Suara.com - Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, pada hari Minggu (9/10/2016) menentang desakan dari berbagai pihak yang memintanya mundur dari pencalonan presiden. Desakan tersebut datang menyusul bermunculannya video lawas Trump, di mana dalam salah satunya, Trump melontarkan kata-kata vulgar tentang perempuan.
Trump, lewat Twitternya, mengatakan bahwa ia punya dukungan kuat dari banyak pihak, kecuali segelintir petinggi Partai Republik.
"Banyak sekali para hipokrit. Lihat saja jumlah poling mereka- dan pemilihan mereka - turun!" kicau Trump, yang sepertinya ditujukan kepada para anggota parlemen dari Partai Republik yang menarik dukungannya dari Trump, menyusul munculnya video lawas Trump dari tahun 2005.
Sedikitnya ada tiga anggota Kongres yang menarik dukungannya. Satu diantaranya adalah Jason Chaffetz dari Utah.
Video tersebut muncul pada hari Jumat, dua hari sebelum Trump dan Hillary akan menggelar debat kedua mereka. Trump, yang kala itu adalah seorang bintang reality show, terlihat dalam video menyampaikan pernyataan yang tak senonoh tentang meraba-raba perempuan, dan mencoba mendekati seorang perempuan bersuami.
Trump sebenarnya sudah meminta maaf melalui sebuah video, tak lama setelah video tersebut muncul.
"Saya sudah mengatakan beberapa hal-hal konyol," katanya dalam sebuah video yang direkam dan diunggah ke laman Facebooknya, Sabtu pagi.
"Namun ada perbedaan besar antara kata-kata tersebut dan tingkah laku orang lain. (Contohnya) Bill Clinton yang sebenarnya sudah melecehkan perempuan," ujar Trump.
Lawan Trump di pencalonan presiden, Hillary Clinton, juga angkat bicara menyusul kemunculan video lawas Trump.
"Kita tidak bisa membiarkan lelaki ini menjadi presiden," ujar Clinton. (Reuters/Metro)