indonesia Hentikan Kirim Batu Bara ke Filipina

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 12:26 WIB

Filipina Harus Bereskan Urusan Internal, Biar Indonesia Tak Repot

Filipina Harus Bereskan Urusan Internal, Biar Indonesia Tak Repot

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 11:48 WIB

Terkini

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:06 WIB

×