Ancaman Radikalisme di Indonesia Dinilai Berkurang

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 01 Agustus 2016 | 23:30 WIB
Ancaman Radikalisme di Indonesia Dinilai Berkurang
Buku Agama Islam berisi ajaran radikal.

Hasil survei yang dilaksanakan Wahid Foundation bekerja sama dengan Lembaga Survey Indonesia menunjukkan potensi redikalisme di Indonesia saat ini masih relatif kecil, yakni kurang dari 10 persen.

"Terkait kecenderungan radikalisme, hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden (72 persen) menyatakan tidak bersedia untuk bersikap radikal," kata Manajer Riset Program Prioritas Wahid Foundation AA Nugroho dalam Halaqah Ulama serta Tokoh Muda Islam Indonesia di Bogor, Jawa Barat, sebagaimana dikutip dalam siaran persnya, Senin (1/8/2016).

Dari 1.520 responden dari seluruh Indonesia yang disurvei, hanya 7,7 persen responden yang menyatakan bersedia berpartisipasi serta 0,4 persen responden mengaku pernah berpartisipasi dalam kegiatan yang berpotensi melibatkan kekerasan atas nama agama seperti melakukan razia, berdemonstrasi menentang kelompok yang dinilai menodai dan mengancam kesucian Islam atau melakukan penyerangan terhadap rumah ibadah pemeluk agama lain.

"Survei ini sekaligus membantu kami dalam mengidentifikasi faktor-faktor sosial keagamaan yang mempengaruhi persepsi intoleransi dan radikalisme di masyarakat," ujar Nugroho.

Berdasarkan hasil survei "Potensi Radikalisasi & Intoleransi Sosial - Keagamaan di Kalangan Muslim di Indonesia" itu, Nugroho mengatakan faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap kecenderungan intoleransi dan radikalisme terutama adalah pemahaman agama Islam yang bersifat literalis atau harfiah.

"Apalagi jika pemahaman tersebut diberi ruang publik dalam bentuk ceramah atau pengajaran keislaman," kata Nugroho.

Sebanyak 74,5 persen responden menganggap bahwa demokrasi masih merupakan bentuk pemerintahan yang paling baik dan 82,3 persen responden menyatakan bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah dasar yang terbaik untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tegasnya penegakan hukum Berdasarkan survei ini, Wahid Foundation merekomendasikan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama termasuk pelaku tindakan ujaran kebencian (hatred speech) di muka umum. Pemerintah daerah merupakan ujung tombak negara untuk memastikan perlindungan kebebasan beragama dan berkeyakinan warga negara.

Untuk mengatasi kecenderungan intoleransi di kalangan umat Islam, menurut Wahid Foundation diperlukan lebih banyak narasi damai yang disebarkan melalui berbagai kampanye yang sejuk sekaligus progresif.

"Kita perlu menyebarkan lebih banyak pesan Islam damai yang sebenarnya merupakan modal dasar bagi kita dalam berbangsa dan mengelola kehidupan beragama di Indonesia," kata Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid.

Halaqah bertema "Penguatan Toleransi dan Gerakan Merespons Ekstremisme" itu diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas para ulama serta tokoh muda Islam yang akan mengkaji dan merumuskan pesan-pesan Islam sebagai agama toleran berdasarkan khazanah ilmu pengetahuan dan hukum Islam.

Hadir dalam pembukaan halaqah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki. Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan panel diskusi menghadirkan perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Kementerian Agama, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta dihadiri oleh perwakilan kedutaan besar negara sahabat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Uang Dijadikan Tuhan, Paus: "Ini Penyebab Lahirnya Terorisme"

Uang Dijadikan Tuhan, Paus: "Ini Penyebab Lahirnya Terorisme"

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 09:17 WIB

Paus: "Salah Kaitkan Islam dengan Kekerasan"

Paus: "Salah Kaitkan Islam dengan Kekerasan"

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 08:48 WIB

Noor Huda Ismail: Bahaya Jihad Selfie Menjadi Gaya Hidup

Noor Huda Ismail: Bahaya Jihad Selfie Menjadi Gaya Hidup

wawancara | Senin, 01 Agustus 2016 | 07:00 WIB

Hendardi: Tentara Kurang Cocok Punya Kewenangan Berantas Teroris

Hendardi: Tentara Kurang Cocok Punya Kewenangan Berantas Teroris

News | Kamis, 28 Juli 2016 | 10:56 WIB

Menhan Berharap Ulama Berperan Berantas Terorisme

Menhan Berharap Ulama Berperan Berantas Terorisme

News | Rabu, 27 Juli 2016 | 06:34 WIB

Densus 88 Polri Tangkap Empat Terduga Teroris di Klaten

Densus 88 Polri Tangkap Empat Terduga Teroris di Klaten

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 20:39 WIB

LEMKAPI Dukung TNI Terlibat Tangani Ancaman Terorisme

LEMKAPI Dukung TNI Terlibat Tangani Ancaman Terorisme

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 20:11 WIB

Pemerintah Indonesia Kecam Aksi Teror di Munich

Pemerintah Indonesia Kecam Aksi Teror di Munich

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 18:03 WIB

Kapolri Tito Tolak TNI Diberi Kewenangan Penindakan Terorisme

Kapolri Tito Tolak TNI Diberi Kewenangan Penindakan Terorisme

News | Jum'at, 22 Juli 2016 | 16:32 WIB

Tidak Perlu Tambah Kewenangan TNI di UU Terorisme

Tidak Perlu Tambah Kewenangan TNI di UU Terorisme

News | Jum'at, 22 Juli 2016 | 16:24 WIB

Terkini

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:21 WIB