Sisi Positif "Pokemon Go" untuk Kota Jakarta

Esti Utami | Bagus Santosa | Suara.com

Rabu, 20 Juli 2016 | 01:17 WIB
Sisi Positif "Pokemon Go" untuk Kota Jakarta
Permainan Pokemon Go. (Reuters)

Suara.com - Di balik gempitanya permainan Pokemon Go, ada sisi positif yang bisa diambil. Pasalnya, permainan berbasis 'real map' ini ‎menempatkan ruang terbuka untuk lokasi perburuan Pokemon.

Dalam game Poke‎mon Go ini, ada istilah Pokestop dan Gym. Pokestop adalah tempat trainer (istilah pemain Game Pokemon Go) beristirahat untuk sekedar mengambil item kebutuhan untuk berburu Pokemon. Selain itu, Pokemon pun akan mudah ditemui di tempat tersebut.

Pokestop ini ditempatkan di ruang-ruang terbuka, taman, tempat publik, dan sebagainya. Monas, menjadi salah satu tempat di Jakarta yang memiliki titik Pokestop.

‎"Demam Pokemon Go ini ambil positifnya saja, di mana warga lebih mengenal kotanya," kata politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan dalam pernyataannya, Selasa (19/7/2016).

Ia menambahkan, "Sekarang Pak Jokowi nggak perlu khawatir, kan dulu orang berbondong-bondong ke Monas dan sekitar Istana untuk demonstrasi, sekarang mereka nggak demo tapi main Pokemon Go karena di sana katanya banyak 'Pokestop'-nya."

Dia melihat, permainan ini adalah murni dari teknologi dengan konsekuensi inovator yang maju karena keunggulannya yang menggunakan real map.

"Namun, saya melihat untuk gangguan keamanan nasional dan aksi spionase kayanya nggak. Analasis itu terlalu jauh. Walau demikian, kita tetap waspada dan cermati. Toh banyak juga game yang berbasis GPS," kata dia.

"Saya juga tidak setuju kalau hal ini dilarang, inovasi teknologi tidak boleh dihambat, karena itu bagian dari peradaban kemanusiaan, kita hanya bisa menjaga potensi dan perilaku menyimpangnya. Tugas negara ya cermati itu, biarkan rakyak leluasa menikmati perkembangan teknologi," ‎tambahnya.

Menurutnya, Game Pokemon go adalah revolusi sosial. Sebab, selama ini disadari atau tidak, banyak game yang mengajarkan nilai individual. Karena anak hanya disibukan dengan gawainyta di kamar, tidak butuh teman dan alam untuk berintegrasi.

"Nah ambil positifnya dengan Pokemon Go mereka bersentuhan dengan teknologi dan berinteraksi dengan dunia luar di alam terbuka dan teman-teman. Sehingga ini terobosan revolusioner," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gegara Pokemon Go Lelaki Sepuh Ini Terancam Masuk Bui

Gegara Pokemon Go Lelaki Sepuh Ini Terancam Masuk Bui

Tekno | Senin, 31 Oktober 2022 | 08:51 WIB

Terkini

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB

Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?

Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15 WIB

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:05 WIB

Resmi! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag

Resmi! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:04 WIB

Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:52 WIB

12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas

12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:23 WIB

Dasco dan Puan Duduk Satu Kursi Dampingi Prabowo-Mega, Sinyal Politik Apa?

Dasco dan Puan Duduk Satu Kursi Dampingi Prabowo-Mega, Sinyal Politik Apa?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:18 WIB

Menkeu Purbaya: Program MBG Dihentikan Selama Libur Lebaran, Lumayan Hemat Triliunan Rupiah

Menkeu Purbaya: Program MBG Dihentikan Selama Libur Lebaran, Lumayan Hemat Triliunan Rupiah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:06 WIB

Ubedilah Badrun Ungkap 3 Dugaan Aktor Intelektual di Balik Serangan Andrie Yunus

Ubedilah Badrun Ungkap 3 Dugaan Aktor Intelektual di Balik Serangan Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:55 WIB

Tol MBZ Sempat Ditutup Akibat Lonjakan 270 Ribu Kendaraan, Kakorlantas: Puncak Arus Masih Tinggi

Tol MBZ Sempat Ditutup Akibat Lonjakan 270 Ribu Kendaraan, Kakorlantas: Puncak Arus Masih Tinggi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 18:46 WIB