Ada Rahasia yang Masih Disimpan Relawan Teman Ahok

Adhitya Himawan | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Rabu, 24 Agustus 2016 | 11:18 WIB
Ada Rahasia yang Masih Disimpan Relawan Teman Ahok
Relawan Teman Ahok menghitung salinan KTP untuk mendukung Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama maju ke pilkada Jakarta periode 2017-2022. [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Juru Bicara relawan Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas mengaku cukup yakin dengan alasan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama memilih dukungan tiga partai politik ketimbang jalur independen melalui pengumpulan satu juta KTP warga yang sebelumnya dilakukan relawan pendukung.

"Kalau kita sih ini ya, kan pak Ahok juga sudah mengkomunikasikan alasannya kenapa harus beralih ke parpol. Alasan itu memang disampaikan dengan baik," kata Amalia saat dihubungi suara.com, Rabu (24/8/2016).

Namun, secara implisit tampaknya masih ada perasaan yang mengganjal dari relawan Teman Ahok soal keputusan Gubernur DKI Jakarta itu kembali maju di Pilkada DKI Jakarta lewat dukungan tiga parpol: Hanura, Nasdem, dan Golkar. Sayangnya, Amalia mengaku saat ini masih belum bisa membeberkan hal tersebut secara langsung kepada publik.

"Ada memang satu dua hal yang sampai saat ini belum bisa kita sampaikan ke publik," kata Amalia.

Dia hanya meminta kepada tiga parpol pendukung tetap konsisten dengan kesepakatan awal untuk tidak berpaling soal dukungannya kepada Ahok.

"Makanya kita mendorong tiga parpol ini menjadi back up pak Ahok seperti harapan yang selama ini ada di relawan Teman Ahok. Misalnya kaya kita membantu pak Ahok tanpa syarat," kata dia.

Amalia pun mengaku bentuk konsistensi dari parpol pendukung terlihat dari komunikasi yang hingga kini masih dijalin dengan relawan Teman Ahok.

"Kalau melihat bentuk komunikasi yang terbangun tetap positif, sejauh ini ditemen-temen tiga parpol pendukung ini satu visi dengan apa yang diperjuangkan Teman Ahok. Mereka juga menghargai perjuangan yang sudah kita buat," katanya.

Selain itu, Amalia juga mengaku para relawan pendukung juga sangat jarang melakukan komunikasi dengan Ahok. Pertemuan terakhir, kata dia dilakukan saat Ahok mendeklarasikan diri maju melalui jalur parpol di markas Teman Ahok, di Pejaten, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

"Kalau Teman Ahok sih nggak pernah intens ya komunikasi sama pak Ahok. Kita sendiri dari awal tetep jalan dengan atau tanpa Pak Ahok. Terakhir ketemu ya pas itu deklarasi sama tiga partai politik," kata Amalia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga Uno: Partai Koalisi Gagal Tentukan Pasangannya

Sandiaga Uno: Partai Koalisi Gagal Tentukan Pasangannya

News | Selasa, 23 Agustus 2016 | 00:33 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB