Polisi Duga Pelaku Teror Petinggi Golkar Papua Pakai Bom Ikan

Yazir Farouk

Jum'at, 14 Oktober 2016 | 07:32 WIB
Polisi Duga Pelaku Teror Petinggi Golkar Papua Pakai Bom Ikan
Ilustrasi bom (Shutterstock).

Suara.com - Kepala Kepolisian Resor Jayapura Kota AKBP Marison Tober Hamonangan Sirait mengatakan pihak telah memeriksa dua orang saksi terkait aksi teror bom di rumah pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPD I Golkar Provinsi Papua Marthinus A Werimon di Jayapura, Papua.

"Selain saksi korban, Pak Marthinus Werimon, sekuriti salah satu perumahan juga sudah dimintai keterangan," kata Tober di Jayapura, Jumat (14/10/2016).

Menurut Tober, pihaknya belum bisa memastikan apakah aksi teror itu ada hubungannya dengan Pilkada Kota Jayapura. Sebab, penyidik masih mempelajari BAP dan keterangan para saksi.

"Belum, nanti kami lihat pengembangannya. Kalau kami sudah mendapatkan pelakunya, siapa dia, siapa yang menyuruh, nanti baru bisa simpulkan," ujarnya menegaskan.

Sementara ciri-ciri pelaku, kata Mantan Kapolres Keerom itu, akan disampaikan setelah punya bukti lengkap dan kuat, melalui penyidikan dan penyelidikan.

"Nanti kami sampaikan. Kalau ada info pengendara motor matic yang berboncengan, kan belum tentu juga sebagai pelakunya, mungkin pas dia lewat lalu bunyi, bisa juga. Nanti kami selidiki dulu, yah," katanya.

Kini, kata dia, jajaran di lapangan sedang bekerja keras untuk segera mengungkap kasus tersebut.

"Termasuk segera mengirimkan serpihan diduga bom itu ke Labfor, sehingga bisa tahu daya ledaknya seperti apa dan lainnya," kata Tober.

Sementara itu, Kasat Brimob Polda Papua Kombes Pol Mathius Fakihiri menduga bahwa serpihan bom yang ditemukan di depan rumah petinggi Golkar Papua berupa pipa dan berupa tali plastik. Bom jenis ini tak mempunyai daya ledak kuat.

"Kalau ada isian itu bisa (merusak), tapi kalau ini tidak ada isian. Ini hanya menggunakan daya untuk menakuti dengan media pipa, kalau ada isian pasti banyak yang jebol," katanya.

Mathius juga menduga bahwa bom itu sejenis 'dopis' atau bom ikan yang medianya dari kaca dan biasa digunakan oleh oknum-oknum nelayan di pesisir pantai Papua saat mencari ikan.

"Iya, sering digunakan sebagai bom ikan, kalau di Papua biasa disebut dopis. Kalau bom sebenarnya, punya daya ledak besar, ada isian dan merusak, kalau ini tidak," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Diminta Usut Teror Bom di Rumah Politisi Golkar di Papua

Polisi Diminta Usut Teror Bom di Rumah Politisi Golkar di Papua

News | Kamis, 13 Oktober 2016 | 11:59 WIB

Polisi Selidiki Terduga Pelaku Teror Bom di Rumah Politisi Golkar

Polisi Selidiki Terduga Pelaku Teror Bom di Rumah Politisi Golkar

News | Kamis, 13 Oktober 2016 | 09:19 WIB

Rumah Plt Sekretaris Golkar Papua Diteror Bom, Kaca Mobil Pecah

Rumah Plt Sekretaris Golkar Papua Diteror Bom, Kaca Mobil Pecah

News | Kamis, 13 Oktober 2016 | 07:03 WIB

183 Detonator Bom Hilang, Polisi Tingkatkan Kewaspadaan

183 Detonator Bom Hilang, Polisi Tingkatkan Kewaspadaan

News | Selasa, 11 Oktober 2016 | 07:56 WIB

Lima Ton Bom Mobil Meledak di Turki, 18 Tewas

Lima Ton Bom Mobil Meledak di Turki, 18 Tewas

News | Minggu, 09 Oktober 2016 | 20:54 WIB

Belasan Bom Rakitan Ditemukan Warga

Belasan Bom Rakitan Ditemukan Warga

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 00:43 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×