Pahit Getir Perjuangan Sopir Bajaj Menghidupi Sang Anak

Adhitya Himawan | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 29 September 2016 | 22:44 WIB
Pahit Getir Perjuangan Sopir Bajaj Menghidupi Sang Anak
Sopir bajaj Riwahyudin di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Tak disangka ternyata bajaj berwarna biru itu menjadi tempat perjuangan Riwahyudin (54), supir bajaj yang mangkal di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Lewat bajaj biru itulah Riwahyudin berjuang untuk menghidupi puteranya, Muhammad Irwan (11)  selama 10 tahun.
 
Pahit getir kehidupan ini telah ia jalani selama 10 tahun menghidupi sang putera seorang diri. 
 
Meski harus melalui panas dan hujan, Riwahyudin tetap menarik bajaj untuk membesarkan putera semata wayangnya usai ditinggalkan sang istri.
 
Sejak kepergian istrinya, dirinya tak punya pilihan lain membawa sang anak yang ketika itu berusia satu tahun untuk mencari nafkah.
 
"Semenjak istri nggak ada, orang tua nggak ada, tempat tinggal nggak ada, mau nggak mau saya bawa anak saya tinggal di bajaj dari umur satu tahun. Saya nggak mikir keadaan yang penting anak saya rawat," ujar Riwahyudin atau akrab disapa Iwai kepada Suara.com di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016)
 
Ia pun terpaksa membawa sang anak tinggal di dalam bajaj. Semua aktivitas dilakukan Iwai bersama sang putera dari mulai makan hingga istrirahat dihabiskan di dalam bajaj. Sementara kegiatan mandi cuci kakus (MCK), dilakukan di toilet umum ataupun toilet di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) terdekat.
 
"Saya sudah nggak punya rumah, istri saya kabur sama laki-laki lain dan sekarang sudah meninggal. Lalu orangtua tua meninggal, rumahnya pun sudah dijual, saya mau tinggal di mana. Saya cuma inget anak saya doank, siapa lagi yang mau rawat kalau bukan bapaknya," kenangnya.
 
Dibawa Keliling 
 
Selama umur satu tahun sampai umur 11 tahun ia membawa putranya berkeliling mencari nafkah 
 
Selama menarik bajaj, Iwai menaruh putranya di bangku tempat ia duduk, persis dibelakang dirinya duduk. Setelah besar, Amat pun tetap dibawa Iwai mencari nafkah, namun Amat yang sudah berumur 10 tahun tetap harus menekuk kakinya yang luasnya sekitar 1 meter untuk tidur di dalam bajaj.
 
Selama 10 tahun, bajaj tersebut menjadi tempat tidur keduanya di hiruk pikuk kota Jakarta.
 
Sejak Bayi Tak Dikasih Susu 
 
Tidak seperti bayi pada umumnya, sejak ditinggalkan ibunya usia satu tahun, Iwai tak pernah memberikan susu formula kepada sang putera. Ia hanya memberikan air gula obat sebagai pengganti susu. Pasalnya Iwai tak memilki uang cukup membelikan puteranya susu.
 
"Makan saja susah, apalagi beli susu harganya mahal. Jadi saya kasih air gula di dalam botol dot. Untungnya anaknya saya ketika itu nggak rewel saya kasih itu,"kata Iwai.
 
Ia merasa tak lelah merawat puteranya seorang diri. Menurutnya semata-mata dilakukan karena kecintaannya dengan sang buah hati yang kelak diharapkan menjadi orang sukses.
 
Banyak hal yang dirasakan Iwai selama merawat dan membesarkan puteranya seorang diri di dalam bajaj. Tak jarang ia mendapatkan cemohan dan orang-orang disekelilingnya karena membawa puteranya semabari bekerja. Namun ia tak menghiraukannya. Menurutnya yang terpenting bisa menjadikan putranya menjadi orang sukses di kemudian hari.
 
"Banyak sih yang ngomong, ngapain anak-anaknya dibawa-bawa kan kasian masih kecil. Saya cuma bilang, kalau saya kerja siapa yang mau jaga," tandas pria berambut gondrong.
 
Selain itu ketika membawa putranya banyak penumpang yang tiba-tiba mengurungkan niatnya karena ada puteranya di dalam. Tak hanya itu ia pun membawa bungkusan plastik baju-baju yang diletakkan dibelakang area duduk penumpang.
 
"Ada yang naik tiba-tiba nggak jadi, mungkin karena risih apa gimana saya nggak tahu. Tapi saya nggak fikirin. Menurut saya rezeki sudah ada yang ngatur," jelasnya.
 
Dapat Bantuan kontrakan Dari Relawan
 
Setelah hidup selama 10 tahun, kini Iwai dan Amat tak tinggal lagi di bajaj. Ia mendapatkan bantuan dari salah satu relawan organisasi buruh pendukung Joko Widodo. Keduanya tinggal di RT 01 RW 12 blok D113, keluarahann Tanah Tinggi Johar Baru.
 
"Alhamdulillah bersyukur, tiba-tiba ada relawan yang datang katanya relawannnya pak Jokowi. Dia datang langsung ngajakin saya cari kontrakan buat saya tinggal. Alhamdulillah nggak nyangka akhirnya anak saya bisa dapat tempat yang layak, karena biasanya kan tidurnya di bajaj," kata Iwai yang baru tinggal dua hari di kontrakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saran Buat Ayah yang 11 Tahun Tinggal di Bajaj Bersama Anak

Saran Buat Ayah yang 11 Tahun Tinggal di Bajaj Bersama Anak

News | Rabu, 28 September 2016 | 15:00 WIB

Bambu 1 Meter Tembus Dada, Sopir Ini Tetap Terjaga Selama Operasi

Bambu 1 Meter Tembus Dada, Sopir Ini Tetap Terjaga Selama Operasi

News | Minggu, 18 September 2016 | 18:47 WIB

Rizal Ramli Kritik Kemiskinan di Jakarta Akibat Pembangunan

Rizal Ramli Kritik Kemiskinan di Jakarta Akibat Pembangunan

News | Kamis, 15 September 2016 | 14:42 WIB

Djarot: Harus Samakan Persepsi untuk Stop Kemiskinan di Jakarta

Djarot: Harus Samakan Persepsi untuk Stop Kemiskinan di Jakarta

News | Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:54 WIB

PGN Gratiskan Bajaj Gas di Jakarta Selama Seminggu

PGN Gratiskan Bajaj Gas di Jakarta Selama Seminggu

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 16:13 WIB

Bagi Ahok, Bajaj Lewat Depan Istana Tidak Memalukan

Bagi Ahok, Bajaj Lewat Depan Istana Tidak Memalukan

News | Kamis, 21 Juli 2016 | 11:50 WIB

Harga Pangan Melonjak, Kemiskinan di Jakarta Naik

Harga Pangan Melonjak, Kemiskinan di Jakarta Naik

News | Senin, 18 Juli 2016 | 21:59 WIB

Jelang Mudik Lebaran, Kemenkes Periksa Kesehatan Sopir Bus

Jelang Mudik Lebaran, Kemenkes Periksa Kesehatan Sopir Bus

| Rabu, 08 Juni 2016 | 11:45 WIB

Di Kota Ini, Ada Sopir Bus yang Berangkat Kerja Pakai Lamborghini

Di Kota Ini, Ada Sopir Bus yang Berangkat Kerja Pakai Lamborghini

News | Rabu, 18 Mei 2016 | 17:23 WIB

Bajaj Discover 150F Bakal Berhenti Diproduksi

Bajaj Discover 150F Bakal Berhenti Diproduksi

Otomotif | Senin, 02 Mei 2016 | 11:05 WIB

Terkini

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:41 WIB

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:13 WIB

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:52 WIB

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:31 WIB

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB