Benarkah Pemerintah Jokowi Anak Emaskan Cina?

Siswanto

Sabtu, 16 Juli 2016 | 07:00 WIB
Benarkah Pemerintah Jokowi Anak Emaskan Cina?
Ilustrasi Jakarta (Antara)

Suara.com - Di tengah kondisi ketidakpastian mengenai kedaulatan rakyat di Tanah Air ditambah perekonomian yang belum menunjukan peningkatan yang signifikan ditambah makin membengkaknya utang luar negeri, pemerintah meluncurkan banyak kebijakan untuk mempermudah para investor asing untuk berinvestasi.

Namun sayangnya, kata anggota Dewan Perwakilan Daerah Dailami Firdaus, dari banyak kebijakan tersebut, justru tidak ada yang benar-benar memperkuat kedaulatan rakyat. Seharusnya dalam kondisi seperti ini, pemerintah memberikan Suplemen kepada para pengusaha pengusaha tanah air dan membuka peluang kerja seluas luasnya kepada masyarakat, bukannya memberikan keleluasaan terhadap para investor asing.

Sekarang warga asing berbondong-bondong masuk ke Indonesia, terutama warga Cina, dengan alasan sebagai bentuk bagian dari kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Cina. Bahkan menurut salah satu pemberitaan di media, akan didatangkan sekitar kurang lebih 10 juta warga Cina ke Indonesia.

"Investor dari Cina, pekerja juga dari Cina hasilnya juga dinikmati oleh mereka, terus masyarakat kita dapat apaan? Atau semua hanya jadi penonton saja? Jangan sampai kita jadi budak di negeri sediri," ujar Dailami.

Menurut Dailami sekarang banyak pembangunan pemukiman, sementara warga masyarakat Indonesia yang asli di pindahkan dan digusur, lalu dibuat rusun atau apartemen yang akhirnya dihuni bukan oleh warga Indonesia atau oleh warga warga non pribumi.

"Jadi pemerintahan saat ini seolah-olah menganakemaskan para pendatang dari asing dalam hal ini dari Cina," kata dia.

Dailami mempertanyakan dimana kedaulatan kependudukan. Departemen luar negeri, kata dia, harus mampu menyaring, begitu juga dengan Depdagri dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

"Didata dong dan disesuaikan dengan batas waktu tinggal mereka," kata Dailami.

"Mereka yang datang dan bermukim harus dengan sepengetahuan RT/RW, juga kelurahan, jadi mudah untuk melakukan identifikasinya. Saat ini kesenjangan makin terlihat, jangan sampai hal hal seperti ini justru menimbulkan masalah baru yang akan berakibat fatal," kata dia.

Intinya, kata Dailami, harus ada tindakan tegas dengan begitu mudahnya warga warga Cina masuk ke Tanah Air dan mendapatkan pekerjaan serta tempat tinggal, maka pendataan dan pembatasan masa tinggal mereka di Indonesia harus dipertegas dan diperjelas, jangan ada upaya pembiaran bahkan melindungi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Review Film Apocalypse Z: New World, Sajikan Teror Zombie di Tanah Spanyol!

Review Film Apocalypse Z: New World, Sajikan Teror Zombie di Tanah Spanyol!

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 06:20 WIB

Apa Itu LIMS? Sistem yang Digunakan untuk Menyadap HP Prabowo, Ketahui Cara Kerjanya

Apa Itu LIMS? Sistem yang Digunakan untuk Menyadap HP Prabowo, Ketahui Cara Kerjanya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 06:13 WIB

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

×