Array

Sekolah di Yogya dan Bandung Sesalkan Tudingan Turki

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 29 Juli 2016 | 18:22 WIB
Sekolah di Yogya dan Bandung Sesalkan Tudingan Turki
Sejumlah pelajar SD sedang beristirahat di Sekolah Pribadi Depok, Jawa Barat, Jumat (29/7). Sekolah ini dituding pemerintah Turki sebagai bagian dari organisasi teroris FETO (Antara).

Suara.com - Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School Yogyakarta menyesalkan tuduhan Pemerintah Turki yang menyatakan sekolah itu terkait dengan Jaringan Organisasi Teroris Fethullah (FETO).

Kepala Sekolah Kesatuan Bangsa Billingual Boarding School Yogyakarta, Ahmad Nurani di Bantul, Jumat (29/7/2016), menegaskan bahwa sekolah Kesatuan Bangsa tidak memiliki keterkaitan apapun dengan politik dalam maupun luar negeri, apalagi dengan FETO.

"Terus terang kami kaget dan sedih karena berita ini pasti menyebar ke berbagai pihak termasuk wali murid," kata Nurani saat ditemui di ruang kerjanya.

Nurani mengatakan Sekolah Kesatuah Bangsa yang berdiri sejak 2011 di Jalan Wates KM 10 Kabupaten Bantul murni dimiliki yayasan lokal yakni Yayasan Kesatuan Bangsa Mandiri milik pengusaha Probo Sutedjo, adik mantan Presiden Soeharto.

"Bahkan Yayasan Kesatuan Bangsa Mandiri juga tidak memiliki hubungan dengan sekolah-sekolah lain yang juga dituduh Pemerintah Turki terkait jaringan Gulen," kata dia.

Nurani juga membantah sekolah yang dipimpinnya mengajarkan pemikiran Fethullah Gulen.

"Saya memang pernah melihat buku Fethullah Gulen, bagus, tapi tentu berat untuk dibaca anak-anak. Bahkan anak-anak di sini tidak kenal siapa itu Fethullah Gulen," kata dia.

Senada dengan Nurani, Sekolah Pribadi Bilingual Boarding School di Bandung, Jawa Barat juga menyayangkan tuduhan pemerintah Turki.

"Tuduhan ini tentunya menyudutkan kami karena yang kita lakukan selama ini tidak ada hubungan dengan teroris. Di sini, pembinaan dijalankan kepada siswa yaitu aspek ademis, akhlak dan nasionalisme," kata Kepala Sekolah Ahmad Fauzi, di Bandung, Jumat.

Menurut dia, sekolah bertaraf internasional yang berada di Jalan PHH Mustafa Kota Bandung ini dipastikan tidak pernah mengajarkan paham-paham yang mengarah radikalisme dan ekstrimisme.

"Pribadi Bilingual Boarding School Bandung bukanlah sekolah agama. Kami ini sekolah umum dan nilai toleransi kemanusiaan itu yang kita tanamkan kepada anak-anak," katanya.

Ahmad menjelaskan Pribadi Bilinggual Boarding School Bandung berdiri sejak 2002 dikelola oleh Yayasan Yenbu Indonesia dan saat ini memiliki murid sebanyak 450 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya Pemerintah Turki melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta telah mengeluarkan rilis yang meminta Pemerintah RI melakukan penutupan sembilan sekolah yang diklaimnya terkait jaringan FETO. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI