Tangkal Radikalisme, Pemerintah Perbaiki Pelajaran Agama

Ruben Setiawan | Suara.com

Rabu, 14 September 2016 | 21:19 WIB
Tangkal Radikalisme, Pemerintah Perbaiki Pelajaran Agama
Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kementerian Agama dibantu oleh Kemitraan Pengembangan Kapasitas dan Analisis Sektor Pendidikan (ACDP) Indonesia memperbaiki pelajaran agama terutama agama Islam dengan memasukkan nilai-nilai kerukunan dan toleransi antarumat beragama guna menangkal radikalisme.

"Pelajaran agama Islam disampaikan secara menarik dan menanamkan nilai-nilai budaya dan pelajarannya mengarah kepada kerukunan dan toleransi dengan mengemasnya lebih baik, sehingga pesan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta sampai kepada para siswa," kata Pakar Pendidikan Islam dan Mantan Direktur Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta, Rabu.

Perbaikan pelajaran agama Islam ini telah dimulai pada 2015 dengan melatih 30 orang instruktur untuk melatih para guru agar dapat memasukkan nilai-nilai kerukunan beragama tersebut di dalam kelas dan kemudian dikembangkan di kabupaten provinsi.

Penasihat ACDP Indonesia untuk Kementerian Agama Muljani Nurhadi mengatakan saat ini sudah sebagian besar sekolah menggunakan metode tersebut di dalam kelas dan diharapkan pada 2017 dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

Muljani mengatakan guru diharapkan mengganti cara dia mengajar dengan cara yang lebih interaktif dan menarik, karena untuk menanggulangi paham radikalisme di sekolah guru perlu mengemas materi pelajaran dengan yang lebih menarik.

"Untuk menangkal radikalisme itu tidak memerlukan menambah jam pelajaran tapi tinggal mengganti metodologinya, selama ini guru agama dirasa kurang menarik menyampaikan pelajarannya, seperti ceramah. Sebenarnya anak-anak apalagi tingkat SMA tidak perlu diceramahi, mereka disuruh membaca 20 menit saja sudah tahu isi pelajarannya yang penting adalah pendalamannya," kata dia.

Dia mengtatakan penyebar paham radikalisme memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik salah satunya berkedok bimbingan belajar.

"Bimbingan belajar mata pelajaran yang akan di UAN-kan yang biasanya dikelola oleh kakak kelas mereka yang sudah duduk di bangku perguruan tinggi. Bimbingan belajar tersebut bukanlah dari sekolah, anak-anak itu akan ikut bimbingan belajar tersebut karena merasa ada ikatan batin. Setelah masuk maka mereka akan disusupi dengan ajaran radikal," kata dia.

Menurut dia anak-anak dengan fondasi agama yang kuat, tidak akan terpengaruh dengan paham-paham demikian. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPAI Minta Sekolah Tidak Langsung Beri Pelajaran Berat Usai Libur Lebaran

KPAI Minta Sekolah Tidak Langsung Beri Pelajaran Berat Usai Libur Lebaran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:43 WIB

55 Ribu Guru Sudah Dilatih, Menteri Dikdasmen Umumkan Coding dan AI Akan Jadi Pelajaran Wajib

55 Ribu Guru Sudah Dilatih, Menteri Dikdasmen Umumkan Coding dan AI Akan Jadi Pelajaran Wajib

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:13 WIB

Belajar Menerima Kehilangan di Novel Setelah Dia Pergi karya Dedy Chandra

Belajar Menerima Kehilangan di Novel Setelah Dia Pergi karya Dedy Chandra

Your Say | Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:55 WIB

Mesin Diam, Pelajaran Tak Pernah Usai

Mesin Diam, Pelajaran Tak Pernah Usai

Your Say | Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:41 WIB

Thread Waluh Kukus Jadi Film: Cerita Sederhana yang Sarat Pelajaran Hidup

Thread Waluh Kukus Jadi Film: Cerita Sederhana yang Sarat Pelajaran Hidup

Your Say | Rabu, 12 November 2025 | 10:15 WIB

Wacana Ada Pelajaran Bahasa Portugis di Sekolah, Ini Kata Wamen Fajar

Wacana Ada Pelajaran Bahasa Portugis di Sekolah, Ini Kata Wamen Fajar

Video | Selasa, 04 November 2025 | 22:15 WIB

Negara Mana Saja yang Pakai Bahasa Portugis? Indonesia Mau Masukkan Sebagai Mapel Sekolah

Negara Mana Saja yang Pakai Bahasa Portugis? Indonesia Mau Masukkan Sebagai Mapel Sekolah

Lifestyle | Minggu, 26 Oktober 2025 | 12:07 WIB

Pakar Pendidikan: Bahasa Portugis Lebih Tepat Jadi Ekstrakurikuler, Bukan Mata Pelajaran Wajib

Pakar Pendidikan: Bahasa Portugis Lebih Tepat Jadi Ekstrakurikuler, Bukan Mata Pelajaran Wajib

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 13:24 WIB

Prabowo Usul Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah, DPR Beri Catatan Penting

Prabowo Usul Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah, DPR Beri Catatan Penting

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 09:31 WIB

Bukan Lomba Lari: 7 Pelajaran Hidup yang Sering Terlambat Kita Sadari

Bukan Lomba Lari: 7 Pelajaran Hidup yang Sering Terlambat Kita Sadari

Your Say | Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:47 WIB

Terkini

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:14 WIB

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:11 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:03 WIB

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB