Peserta TAFISA 2016 Asal Eropa Keluhkan Sepinya Pengunjung

Rizki Nurmansyah

Jum'at, 07 Oktober 2016 | 22:15 WIB
Peserta TAFISA 2016 Asal Eropa Keluhkan Sepinya Pengunjung
Seorang peserta TAFISA asal Eropa (kanan) mengajarkan anak sekolah dasar sebuah permainan [Syaiful Rachman/Suara.com]

Suara.com - Sejumlah peserta olahraga dan permainan tradisional dari negara-negara Eropa dalam Th 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 yang berlangsung di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, menilai tenda-tenda pameran mereka sepi kunjungan masyarakat.

"Kami ingin menampilkan permainan dari negara kami di sini sebagaimana kami telah tampil di Busan, Korea Selatan. Tapi, kami baru mengenalkan kepada tiga orang panitia karena di sini sepi pengunjung," ujar Presiden Federasi OINA Rumania Nicolae Dobre kepada Antara di Jakarta, Jumat (7/10/2016).

OINA merupakan olahraga tradisional asal negara Eropa Timur yang mirip permainan kasti atau sofbol.

Sebanyak tujuh dari 12 orang Rumania menggelar permainan pukul bola dengan dengan tongkat itu. Mereka mengajak sejumlah panitia TAFISA Games asal Indonesia serta dua orang peserta dari Portugal.

Meskipun sepi pengujung, Dobre mengaku senang karena lokasi penyelenggaraan TAFISA berada di Jakarta yang masih punya banyak pohon.

"Bagi saya, Indonesia itu menakjubkan dengan banyak budaya. Saya tadi sempat mencoba enggrang meskipun tidak semahir anak-anak di sini," ujarnya.

Peserta olahraga tradisional lain dari Belgia, Guido Van Alsenoy mengaku belum mengetahui jadwal tampil dalam arena pertunjukan olahraga tradisional TAFISA ke-6 itu.

"Kami berusaha mengenalkan permainan tradisional kami ini yang juga adalah olahraga dan olahraga bukan hanya cabang-cabang olimpiade," ujar Van Alsenoy yang juga Presiden Asosiasi Olahraga Tradisional Flandria Belgia.

Van Alsenoy mengikuti TAFISA bersama lima rekannya asal negara bagian Flandria Belgia. Mereka mengenalkan olahraga tradisional memanah vertikal atau memanah burung kakaktua.

Peserta olahraga tradisional asal Portugal Teresa Bento mengatakan orang-orang yang mencoba permainan tradisionalnya adalah sesama peserta seperti peserta dari Australia, Belgia, Rumania, Spanyol, dan Hungaria selain sejumlah panitia TAFISA Indonesia.

"Kami punya misi khusus karena Portugal akan menjadi tuan rumah TAFISA Games ke-7 pada 2020," kata Teresa.

Meskipun sejumlah negara menyampaikan pengunjung yang sepi, peserta asal Jerman, Peter Pfeuffe, mengaku tertarik untuk melihat budaya dan olahraga tradisional dari negara-negara lain.

Para peserta dari negara bagian Bavaria Jerman menampilkan olahraga tradisional yang merupakan modifikasi cabang senam dengan menggunakan roda besi bernama Rhoenrad. Mereka juga menampilkan kesenian tradisional berupa tarian cambuk bernama Goasslschnalzen.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengakui pengunjung yang sepi juga menjadi kekhawatirannya sejak persiapan TAFISA Games digelar di Ancol.

"Ancol adalah tempat rekreasi. Semua orang masuk ke sini sudah punya tujuan lokasi wisata. Promosi perlu ditambahkan dengan pemberian brosur di setiap gerbang masuk Ancol. Tapi, itu tidak dilakukan. Ini akan menjadi koreksi kami semua," ujar Menpora.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:49 WIB

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:48 WIB

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:41 WIB

Bahlil Sebut Negara Cuan Gede Jika Ekspor SDA Tak Transit

Bahlil Sebut Negara Cuan Gede Jika Ekspor SDA Tak Transit

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:40 WIB

Kalung Emas Direbut Jambret saat Jalan Pagi, Pria di Sawah Besar Terjatuh

Kalung Emas Direbut Jambret saat Jalan Pagi, Pria di Sawah Besar Terjatuh

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:39 WIB

Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital

Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 19:35 WIB

×