Presiden Didesak Lindungi Haris Azhar

Ardi Mandiri, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 06 Agustus 2016 | 17:00 WIB
Presiden Didesak Lindungi Haris Azhar
Presiden Jokowi mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XII di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/4/2016). [Antara/WidodoJusuf]

Suara.com - Forum Akademisi #KamiPercayaKontras mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencegah upaya kriminalisasi terhadap Koordinator KontraS, Haris Azhar. Presiden diminta membentuk Komisi khusus Kepresidenan untuk membersihkan lembaga penegak hukum.

"Presiden Jokowi harus menunjukkan kepemimpinannya. Cegah upaya kriminalisasi terhadap Haris Azhar, yang dilakukan tiga institusi (Polri, BNN, NI -  RED)," kata pihak Forum Akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robet, di Menteng, Jakarta, Sabtu (6/8/2016).

"Presiden Jokowi harus segera menginisiasi Komisi Khusus Kepresidenan untuk membersihkan TNI, Polri dan BNN dari narkoba dan korupsi," dia melanjutkan.

Robertus meyakini bahwa informasi yang dilayangkan Haris Azhar tidak memiliki kepentingan politik. Sebab, KontraS merupakan perwakilan masyarakat sipil, yang tak memiliki motif politik.

Karena itu, Robertus meminta masyarkat untuk mempercayai dan mendukung KontraS, sebagai upaya perbaikan Polri, BNN dan TNI. "Setiap anggota masyarakat jangan pernah ragu untuk memberikan informasi dan laporan atas indikasi yang dilakukan aparat-aparat ketiga institusi tersebut, yang berkaitan dengan aktivitas dan keterlibatan dalam perdagangan dan peredaran barang-barang narkotika," dia menandaskan.

Jangan Bekingi Pengedar Narkoba!
Pada kesempatan tersebut, Robertus juga mengatakan bahwa pelaporan pidana terhadap Haris Azhar, sebagai bentuk arogansi Polri, BNN, dan TNI. Ketiga lembaga tersebut dinilai telah membekingi anggotanya yang diduga terlibat peredaran narkoba di Indonesia.

Seharusnya, ketiga lembaga tersebut menelusuri dugaan keterlibatan anggotanya, bukan mempidanakan Haris Azhar. "Ketiga institusi tersebut semestinya menjadikan informasi yang disampaikan KontraS sebagai bahan penting untuk melakukan perbaikan. Bukan justru menjadikan institusi sebagai benteng perlindungan bagi pelaku-pelaku yang diindikasikan terlibat dalam peredaran narkoba," kata pihak Forum Akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robet, di Menteng, Jakarta, Sabtu (6/8/2016).

"Apa yang diungkapkan Haris Azhar dan KontraS merupakan bagian dari tanggung jawab keadaban warga, dalam upaya mendorong perubahan institusional, khususnya lembaga penegak hukum seperti Polri, BNN dan TNI," dia melanjutkan.

Seperti diketahui, pasca-eksekusi mati gembong narkoba Freddy Budiman, Koordinator KontraS Haris Azhar, melayangkan informasi tentang keterlibatan pejabat BNN, Polri, Bea Cukai dan TNI, dalam peredaran narkoba di Indonesia. Khususnya narkoba yang diedarkan kelompok Freddy Budiman.

Haris juga mengungkap informasi soal dugaan suap ratusan miliar oleh terpidana mati narkoba kepada pejabat BNN dan Mabes Polri. Informasi tersebut didapat Haris dari Freddy Budiman, saat bertemu di Lapas Nusakambangan, pada 2014 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benny Sikapi Tulisan Haris: Ini Serem Untuk Nama BNN

Benny Sikapi Tulisan Haris: Ini Serem Untuk Nama BNN

News | Sabtu, 06 Agustus 2016 | 14:57 WIB

Terkini

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:43 WIB

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:28 WIB