AUSTRAC: Terorisme Masih Jadi Ancaman Ekonomi Global

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Sabtu, 06 Agustus 2016 | 00:01 WIB
AUSTRAC: Terorisme Masih Jadi Ancaman Ekonomi Global
Ilustrasi Antiterorisme. [Pixabay]

Suara.com - Pertemuan Puncak Penanggulangan Pendanaan Terorisme (CTF) kedua di Bali mempuyai peran penting dalam pemberantasan terorisme global. Karena terorisme menjadi ancaman sosial dan ekonomi dunia.

Lebih dari 200 spesialis dari 20 negara akan menghadiri CTF 8-11 Agustus 2016 mendatang. Pertemuan ini akan mengembangkan lebih lanjut hasil Pertemuan Puncak CTF pertama di Sydney tahun lalu untuk memajukan kerja sama dan kolaborasi antara lembaga intelijen keuangan, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Dalam siaran pers Kedutaan Besar Australia di Jakarta, CEO lembaga intelijen keuangan Australia (AUSTRAC) Paul Jevtovic menilai CTF tahun ini merupakan kegiatan yang terbesar dan paling signifikan di bidang penanggulangan keuangan terorisme di kawasan kita. CTF diselenggarakan bersama dengan lembaga intelijen keuangan Indonesia PPATK

"Terorisme masih tetap menjadi ancaman utama stabilitas sosial dan ekonomi secara global. Jantung aksi terorisme adalah sumber pendanaan untuk melakukan serangan,” kata Jevtovic.

"Oleh karena itu kita harus terus melanjutkan upaya kita untuk waspada dan mengembangkan kiat-kiat baru dan inovatif untuk mendeteksi dan memerangi ancaman global ini," tambah dia.

Sementara Kepala PPATK Muhammad Yusuf menjelaskan CTF mencerminkan prioritas kedua pemerintah dalam memerangi ancaman lintas-batas ini.

“Melalui pertemuan ini, kita dapat menambah pengalaman dan pengetahuan kita, sekaligus mempererat hubungan kita guna mencegah, menanggulangi dan memerangi kegiatan-kegiatan pendanaan terorisme,” kata Yusuf.

Pertemuan empat hari ini menghadirkan platform bagi para pakar untuk secara bersama-sama mengembangkan pemecahan di tingkat kawasan atas isu-isu dan risiko pendanaan terorisme yang genting ini. Pertemuan Puncak ini mencakup pertemuan dan forum kelompok kerja yang akan membahas risiko-risiko di kawasan kita, teknologi-teknologi teranyar dan bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi untuk dapat dengan lebih baik menghancurkan pendanaan terorisme dan pencucian uang.

Pertemuan puncak tahun ini akan membuahkan hasil nyata tentang pendanaan terorisme yang AUSTRAC dan PPATK telah kembangkan bersama dengan Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.

Namun demikian, walaupun kemajuan besar telah dibuat oleh kelompok kerja kawasan sejak Pertemuan Puncak pertama di Sydney, kini bukanlah saatnya untuk berpuas diri. Lingkungan operasi sedang berubah dan kolaborasi dengan para mitra akan memungkinkan lembaga-lembaga untuk beradaptasi dan memberi tanggapan pada tantangan-tantangan di kawasan.

Dengan bekerja sama, lembaga-lembaga kawasan sedang menyasar untuk lebih lanjut mengganggu dan menghancurkan sumber dan jaringan yang membantu mendanai organisasi-organisasi teroris dan serangan-serangan teroris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dialog Tito dengan Teroris tentang Kapan Mati

Ini Dialog Tito dengan Teroris tentang Kapan Mati

News | Kamis, 04 Agustus 2016 | 18:56 WIB

Ancaman Radikalisme di Indonesia Dinilai Berkurang

Ancaman Radikalisme di Indonesia Dinilai Berkurang

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 23:30 WIB

Uang Dijadikan Tuhan, Paus: "Ini Penyebab Lahirnya Terorisme"

Uang Dijadikan Tuhan, Paus: "Ini Penyebab Lahirnya Terorisme"

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 09:17 WIB

Paus: "Salah Kaitkan Islam dengan Kekerasan"

Paus: "Salah Kaitkan Islam dengan Kekerasan"

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 08:48 WIB

Noor Huda Ismail: Bahaya Jihad Selfie Menjadi Gaya Hidup

Noor Huda Ismail: Bahaya Jihad Selfie Menjadi Gaya Hidup

wawancara | Senin, 01 Agustus 2016 | 07:00 WIB

Hendardi: Tentara Kurang Cocok Punya Kewenangan Berantas Teroris

Hendardi: Tentara Kurang Cocok Punya Kewenangan Berantas Teroris

News | Kamis, 28 Juli 2016 | 10:56 WIB

Menhan Berharap Ulama Berperan Berantas Terorisme

Menhan Berharap Ulama Berperan Berantas Terorisme

News | Rabu, 27 Juli 2016 | 06:34 WIB

Densus 88 Polri Tangkap Empat Terduga Teroris di Klaten

Densus 88 Polri Tangkap Empat Terduga Teroris di Klaten

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 20:39 WIB

LEMKAPI Dukung TNI Terlibat Tangani Ancaman Terorisme

LEMKAPI Dukung TNI Terlibat Tangani Ancaman Terorisme

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 20:11 WIB

Pemerintah Indonesia Kecam Aksi Teror di Munich

Pemerintah Indonesia Kecam Aksi Teror di Munich

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 18:03 WIB

Terkini

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB