BNPT: Perlu Penguatan Deradikalisasi

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Kamis, 25 Agustus 2016 | 18:09 WIB
BNPT: Perlu Penguatan Deradikalisasi
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius. (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan perlu penguatan deradikalisasi dalam revisi UU tentang terorisme. ‎Hal itu dikatakan saat dimintai masukannya dalam rapat bersama Panitia Khusus Terorisme di DPR, Kamis (25/8/2016).

"Perlu penguatan deradikalisasi. Di dalam itu, kita ada poin-poin yang sifatnya persuasif dan mengundang," kata ‎Suhardi.

Selain itu, dia menambahkan, pencegahan deradikalisasi ini juga perlu dilaksanakan di tingkat keluarga. Apalagi keluarga dari terpidana terorisme yang biasanya menjadi korban sosial. Sehingga, bibit kebencian untuk menimbulkan teror bisa dicegah.

"Keluarganya jangan dimarjinalkan. Dirangkul. Kalau nggak punya usaha, kita bikin pelatihan," katanya.‎‎

Selain itu, dia meminta lintas kementerian untuk berkoordinasi mengambil peran pencegahan deradikalisasi. ‎Suhardi mengatakan sudah bertemu dengan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, serta Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

"Kementerian yang punya korelasi dengan bnpt salah satunya Kemkominfo. Karena penyebaran radikal melalui media sosial, nah bagaimana Kemkominfo berkiprah," tuturnya.

Dalam rapat ini, Suhardi ditemani oleh terpidana kasus Bom Bali I Ali Imron. Adik dari Imam Samudera itu pun memberikan pemaparan sebagai mantan "jihadis".

"Kita ingin memberikan gambaran dari sisi itu yang dia bilang sendiri kan anggota dewan presentasi rakyat. Dengar sendiri dari narapidana bagaimana dia mengemas itu, dan kemudian nih kaitannya dengan apa upaya pemerintah untuk mengantisipasi," kata Suhardi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ali Imron Beri Masukan untuk Pansus Terorisme di DPR

Ali Imron Beri Masukan untuk Pansus Terorisme di DPR

News | Kamis, 25 Agustus 2016 | 15:47 WIB

Densus 88 Polri Tangkap Dua Terduga Teroris di Lampung Tengah

Densus 88 Polri Tangkap Dua Terduga Teroris di Lampung Tengah

News | Selasa, 16 Agustus 2016 | 08:37 WIB

JK: Indonesia Menjalankan Toleransi dan Moderasi

JK: Indonesia Menjalankan Toleransi dan Moderasi

News | Rabu, 10 Agustus 2016 | 23:45 WIB

Pertemuan Penanggulangan Terorisme

Pertemuan Penanggulangan Terorisme

Foto | Rabu, 10 Agustus 2016 | 12:41 WIB

Evaluasi Penanganan Terorisme

Evaluasi Penanganan Terorisme

Foto | Selasa, 09 Agustus 2016 | 18:16 WIB

Ucapkan "Allah", Suami Istri Diusir dari Pesawat

Ucapkan "Allah", Suami Istri Diusir dari Pesawat

News | Senin, 08 Agustus 2016 | 06:15 WIB

AUSTRAC: Terorisme Masih Jadi Ancaman Ekonomi Global

AUSTRAC: Terorisme Masih Jadi Ancaman Ekonomi Global

News | Sabtu, 06 Agustus 2016 | 00:01 WIB

Ini Dialog Tito dengan Teroris tentang Kapan Mati

Ini Dialog Tito dengan Teroris tentang Kapan Mati

News | Kamis, 04 Agustus 2016 | 18:56 WIB

Ancaman Radikalisme di Indonesia Dinilai Berkurang

Ancaman Radikalisme di Indonesia Dinilai Berkurang

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 23:30 WIB

Uang Dijadikan Tuhan, Paus: "Ini Penyebab Lahirnya Terorisme"

Uang Dijadikan Tuhan, Paus: "Ini Penyebab Lahirnya Terorisme"

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 09:17 WIB

Terkini

Review Drama Stranger, Ketika Jaksa dan Polisi Melawan Korupsi Elite Politik

Review Drama Stranger, Ketika Jaksa dan Polisi Melawan Korupsi Elite Politik

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Muhammad Farhan Sampai Ngamuk, Polisi Dalami Unsur Pidana Penebangan 10 Pohon

Muhammad Farhan Sampai Ngamuk, Polisi Dalami Unsur Pidana Penebangan 10 Pohon

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:58 WIB

Awalnya Tak Percaya, Penjual Asal Kebumen Mendadak Menang Liburan ke New Zealand

Awalnya Tak Percaya, Penjual Asal Kebumen Mendadak Menang Liburan ke New Zealand

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:58 WIB

Konsolidasi Kaderisasi di Tanah Papua, UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Pertama Kali

Konsolidasi Kaderisasi di Tanah Papua, UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Pertama Kali

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:58 WIB

Pengacara Nadiem Makarim Optimistis Hadapi Banding Kejagung, Singgung Soal Pergantian Jampidsus

Pengacara Nadiem Makarim Optimistis Hadapi Banding Kejagung, Singgung Soal Pergantian Jampidsus

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Asha Assuncao Umur Berapa? Ini Profil Lawan Main Arya Saloka yang Curi Perhatian

Asha Assuncao Umur Berapa? Ini Profil Lawan Main Arya Saloka yang Curi Perhatian

Entertainment | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:54 WIB

Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Garis Polisi Melingkar, Warga Tak Kenal Korban dan Pelaku

Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Garis Polisi Melingkar, Warga Tak Kenal Korban dan Pelaku

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:52 WIB

ESQA Cushion Cocok untuk Kulit Apa? Ini Beda Seri Velvet Matte dan Satin

ESQA Cushion Cocok untuk Kulit Apa? Ini Beda Seri Velvet Matte dan Satin

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:51 WIB

5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!

5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai

Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:50 WIB

×