Mahasiswa Papua di Yogya Kelaparan Selama Kepungan Polisi

Tomi Tresnady, Nikolaus Tolen

Sabtu, 16 Juli 2016 | 18:22 WIB
Mahasiswa Papua di Yogya Kelaparan Selama Kepungan Polisi
Pengacara LBH Jakarta Veronica Koman dan Pratiwi Febry, mendampingi mahasiswa Papua saat jumpa pers di kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakpus, Sabtu (16/7/2016). [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Lembaga Bantuan Hukum Indonesia mengecam keras tindakan anarkis yang dilakukan oleh organisasi masyarakat dan aparat Kepolisian daerah Yogyakarta terhadap mahasiswa asal Papua.

Pasalnya, sejak Kamis (14/7/2016) lalu aparat kepolisian dan ormas tersebut mengepung asrama mahasiswa Papua yang berada di Kota Yogya.

Oleh karena itu, LBH mendesak Presiden Joko Widodo untuk tidak menutup mata dan sesegera mungkin bertindak menyelesaikan aksi anarkis yang dilakukan ormas dan aparat kepolisian DIY.

"Ini sudah keterlaluan, Polisi sudah mulai sewenang-wenang. Presiden Jokowi harus segera bertindak, mau tunggu sampai kapan lagi. Apakah tunggu ada banjir darah dulu baru ambil tindakan," kata Pengacara LBH, Veronica Koman dan Pratiwi Febry di gedung LBH Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7/2016).

Selain mendesak Jokowi, LBH juga meminta Kapolda DIY untuk tidak meneruskan aksi yang dinilai LBH sudah keterlaluan. Pasalnya, mahasiswa Papua yang ingin membeli makanan saja tidak diizinkan dan akan langsung ditangkap jika tetap melawan.

"Masa orang yang mau makan dihadang dan ditangkap, apa lagi itu adalah rumah mereka. Orang di penjara saja masih diberi makan. Saya bingung, kenapa polisi kita seperti itu," kata Veronica.

Kata Vero, saat ini komdisi mahasiswa Papua yang ada di asrma yang dikepung tersebut sudah kelaparan. Pasalnya, selain karena mereka tidak bisa membeli makanan, tetapi juga karena makanan yang disumbang oleh Palang Merah Indonesia dihadang lalu diusir oleh aparat kepolisian dan Ormas yang terus berjaga di depan asrama.

"Gimana nggak lapar, mereka hanya minum air putih saja sekarang. Banyak warga Yogya yang kumpulkan makanan untuk dikirim ke sana melalui PMI, tetapi dihadang dan diusir oleh Polisi," kata Vero.

Hal senada juga didampaikan oleh Koordonator Mahasiswa Papua SeJawa-Bali, Jefry Wenda yang memgatakan bahwa rekan-rekannya saat ini sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mereka hanya bisa berdiam dalam kelaparan, sambil mendengar cavian dan hinaan yang dikeluarkan oleh Ormas dan aparat kepolisian DIY.

"Saat ini kondisi mereka berada dalam tekanan. Mereka diteriaki anjing, babi, monyet oleh Ormas dan aparat kepolisian yang berada di depan asrma," kata Jefry.

Untuk diketahui, Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB) berencana mengadakan long march dengan rute Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I (Jalan Kusumanegara) sampai Titik Nol Kilometer, pukul 09.00-selesai.

Long march diadakan untuk menyatakan dukungan pada ULMWP untuk menjadi anggota penuh MSG, dan memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis pada Papua Barat.

Namun, aksi damai ini mendapakan ancaman dan reprsi dari aparat kepolisian dan lrmas atau kelompok reaksioner. Alhasil, Asrama Papua pun dikepung, dan sempat menangkap 12 orang, dan dari 12 itu ada delapan yang dibawa ke Mapolda DIY untuk dinterogasi.

Dan hasilnya, satu orang ditahan, tapi sudah dikeluarkan meskipun dengan persyaratan. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mengepung asrama Papua dengan tujuh truk yang terparkir di sekitar asrama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bupati Berikan THR Rp15 Juta ke Pos TNI-Polri di Puncak Jaya

Bupati Berikan THR Rp15 Juta ke Pos TNI-Polri di Puncak Jaya

News | Rabu, 06 Juli 2016 | 06:26 WIB

Lebaran di Papua, Jauhkan Umat dari Upaya Adu Domba

Lebaran di Papua, Jauhkan Umat dari Upaya Adu Domba

News | Rabu, 06 Juli 2016 | 06:10 WIB

Kompaknya Prajurit dan Warga Perbatasan di Kampung Erambu

Kompaknya Prajurit dan Warga Perbatasan di Kampung Erambu

News | Jum'at, 01 Juli 2016 | 19:35 WIB

Gawat, Vaksin Palsu Ternyata Bisa Bikin Bayi Keracunan

Gawat, Vaksin Palsu Ternyata Bisa Bikin Bayi Keracunan

News | Rabu, 29 Juni 2016 | 19:04 WIB

Suasana Ramadan TNI dan Warga di Wilayah Paling Timur Indonesia

Suasana Ramadan TNI dan Warga di Wilayah Paling Timur Indonesia

News | Minggu, 26 Juni 2016 | 19:45 WIB

Keakraban TNI dan Warga Erambo, Wilayah Paling Timur Indonesia

Keakraban TNI dan Warga Erambo, Wilayah Paling Timur Indonesia

News | Minggu, 26 Juni 2016 | 19:30 WIB

Terkini

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:15 WIB

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

News | Senin, 14 September 2026 | 12:13 WIB

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 12:10 WIB

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 12:03 WIB

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:58 WIB

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:56 WIB

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 11:54 WIB

×