Satgas Karhutla Temukan Identitas Perambah Cagar Biosfer Riau

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Selasa, 06 September 2016 | 19:22 WIB
Satgas Karhutla Temukan Identitas Perambah Cagar Biosfer Riau
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau. [Antara]

Suara.com - Satgas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau melakukan operasi penegakan hukum terhadap perambah yang melakukan pembalakan liar dan pembakaran Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Provinsi Riau, Selasa (6/9/2016).

Berdasarkan pantauan wartawan yang turut dalam operasi gabungan itu, Satgas berhasil menemukan identitas para perambah seperti KTP, STNK, telepon seluler, hingga buku tabungannya.

Target Satgas sendiri adalah sekelompok perambah yang "menjarah" zona inti cagar biosfer. Di area tersebut, para perambah terlihat telah membangun empat gubuk dari kayu dan beratap seng. Mereka membabat hutan alam dan membuat kanal yang berfungsi sebagai akses masuk transportasi dan untuk mengalirkan kayu ke luar kawasan.

 
Di sepanjang kanal itu terlihat tumpukan kayu dari aktivitas pembalakan liar. Sementara itu, di sekitar gubuk terlihat lahan gambut yang sudah menghitam karena sebelumnya sudah dibakar.

Personel Komando Batalyon 462 Paskhas bersenjata laras panjang, beserta penyidik Ditreskrimsus Polda Riau, diterjunkan ke lokasi perambahan menggunakan helikopter Super Puma. Mereka memasang garis polisi, papan pengumuman dilarang melakukan kegiatan di cagar biosfer, sebelum lantas diakhiri dengan membakar gubuk-gubuk perambah.

Berdasarkan catatan, ini adalah ketiga kalinya Satgas melakukan operasi serupa sejak Juli lalu. Dua operasi sebelumnya dilakukan di kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Namun, seperti operasi sebelumnya, Satgas tidak berhasil menangkap tangan para perambah. Meski demikian, pada operasi kali ini, Satgas mendapat kemajuan berarti karena berhasil mengantongi identitas para perambah.

"Memang operasi ini belum mencapai target kita untuk menangkap langsung pelaku. Namun ada kemajuan, karena kita mendapatkan nama-nama para perambah dari barang bukti yang berhasil disita di lokasi," kata Komandan Satgas Udara yang juga Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Henri Alfiandi.

Henri mengatakan, para perambah sepertinya mengetahui kedatangan tim Satgas yang datang dengan helikopter. Namun, para perambah yang kabur tidak sempat membawa dompet dan tas yang berisikan KTP, STNK, buku tabungan, kartu ATM, telepon seluler, hingga buku catatan pengeluaran saat melakukan pembukaan lahan di cagar biosfer.

"Identitas perambah sudah diketahui. Mereka semua warga dari Riau. Untuk selanjutnya, semua barang bukti akan diserahkan ke Polda Riau untuk proses hukum selanjutnya," kata Henri.

Henri menduga, kelompok perambah tersebut masih belum lama membuka lahan di cagar biosfer, karena juga ditemukan barang bukti gergaji mesin dan alat penyemprot tanaman yang masih baru.

Sementara, Wakil Komandan Satgas Karlahut Riau, Kolonel Czi I Nyoman Perwata, mengatakan bahwa operasi gabungan untuk penegakan hukum itu diharapkan bisa memberikan efek jera.

"Satgas akan secara rutin melakukan operasi gabungan ini, untuk memberikan efek jera dan menunjukkan wibawa pemerintah bahwa kita serius menangani kebakaran lahan dan hutan," kata I Nyoman Perwata yang juga menjabat Kepala Staf Korem 031/Wirabima.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengatakan, operasi gabungan TNI, Polri dan lintas instansi ini juga menunjukkan bahwa Satgas Siaga Darurat Karlahut Riau tidak hanya fokus pada pemadaman kebakaran, melainkan juga menuntaskan akar masalah dalam penegakan hukum.

"Meski sekarang Riau tidak ada asap, bukan berarti kita tidak bekerja," kata Edwar.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Fifian J Yogaswara, mengatakan bahwa Kemenhut-LH bersama pemerintah daerah kini berupaya untuk mengembalikan cagar biosfer kepada fungsi awalnya sebagai kawasan konservasi. Ia mengatakan, kini ada sekitar 3.000 hektare dari kawasan seluas 178 ribu hektare itu yang rusak akibat perambahan, pembalakan liar dan pembakaran.

"Perlu ada upaya bersama untuk mengembalikan cagar biosfer seperti fungsinya. Selain penegakan hukum, kami juga melakukan pendampingan agar perambah yang sudah lama berada di sana tetap bisa melanjutkan hidup mereka. Solusinya, para perambah dari luar bisa dipulangkan ke daerahnya, dan bisa juga dipekerjakan di perusahaan yang berada di sekitar cagar biosfer," ungkapnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komisi III DPR Komitmen Terus Dalami Kebakaran Hutan Riau

Komisi III DPR Komitmen Terus Dalami Kebakaran Hutan Riau

News | Selasa, 06 September 2016 | 13:45 WIB

Mabes Polri Bentuk Satgas Penanganan Karhutla

Mabes Polri Bentuk Satgas Penanganan Karhutla

News | Senin, 05 September 2016 | 20:36 WIB

Tito: Foto 'Kongkow' Tak Ada Hubungan dengan SP3 Kasus Karhutla

Tito: Foto 'Kongkow' Tak Ada Hubungan dengan SP3 Kasus Karhutla

News | Senin, 05 September 2016 | 19:57 WIB

Kapolri: Bareskrim Cuma Stop Dua Kasus Kebakaran Hutan

Kapolri: Bareskrim Cuma Stop Dua Kasus Kebakaran Hutan

News | Senin, 05 September 2016 | 19:18 WIB

Terkini

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB