Terkait Insiden Perkelahian di Cabang Polo Air, Ini Pesan Menpora

Rizki Nurmansyah

Selasa, 20 September 2016 | 11:39 WIB
Terkait Insiden Perkelahian di Cabang Polo Air, Ini Pesan Menpora
Ilustrasi cabang olahraga polo air [Antara/Wahyu Putro A]

Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) 2016 untuk memperketat sistem keamanan seiring munculnya kericuhan pada pertandingan polo air di Komplek Stadion Jalak Harupat, Bandung, Senin (19/9/2016).

"Saya meminta kepada PB PON dan KONI Pusat mengusut tuntas peristiwa pemukulan yang terjadi di arena Polo air PON Jawa Barat kemarin," kata Menpora Imam Nahrawi melalui pesan layanan singkat yang diterima media di Bandung, Selasa (20/9/2016).

Imam mengatakan kejadian itu sungguh memalukan, yang mestinya beradu prestasi malah emosi yang nampak.

"Sudahi cara yang tidak bermartabat ini," kata Menpora.

Orang nomor satu di Kemenpora itu meminta kepada aparat untuk mengendalikan diri dan jangan mudah terpancing dan emosional. Begitu juga dengan suporter yang juga diharapkan bisa mengendalikan diri dan tidak mencederai kejuaraan empat tahunan ini.

"Kepada hakim, wasit dan juri, bertindaklah adil, jujur dan sportif, jangan berpihak pada siapapun kecuali kepada kejujuran, kebenaran dan keadilan, sudahi keberpihakan yang dicurigai menguntungkan propinsi tertentu. Ayo bertindak arif, bijak dan menguntungkan prestasi nasional atlet kita," ujar Menpora.

Kericuhan di kolam Polo air ini terjadi saat pertandingan semifinal antara tuan rumah Jawa Barat melawan Sumatera Selatan. Namun, kericuhan ini merembet ke bangku tribun penonton dan melibatkan pihak lain termasuk atlet Polo air DKI Jakarta serta oknum aparat keamanan.

Bahkan, rekaman kericuhan di tribun penonton tersebut sudah menyebar di media sosial. Kondisi ini juga membuat Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto angkat bicara.

"Kami kirimkan surat kepada PB PON untuk meminta klarifikasi dan jaminan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Termasuk jaminan untuk mengutamakan keamanan seluruh kontingen peserta," kata Gatot.

Sementara itu, Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Raja Sapta Ervian, mengatakan meski kecewa, pihaknya tidak akan terpengaruh dengan intimidasi yang dilakukan terhadap kontingennya. Bahkan, pihaknya meminta atlet tetap fokus pada pertandingan.

"Kami ke sini punya misi untuk mengungguli semua lawan di sini, termasuk Jawa Barat. Tapi, tetap denggan cara-cara yang menjunjung tinggi sportifitas di arena pertandingan," katanya.

Terkait dengan tindakan tidak Sportif yang diterima kontingennya, pria yang akrab dipanggil Eyi ini memprotes sistem keamanan di PON XIX. Pihaknya berharap, pelanggaran yang terjadi diharapkan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×