Polisi Belum Berhasil Ungkap Misteri Ribuan Botol Vaksin di Tol

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 26 Juli 2016 | 15:37 WIB
Polisi Belum Berhasil Ungkap Misteri Ribuan Botol Vaksin di Tol
Sejumlah orangtua korban vaksin palsu kembali berkumpul dan menggelar aksi di Rumah Sakit (RS) Harapan Bunda, Sabtu (23/7/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pihak kepolisian belum bisa mengindentivikasi pemilik dua kardus berisi vaksin yang diduga palsu yang ditemukan di kawasan pintu keluar Tol Meruya, Jakarta Barat, Jumat (22/7/2016) dan Sabtu (23/7/2016) lalu.

Kepala Bidang Hubungan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan dari rekaman kamera pengawas atau CCTV memang terlihat ada kendaraan mobil box yang melintasi kawasan tol tersebut. Namun, dia belum bisa memastikan jika vaksin yang diduga palsu tersebut berasal dari mobil tersebut.

"Dari pencitraan CCTV memang ada kendaraan box ya tapi sampai sekarang kita belum menemukan proses vaksin ini dalam mobil box atau memang kita temukan di situ (pinggir jalan tol)," kata Awi, Selasa (26/7/2016).

Polisi sudah mendapatkan konfirmasi dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) soal alamat pengiriman vaksin tersebut. Kata Awi, pihak RSPAD telah membantah sebagai pihak yang memesan vaksin diduga palsu tersebut.

"Kalau terkait dengan alamat memang tercantum demikian, dan tadi langsung direktur RSPAD pusat menelpon ke kami dan beliau juga menyampaikan bahwasanya tidak ada order terkait dengan vaksin tersebut," kata dia.

Polisi saat ini masih menunggu hasil Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait temuan vaksin tersebut. Adapun vaksin yang ditempatkan di dua kardus tersebut diantaranya yakni 520 botol vaksin campak, 832 sachet vaksin hepatitis B recombinan, 1200 botol pelarut vaksin campak kering dan 10 botol vaksin TT (Tetanus).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Selidiki Misteri Dua Kardus Vaksin Dibuang di Tepi Tol

Polisi Selidiki Misteri Dua Kardus Vaksin Dibuang di Tepi Tol

News | Selasa, 26 Juli 2016 | 14:57 WIB

Puan: Anak Korban Vaksin Palsu akan Terus Dimonitor

Puan: Anak Korban Vaksin Palsu akan Terus Dimonitor

News | Selasa, 26 Juli 2016 | 14:25 WIB

Lima Provinsi Penyebaran Vaksin Palsu Versi BPOM

Lima Provinsi Penyebaran Vaksin Palsu Versi BPOM

News | Selasa, 26 Juli 2016 | 14:01 WIB

Kasus Vaksin Palsu, Menkes: 536 Anak Sudah Divaksin Ulang

Kasus Vaksin Palsu, Menkes: 536 Anak Sudah Divaksin Ulang

News | Selasa, 26 Juli 2016 | 11:26 WIB

Ortu Anak Korban Vaksin Palsu Lapor ke Komnas PA

Ortu Anak Korban Vaksin Palsu Lapor ke Komnas PA

News | Senin, 25 Juli 2016 | 14:41 WIB

Ketua DPR Heran Banyak Kasus Pemalsuan di Dunia Kesehatan

Ketua DPR Heran Banyak Kasus Pemalsuan di Dunia Kesehatan

DPR | Senin, 25 Juli 2016 | 14:12 WIB

YLBHI: Negara Gagal Tangani Kasus Vaksin Palsu

YLBHI: Negara Gagal Tangani Kasus Vaksin Palsu

News | Minggu, 24 Juli 2016 | 18:59 WIB

Hindari Beli Obat Secara Online

Hindari Beli Obat Secara Online

News | Minggu, 24 Juli 2016 | 16:45 WIB

Vaksin Palsu Akibat Lemahnya Pengawasan Obat di Indonesia

Vaksin Palsu Akibat Lemahnya Pengawasan Obat di Indonesia

News | Minggu, 24 Juli 2016 | 16:18 WIB

Kasus Vaksin Palsu Bukti Negara Gagal Lindungi Rakyat

Kasus Vaksin Palsu Bukti Negara Gagal Lindungi Rakyat

News | Minggu, 24 Juli 2016 | 14:43 WIB

Terkini

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB