Waspada Paket Umroh Murah Berujung Penyesalan

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 25 Juni 2016 | 13:07 WIB
Waspada Paket Umroh Murah Berujung Penyesalan
Ilustrasi Mekkah. (shutterstock)

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mengimbau masyarakat mewaspadai lembaga pembiayaan pemberangkatan umrah ke Tanah Suci dengan biaya murah. Sebab kemungkinan lembaga tersebut abal-abal.

"Walaupun modus pembiayaan umrah murah dan abal-abal ini belum ditemukan di wilayah Malang, lembaga seperti ini harus diwaspadai dan cukup mengkhawatirkan karena berkaitan dengan agama. Lembaga pembiayaan untuk umrah ini sudah ada di Surabaya, dan Malang harus mengantisipasi," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Indra Kresna di Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/6/2016).

Indra memaparkan modus operasi lembaga ini mirip sekali dengan sistem Multi Level Marketing (MLM) dengan model downline. Misalnya salah satu nasabah bisa mendapat kesempatan umrah gratis jika mendapat 10 orang untuk daftar ke lembaga itu, dengan membayar biaya lebih rendah dari biaya (harga) umrah yang sebenarnya atau yang seharusnya dibayarkan.

Ia mencontohkan jika saat ini rata-rata biaya umrah sebesar Rp30 juta, satu orang anggota harus mencari 10 orang anggota baru yang nanti harus setor ke lembaga itu masing-masing sebesar Rp3 juta, dan nasabah lainnya juga harus cari orang lagi agar bisa anggota yang di atasnya bisa berangkat. Cara seperti ini namanya bekerja dengan sistem downline.

Oleh karena itu, lanjutnya, saat ini OJK sedang sedang intensif berkoordinasi dengan perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat untuk mengantisipasi masalah ini dengan mengeluarkan fatwa ataupun sejenisnya.

"Lembaga umrah abal-abal ini cukup rawan dan menyesatkan. ALhamdulillah sampai saat ini di Malang belum ada dan ini harus kita waspadai dan antisipasi," ujarnya.

Pada kesempatan itu Indra berpesan jika ada lembaga yang menawarkan kepada masyarakat bisa memberangkatkan umrah dengan membayar uang jauh lebih murah dari harga untuk biaya umrah sebenarnya serta diwajibkan mencari nasabah lainnya, bisa diindikasikan hal itu merupakan lembaga abal-abal.

"Kami berharap masyarakat ekstra hati-hati dengan kondisi yang berkembang, sebab indikasi seperti ini bisa saja sebuah penipuan dengan kedok umrah. Tidak mungkin kita bisa berangkat umrah ke Tanah Suci dengan biaya Rp3 juta," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polda Metro Bekuk Travel Haji Penipu

Polda Metro Bekuk Travel Haji Penipu

News | Rabu, 15 Juni 2016 | 12:44 WIB

Polresta Bekasi Tangani Dugaan Penipuan atas 1.030 Jemaah Umroh

Polresta Bekasi Tangani Dugaan Penipuan atas 1.030 Jemaah Umroh

News | Minggu, 20 Desember 2015 | 02:21 WIB

Antisipasi ISIS, Warga Diminta Tak Tergiur Umrah Gratis

Antisipasi ISIS, Warga Diminta Tak Tergiur Umrah Gratis

News | Sabtu, 28 Maret 2015 | 06:45 WIB

Kemenag: Hati-hati dengan Tawaran Umroh Murah

Kemenag: Hati-hati dengan Tawaran Umroh Murah

News | Selasa, 10 Februari 2015 | 05:10 WIB

Ratusan Jamaah Umroh asal Indonesia Terkatung-katung di Madinah

Ratusan Jamaah Umroh asal Indonesia Terkatung-katung di Madinah

News | Selasa, 13 Januari 2015 | 12:38 WIB

Ahok Lepas 30 Marbut Masjid dan Musala Berangkat Umroh

Ahok Lepas 30 Marbut Masjid dan Musala Berangkat Umroh

News | Selasa, 16 Desember 2014 | 12:43 WIB

Penerbangan Penuh, 150 Jamaah Umroh Terlantar di Bangkok

Penerbangan Penuh, 150 Jamaah Umroh Terlantar di Bangkok

News | Senin, 15 Desember 2014 | 16:09 WIB

Flynas Layani Penerbangan Langsung Surabaya-Madinah

Flynas Layani Penerbangan Langsung Surabaya-Madinah

Bisnis | Senin, 14 April 2014 | 01:40 WIB

Terkini

Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:20 WIB

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:00 WIB

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:27 WIB

Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan

Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:19 WIB

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:13 WIB

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:07 WIB

KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum

KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:53 WIB

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:43 WIB

Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT

Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:20 WIB

KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat

KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:15 WIB

×