Puluhan Tewas Akibat Gas Air Mata Pasukan Keamanan di Ethiopia

Dythia Novianty

Senin, 03 Oktober 2016 | 03:20 WIB
Puluhan Tewas Akibat Gas Air Mata Pasukan Keamanan di Ethiopia
Musibah kelaparan melanda warga di Ethiopia, Afrika. [Shutterstock]

Suara.com - Puluhan orang tewas di sebuah festival setelah pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke kerumunan dalam sebuah aksi protes politik dan memicu penyerbuan, Minggu (2/10/2016) waktu setempat. Pihak oposisi memperkirakan 100 orang tewas dalam kekacauan itu dan belum ada angka resmi seputar total korban meninggal.

Festival Irreecha Oromo Ethiopia berlangsung pada Oktober setiap tahun, pada akhir musim hujan, di sebuah danau suci di kota Bishoftu, sekitar 25 mil tenggara dari ibukota, Addis Ababa. Oromo, kelompok etnis terbesar Ethiopia, yang terbentuk sekitar sepertiga dari populasi.

Selama setahun terakhir telah memprotes marjinalisasi dan penyitaan tanah mereka untuk pabrik-pabrik. Peserta protes tahun ini lebih terang-terangan menyatakan protesnya.

"Saya sudah datang ke ini selama bertahun-tahun. Selalu ada nyanyian kecil, tapi belum pernah melihat sesuatu seperti ini. Itu benar-benar politik," kata seorang saksi mata yang melihat festival tersebut berubah menjadi kepanikan.

Perkiraan jumlah orang yang berbondong-bondong ke kota untuk festival lebih dari 2 juta orang, tapi mungkin ada sekitar 10.000 orang di lapangan menghadapi podium di mana tetua suku anti-pemerintah dan pemimpin partai yang memberikan pidato.

Pihak berwenang masih mengambil sikap toleran saat para peserta festival menyerukan lagu "kebebasan dan keadilan" dan mengutuk pemerintah serta partai politik Oromo dari Sabtu hingga Minggu pagi.

"Orang-orang mulai bergerak menuju podium. Aku mendengar suara bom gas air mata, dan aku melihat polisi melemparkan mereka di kerumunan juga," kata saksi.

Orang melarikan diri ke semak-semak di belakang lapangan, tetapi mereka masuk ke jurang yang dalam. Itu yang kemudian menyebabkan banyak meninggal, dan mereka bertumpukan satu sama lain karena panik.

"Saya melihat orang-orang berkabung di sana, beberapa mencoba menarik para korban. Saya melihat orang-orang mengatakan, 'Bantu aku keluar. Di bawah saya sejumlah orang masuk ke dalam lumpur," jelas saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Sementara itu, pemerintah mengeluarkan pernyataan atas insiden tersebut dan menggambarkannya sebagai "kekerasan yang direncanakan" dalam sebuah perayaan damai festival budaya.

"Beberapa pasukan terlihat mencoba untuk mengungkapkan pandangan dari kekuatan politik lain setelah mengontrol podium dan menyambar mikrofon," kata juru bicara dari pemerintah dan menjanjikan untuk membawa para pelaku bertanggung jawab ke pengadilan.

Ketua Oposisi Oromo Federalist Kongres, Merera Gudina mengatakan bahwa setidaknya 100 orang tewas dan masalah dimulai karena pemerintah mengambil alih acara dan menimbulkan kemarahan orang banyak.

"Pemerintah berusaha mengendalikannya, mencoba untuk mengambil alih acara. Ini akan menjadi salah satu hari tergelap dalam sejarah Oromo modern, di mana pemerintah menembak peluru tajam dan gas air mata, yang mengarah ke kekacauan seperti itu," katanya.

Ethiopia terdiri dari beberapa kelompok etnis yang berbeda. Sejak penggulingan rezim Marxis pada tahun 1991, pemerintah telah mengadopsi sistem federal seolah-olah memberikan masing-masing daerah etnis, pemerintahan sendiri. (Washinton Post)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pilot ke Kamar Kecil, Kopilot Kunci Kokpit dan Bajak Pesawat

Pilot ke Kamar Kecil, Kopilot Kunci Kokpit dan Bajak Pesawat

News | Senin, 17 Februari 2014 | 16:49 WIB

Polisi Jenewa Tahan Pembajak Pesawat Ethiopia Airlines

Polisi Jenewa Tahan Pembajak Pesawat Ethiopia Airlines

News | Senin, 17 Februari 2014 | 16:18 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×