Krisis Air Mengintai Timur Tengah Setelah Pasukan Iran Sasar Pembangkit Desalinasi Air Kuwait

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 19 Juli 2026 | 14:37 WIB
Krisis Air Mengintai Timur Tengah Setelah Pasukan Iran Sasar Pembangkit Desalinasi Air Kuwait
Serangan terhadap fasilitas desalinasi mengancam pasokan air bersih yang krusial di wilayah Teluk. (id.chunkerowaterplant.com)

Suara.com - Kuwait kembali menghadapi ancaman serius setelah pasukan Iran dituduh menyerang stasiun pengolahan air untuk kedua kalinya. Insiden ini memicu kekhawatiran massal di kawasan Teluk yang sangat bergantung pada pasokan air hasil desalinasi laut.

Ketergantungan ekstrem terhadap teknologi pengolahan air ini membuat kawasan Teluk sangat rentan terhadap gangguan keamanan. Sabotase fisik pada infrastruktur vital tersebut berpotensi melumpuhkan aktivitas domestik dan ekonomi dalam waktu singkat.

Negara-negara di pesisir Teluk kini menghadapi dilema besar antara menjaga ketersediaan air dan risiko konflik bersenjata. Dikutip dari Al Jazeera, sumber daya air alami yang sangat minim memperburuk posisi tawar mereka dalam stabilitas geopolitik saat ini.

Bandara Kuwait (Ineco)
Bandara Kuwait (Ineco)

Iklim kering yang ekstrem dan curah hujan tidak menentu membuat air menjadi komoditas paling berharga di sana. Kondisi alam yang tidak ramah ini memaksa pemerintah setempat mencari terobosan teknologi demi bertahan hidup.

Cadangan air tanah yang semula menjadi tumpuan kini terus menyusut akibat perubahan iklim global. Penurunan kualitas air bawah tanah ini mempercepat transisi massal menuju metode pemurnian air laut.

Lebih dari 400 pabrik desalinasi kini beroperasi di sepanjang garis pantai dari Uni Emirat Arab hingga Kuwait. Infrastruktur masif ini menjadi urat nadi utama bagi jutaan penduduk di wilayah paling kering di bumi.

Enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk saat ini menguasai sekitar 60 persen kapasitas desalinasi global. Total produksi mereka menyumbang hampir 40 persen dari keseluruhan air desalinasi di seluruh dunia.

Ketergantungan ini terlihat sangat timpang dengan porsi kebutuhan domestik masing-masing negara yang luar biasa tinggi. Uni Emirat Arab memenuhi 42 percent kebutuhan air minumnya dari proses pemurnian air laut ini.

Angka ketergantungan ini melonjak drastis hingga mencapai 90 persen di Kuwait selaku target serangan. Sementara itu, Oman mencatat angka ketergantungan sebesar 86 persen dan Arab Saudi sebesar 70 persen.

baca juga

Arab Saudi bahkan memegang predikat sebagai produsen air hasil desalinasi terbesar di tingkat global. Skala produksi yang masif ini mencerminkan betapa kritisnya posisi pabrik desalinasi bagi ketahanan nasional mereka.

Di sisi lain, Iran juga membangun fasilitas serupa di wilayah pesisir mereka seperti Pulau Qeshm. Namun, posisi strategis Teheran jauh lebih aman dibandingkan dengan tetangga Arab mereka di seberang Teluk.

Iran beruntung karena masih memiliki banyak aliran sungai alam dan bendungan besar di wilayah daratannya. Hal ini membuat Teheran tidak terlalu bergantung pada pabrik desalinasi yang membutuhkan konsumsi energi tinggi.

Sebelum krisis ini memuncak, air tanah dan air desalinasi bersama-sama memasok sekitar 90 persen sumber daya air utama di wilayah tersebut. Komposisi pasokan air yang rawan ini sempat diangkat dalam laporan Gulf Research Center pada tahun 2020.

Kerusakan lingkungan yang diperparah iklim ekstrem memicu lonjakan ketergantungan pada metode desalinasi yang boros energi. Kajian Arab Center Washington DC pada tahun 2023 menegaskan dominasi mutlak negara Teluk dalam industri pemurnian air laut global, yang kini justru menjadi target empuk sabotase militer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pensiunan AU: Iran Akan Lebih Suka Pakai Rudal Jarak Jauh Serang Amerika

Pensiunan AU: Iran Akan Lebih Suka Pakai Rudal Jarak Jauh Serang Amerika

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:24 WIB

Trump Luncurkan Serangan Udara, Iran Tebar Ancaman: AS Akan Rasakan Akibatnya

Trump Luncurkan Serangan Udara, Iran Tebar Ancaman: AS Akan Rasakan Akibatnya

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 11:59 WIB

Perang AS-Iran Memanas, Mojtaba Khamenei Ancam Beri Pelajaran Pahit yang Tak Terlupakan

Perang AS-Iran Memanas, Mojtaba Khamenei Ancam Beri Pelajaran Pahit yang Tak Terlupakan

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 11:43 WIB

Terkini

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×