Ibtihaj Muhammad, Medali Olimpiade dan Trump vs Muslim Amerika

Arsito Hidayatullah

Selasa, 23 Agustus 2016 | 19:38 WIB
Ibtihaj Muhammad, Medali Olimpiade dan Trump vs Muslim Amerika
Atlet anggar berhijab asal Amerika Serikat, Ibtihaj Muhammad, saat tampil Sabtu (13/8/2016) di Olimpiade Rio. [Reuters/Issei Kato]

Suara.com - Salah satu sosok yang menarik perhatian media maupun peminat olahraga umumnya di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, beberapa waktu lalu, adalah atlet anggar Ibtihaj Muhammad. Ya, pasalnya dia adalah atlet Amerika Serikat (AS) pertama yang berhijab dan ikut Olimpiade.

Dalam kiprahnya di Rio lalu, perempuan Muslim asal New Jersey ini memang masih harus gagal menorehkan prestasi di nomor perseorangan. Namun, saat tampil di nomor saber beregu, Ibtihaj dan rekan-rekannya nyatanya sukses meraih medali perunggu.

Ibtihaj sendiri bahkan sempat membuat ketar-ketir Rusia, tim yang akhirnya meraih emas, ketika di semifinal sempat memberi poin keunggulan bagi tim AS. Meski tim AS kemudian hanya bisa berebut tempat ketiga dan mengalahkan Italia, salah satu kekuatan anggar dunia lainnya, prestasi itu jelas sudah cukup bagus. Rusia sendiri akhirnya meraih emas di nomor ini setelah mengalahkan Ukraina di final.

Lagi-lagi, hal yang menarik dari Ibtihaj memang bukan sekadar kiprahnya di olahraga anggar. Namun lebih dari itu, yakni kenyataan bahwa dia adalah salah satu wakil Muslim Amerika di dunia olahraga. Lebih jauh lagi, sebagaimana antara lain dilansir Chicago Tribune awal bulan ini, Ibtihaj telah melontarkan pernyataan tegasnya terhadap Donald Trump, sosok Calon Presiden AS yang selama ini identik dengan pernyataan kontroversial soal kaum imigran dan Muslim.

 
Dalam sebuah wawancara dengan CNN beberapa waktu lalu, Ibtihaj secara tegas mengkritik pandangan, juga sikap dan rencana Trump di bidang imigrasi terhadap umat Muslim.

"Saya kira kata-katanya sangat berbahaya," ungkap perempuan kelahiran Maplewood (New Jersey), 4 Desember 1985 itu. "Ketika komentar semacam ini diungkapkan, tak ada yang berpikir bagaimana (kata-kata) itu sesunguhnya berdampak pada orang lain," sambungnya, merujuk pada salah satu komentar kontroversial Trump saat itu.

"Saya adalah (berdarah) Afrika-Amerika. Saya tidak punya rumah lainnya untuk dituju. Keluarga saya dilahirkan di sini (AS). Saya dilahirkan di sini. Saya tumbuh di New Jersey, semua keluarga saya dari New Jersey. Ini seperti, yah, ke mana lagi kami (akan) pergi?" tambah perempuan bertinggi badan 170 cm itu.

"Saya berharap bahwa dengan upayaku mewakili negara kami dengan baik sebagai seorang atlet, itu akan mengubah retorika seputar bagaimana orang berpikir dan memandang komunitas Muslim," ungkap Ibtihaj pula.

Lulusan Duke University, Carolina Utara, itu sendiri mengaku bahwa keikutsertaannya di Rio, sedikit banyaknya akan memberi pengaruh terhadap pandangan orang mengenai perempuan Muslim pada umumnya maupun Muslim Amerika khususnya.

"Saya bersemangat untuk menentang stereotip dan miskonsepsi yang dimiliki banyak orang tentang perempuan Muslim," komentarnya pula kepada BBC. "Saya ingin menunjukkan pada orang banyak bahwa kami tak hanya bisa berada di tim Olimpiade negara lain, melainkan juga di tim Amerika Serikat yang merupakan tim terkuat di dunia," tegasnya.

Ibtihaj pun telah bertekad untuk meneruskan kiprahnya, sekaligus terus menyampaikan pandangan-pandangan yang diharapkan bisa mengubah miskonsepsi banyak orang tersebut.

"Sebagai sebuah komunitas global (perempuan Muslim), kita harus bekerja lebih keras untuk mengubah situasi saat ini. Ini adalah sesuatu (situasi) yang tidak sehat," tegasnya.
Medali perunggu anggar nomor saber beregu putri Olimpiade Rio. [Reuters]
Hari itu, saat pengalungan medali nomor saber beregu putri di Rio, para atlet AS pun tampil berwarna-warni di atas podium. Ada yang berambut warna merah muda, ada yang ungu berpadu pirang, plus Ibtihaj yang mengenakan hijab.

"Ini adalah olahraga. Tak peduli apa warna rambutmu, apa agamamu. Intinya adalah ke luar sana (ke arena) dan menjadi atlet terbaik yang bisa kamu lakukan," ungkap salah satu rekan Ibtihaj, Dagmara Wozniak yang keturunan Polandia.

"Kami adalah gambaran terbaik tentang apa itu Amerika: sebuah (negeri) gabungan dari begitu banyak budaya, ras berbeda, dan segala hal lainnya," tandasnya. [Reuters/CT]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Salut! Ini 10 Atlet Muslim Perempuan yang Raih Medali di Olimpade

Salut! Ini 10 Atlet Muslim Perempuan yang Raih Medali di Olimpade

News | Rabu, 24 Agustus 2016 | 16:24 WIB

Jangan Melotot! Ini 10 Atlet Perempuan Paling Seksi di Olimpiade

Jangan Melotot! Ini 10 Atlet Perempuan Paling Seksi di Olimpiade

News | Selasa, 23 Agustus 2016 | 15:00 WIB

Bus Pengarak Para Pahlawan Olimpiade

Bus Pengarak Para Pahlawan Olimpiade

Foto | Selasa, 23 Agustus 2016 | 11:12 WIB

Berhijab, Atlet AS Ini Ukir Sejarah Baru di Olimpiade

Berhijab, Atlet AS Ini Ukir Sejarah Baru di Olimpiade

News | Selasa, 09 Agustus 2016 | 19:44 WIB

Terkini

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:20 WIB

×