Komisi II DPR: Kasus Vaksin Palsu Adalah Extra Ordinary Crime

Adhitya Himawan, Dian Rosmala

Senin, 04 Juli 2016 | 11:14 WIB
Komisi II DPR: Kasus Vaksin Palsu Adalah Extra Ordinary Crime
Keterangan pers satgas penanganan vaksin palsu usai rapat koordinasi tentang vaksin palsu di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Arteria Dahlan, meminta supaya pelaku dalam kasus peredaran vaksin balita palsu dihukum seberat-beratnya.

Tindakan pelaku dinilai merusak generasi emas bangsa Indonesia. Katanya, kesehatan adalah hal utama yang harus dimiliki manusia, namun jika kesehatan manusia Indonesia telah dilumpumpuhkan, maka kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia akan menjadi lemah.

"Tidak cukup hukumannya cuma 20 tahun. Pertama, ini masalah daya rusak sumber daya manusia Indonesia. Bagaimana mungkin kita membangun manusia Indonesia seutuhnya kalau jiwa dan raganya bermasalah," kata Arteria kapada Suara.com, di Jakarta, Senin (4/7/2016).

Arteria menilai, kasus tersebut bukan masalah sederhana. Katanya, apa yang dilakukan oleh pelaku sangat serius dan merupakan kajahatan yang luar biasa.

"Masalah ini tidak sederhana dengan hanya menyatakan ini pelanggaran terhadap Undang-Undang Kesehatan, Undang-Undang perlindungan konsumen dan pencucian uang. Ini serius and extra ordinary crime," kata Arteria.

Arteria menambahkan, upaya para orang tua dan negara membangun generasi tangguh selama ini akan menjadi sia-sia, karena ulah pelaku, ganerasi bangsa manjadi rentan terhadap penyakit.

"Buat apa kita sekolahkan dan siapkan anak-anak terbaik bangsa kalau nantinya mereka rentan dengan penyakit? Investasi negara terhadap rakyatnya di bidang pendidikan dan lainnya akan gagal dengan sendirinya," tutur Arteria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politisi PDIP Desak Investigasi Vaksin Palsu Dibuka ke Publik

Politisi PDIP Desak Investigasi Vaksin Palsu Dibuka ke Publik

News | Senin, 04 Juli 2016 | 10:50 WIB

Legislator: Vaksin Palsu Tanggung Jawab Kemenkes-BPOM

Legislator: Vaksin Palsu Tanggung Jawab Kemenkes-BPOM

News | Minggu, 03 Juli 2016 | 07:57 WIB

Kapolri: Minta BPOM dan Kemenkes Perketat pengawasan Vaksin

Kapolri: Minta BPOM dan Kemenkes Perketat pengawasan Vaksin

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 16:27 WIB

Dinkes Jakarta Temukan 35 Faskes Sediakan Vaksin Bermasalah

Dinkes Jakarta Temukan 35 Faskes Sediakan Vaksin Bermasalah

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 16:20 WIB

Vaksin Palsu, Kapolri: Tak Ada Perusahaan Farmasi Besar Terlibat

Vaksin Palsu, Kapolri: Tak Ada Perusahaan Farmasi Besar Terlibat

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 06:28 WIB

Skandal Pembuatan Vaksin Palsu Terbongkar, Ini 4 Langkah Menkes

Skandal Pembuatan Vaksin Palsu Terbongkar, Ini 4 Langkah Menkes

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 19:45 WIB

Kapolri Rahasiakan Rumah Sakit yang Diduga Terlibat Vaksin Palsu

Kapolri Rahasiakan Rumah Sakit yang Diduga Terlibat Vaksin Palsu

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 10:36 WIB

Bareskrim Gelar Prarekonstruksi Kasus Pembuatan Vaksi Palsu

Bareskrim Gelar Prarekonstruksi Kasus Pembuatan Vaksi Palsu

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 10:11 WIB

Tersangka Pembuat Vaksin Palsu untuk Bayi Bertambah Jadi 17 Orang

Tersangka Pembuat Vaksin Palsu untuk Bayi Bertambah Jadi 17 Orang

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 10:05 WIB

Bisakah Pemerintah Awasi Vaksin Seketat Pengawasan Mata Uang?

Bisakah Pemerintah Awasi Vaksin Seketat Pengawasan Mata Uang?

News | Rabu, 29 Juni 2016 | 19:14 WIB

Terkini

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:37 WIB

×