Arief Sampaikan 3 Usulan
Selain pujian, menpar juga menyampaikan tiga usulan, yang sempat disampaikannya di hadapan para Direksi AP II (Persero) di Cengkareng, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
Point pertama, soal working hour atau jam kerja bandara, yang harus 24 jam. Saran itu sudah dilaksanakan mulai 13 Agustus 2016, atau sebulan yang lalu. Menpar ingin memastikan bahwa usulannya tersebut dijalankan dengan baik.
"Alhamdulillah, sudah dijalankan dan konsisten di Manado, karena hub akan dibangun di ibu kota Sulut sebagai penghubung Indonesia utara," katanya.
Kedua, melakukan deregulasi terhadap segala peraturan yang tumpang tindih dan tidak popular, sehingga membuat bisnis penerbangan tidak bisa maju.
"Ujungnya, kami ingin ada wisman (wisatawan mancanegara) sebanyak 20 juta orang pada 2019! Hasil yang luar biasa, tidak mungkin ditempuh dengan cara biasa! Pasti harus dilakukan dengan cara yang luar biasa," ucapnya.
Ketiga, dalam mendesain pengembangan bandara, harus diperhitungkan 50 tahun ke depan, dengan menghitung long term capacity. Ia juga menyarankan agar menggunakan teknologi informasi, agar efisien, tidak banyak kebocoran, dan lebih optimal.
"Tempo hari, Presiden Joko Widodo juga sudah memuji pertumbuhan wisman di Manado dari Cina yang naik 1.000 persen. Beliau akan berkunjung ke Manado," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Sulistyo, menjelaskan, pihaknya sudah merealisasi jam kerja selama 24 jam di Manado dan hasilnya cukup bagus. Dia berencana menambah jam operasi di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, yang dinilainya sudah overload.
"Kami mengelola bandara secara customize, sesuai keinginan customers," kata Wimbo, panggilan akrab Sulistyo.
Selain Direktur Utama AP I, menpar juga disambut Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi, Novrihandri, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis, Moch Asrori, dan Direktur, Adi Nugroho.