Merasa Tak Etis, Panglima TNI Tolak Bicara Soal Capres

Adhitya Himawan

Selasa, 27 September 2016 | 21:16 WIB
Merasa Tak Etis, Panglima TNI Tolak Bicara Soal Capres
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan keterangan pers di Gedung Kemenkopolhukam di Jakarta, Senin (11/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

 Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa dirinya sebagai pimpinan tertinggi TNI itu tidak etis berbicara soal calon presiden untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

"Jadi, saya bilang tabu, tidak etis, karena saya (TNI) di bawah Presiden," katanya di sela ziarah ke makam mantan Presiden Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (27/9/2016).

Gatot mengaku tabu bagi TNI berbicara masalah Presiden ataupun Wakil Presiden, mengingat posisi dirinya sebagai panglima TNI itu berada di bawah Presiden.

"Justru, TNI bercita-cita mendukung pemerintah, apabila pemerintah berjalan lancar," kata pimpinan tertinggi TNI yang namanya masuk bursa capres dalam survei yang dilakukan Segitiga Institute itu.

Ia pun mengelak berandai-andai jika nantinya dirinya didorong maju dalam Pemilu Presiden. Ia hanya menegaskan bahwa jika hal itu tidak beretika.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Aufklarung Institute, Dahroni Agung Prasetyo, menanggapi hasil survei dari Segitiga Institute dengan menyatakan tidak ada masalah dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo bila memang hendak menjadi calon presiden pada Pilpres 2019.

Hasil survei yang dilakukan Segitiga Institute menunjukkan bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merupakan tokoh yang paling banyak dipilih untuk menjadi presiden dengan latar belakang militer.

Di antara beberapa nama, Gatot berada di tempat teratas dengan 35,9 persen. Di bawahnya menyusul nama Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto dengan elektabilitas 27,4 persen. Kemudian, Jenderal (Purn) Moeldoko dengan elektabilitas 19,3 persen, dan disusul Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono dengan 2,2 persen.

Muncul pula nama mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhie Wibowo dalam survei tersebut, meskipun Pramono Edhie tidak pernah menjabat Panglima TNI.

Agung Prasetyo menilai bila akhirnya Gatot menjadi calon Presiden, maka itu juga tidak lepas dari peran Jokowi, karena nama Gatot kian melambung setelah ditunjuk Jokowi sebagai Panglima TNI yang disetujui DPR.

Survei ini dilakukan pada 4-15 Januari 2016 dengan responden sebanyak 1.225 orang. Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia berusia di atas 17 tahun dan memiliki hak pilih pada Pemilu 2019 mendatang.  (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Partai Golkar Konsolidasi Nasional Buat Menangkan Jokowi di 2019

Partai Golkar Konsolidasi Nasional Buat Menangkan Jokowi di 2019

News | Senin, 26 September 2016 | 21:22 WIB

Golkar Jaga Momentum Tingginya Kepercayaan Rakyat Kepada Jokowi

Golkar Jaga Momentum Tingginya Kepercayaan Rakyat Kepada Jokowi

News | Rabu, 14 September 2016 | 11:57 WIB

TNI Perkuat Kehadiran dan Kemampuan di Seluruh Kawasan Nusantara

TNI Perkuat Kehadiran dan Kemampuan di Seluruh Kawasan Nusantara

News | Senin, 18 Juli 2016 | 18:21 WIB

Panglima TNI Ajak Seluruh Komponen Berantas Atribut PKI

Panglima TNI Ajak Seluruh Komponen Berantas Atribut PKI

News | Rabu, 25 Mei 2016 | 02:00 WIB

Terkini

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

×