Penyanderaan WNI, ABK Kapal Tunda Charles Masih Diperiksa

Arsito Hidayatullah

Selasa, 28 Juni 2016 | 03:39 WIB
Penyanderaan WNI, ABK Kapal Tunda Charles Masih Diperiksa
Ilustrasi kapal tunda atau tug boat. (Shutterstock)

Suara.com - Enam anak buah kapal (ABK) "tugboat" atau kapal tunda Charles masih menjalani pendalaman atau pemeriksaan terkait penyanderaan tujuh ABK (Anak Buah Kapal) yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Filipina Abu Sayyaf.

"Berdasarkan hasil koordinasi terakhir dengan Lanal Balikpapan dan Polairud Polda Kaltim pada Minggu malam (26/6), keenam ABK (kru) kapal tunda Charles masih terus menjalani pendalaman," kata Public External Relation PT Rusianto Bersaudara Taufik Rahman, kepada wartawan di Samarinda, Senin.

"Pemeriksaan akhir itu sebenarnya sudah rampung, tetapi karena ada sedikit dinamika dan hal-hal lain, sehingga dilanjutkan hingga Senin siang," ujar Taufik.

Ia mengaku, belum bisa memastikan, kapan keenam ABK kapal tunda Charles tersebut akan dipulangkan ke Samarinda.

"Hari ini diputuskan apakah mereka bisa kembali ke Samarinda atau belum. Pihak Lanal Balikpapan dan Polair menjelaskan bahwa mereka tidak bermaksud menahan terlalu lama keenam ABK itu, karena keluarga mereka juga menunggu. Tetapi pendalaman itu dilakukan lebih pada pertimbangan dinamika yang sedang berjalan," jelasnya.

"Jika kemudian dipulangkan ke Samarinda pada posisi pendalaman belum matang atau selesai, maka dikhawatirkan mereka akan bolak-balik jadi lebih baik dimaksimalkan di Balikpapa dan jika selesai, bisa dipulangkan ke keluarga mereka di Samarinda," tutur Taufik Rahman.

Kondisi kesehatan keenam ABKk yang berhasil kembali setelah tujuh kru lainnya disandera kelompok Abu Sayyaf lanjut Taufik Rahman tetap stabil.

"Kondisi mental mereka stabil dan pada hari pertama mereka tiba, langsung diperiksa kesehatannya. Mereka juga diberi istirahat yang cukup dan sempat diinapkan di hotel. Hanya satu yang sempat mengalami sedikit tekanan tetapi saat ini sudah membaik," kata Taufik Rahman.

Terkait tujuh kru kapal tunda yang disandera itu, Taufik Rahman menyatakan, hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat.

"Terkait penyanderaan tersebut, sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat. Jadi, kami tidak lagi berkomunikasi dengan panyendera tetapi itu sudah ditangani 'crisis center'. Semua masih dalam pendalaman baik tuntutan para penyandera maupun posisi mereka," ujar Taufik Rahman.

Sementara, istri salah seorang kru kapal tunda Charles yang disandera, Dian Megawati Ahmad menyatakan, menyerahkan sepenuhnya kasus penyanderaan itu kepada pemerintah.

Pada Senin siang lanjut Dian Megawati, dia dan istri kru lainnya sempat dihubungi pihak Kementerian Luar Negeri.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah, Tadi siang, sekitar pukul 12. 00 Wita, saya dan keluarga kru lainnya sempat dihubungi pihak Kementerian Luar Negeri. Mereka menyampaikan jika ingin menanyakan sesuatu, kami diminta menghubungi nomer yang diberikan dari Kementerian Luar Negeri," tutur Dian Megawati.

Tujuh kru kapal tunda Charles yang diduga disandera kelompok Abu Sayyaf yakni, Ferry Arifin (nahkoda), Ismail (Mualim I), Muhammad Mahbrur Dahri (KKM), Edi Suryono (Masinis II), Muhammad Nasir (Masinis III), Muhammad Sofyan (Oliman) serta Robin Piter (juru mudi).

Sementara itu, enam kru yang berhasil kembali bersama tugboat Charles yakni, Andi Wahyu (Mualim II), Syahril (Masinis IV), Albertus Temu Slamet (juru mudi), Reidgar Frederik Lahiwu (juru mudi), Rudi Kurniawan (juru mudi) dan Agung E Saputra (juru masak).

Informasi penyanderaan tersebut pertama kali disampaikan Dian Megawati Ahmad, istri salah satu kru tugboat Charles pada Rabu (22/6).

"Suami saya menghubungi menggunakan nomor telepon penyandera dan mengatan dia tengah disandera kelompok Abu Sayyaf. Dia mengatakan disandera bersama enam kru tugboat lainnya dan saya diminta menghubungi pihak perusahaan dan kepolisian," ujar Dian Megawati. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembebasan 4 WNI Buah Manis Kerjasama Intelijen RI - Filipina

Pembebasan 4 WNI Buah Manis Kerjasama Intelijen RI - Filipina

News | Kamis, 12 Mei 2016 | 07:15 WIB

Terkini

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:23 WIB

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 21:16 WIB

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:15 WIB

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:14 WIB

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 21:11 WIB

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

Sehari Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan, Listyo Sigit Prabowo Pegang Obat Flu dan Batuk

Sehari Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan, Listyo Sigit Prabowo Pegang Obat Flu dan Batuk

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

5 Krim Malam untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas

5 Krim Malam untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 21:05 WIB

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 21:00 WIB

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:59 WIB

×