Gaya Baru Bandit Oplos Tabung Gas, Mereka Aksi di Tengah Hutan

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 21 Oktober 2016 | 19:35 WIB
Gaya Baru Bandit Oplos Tabung Gas, Mereka Aksi di Tengah Hutan
10 Tersangka kasus oplosan ribuan tabung gas di Jakarta, Jumat (21/10/2016). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Anggota Polda Metro Jaya membongkar kasus pengoplosan tabung gas ukuran tiga kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram di hutan karet Cisauk Rumpin yang merupakan daerah perbatasan Tangerang Selatan (Banten) dan Bogor (Jawa Barat). Sepuluh tersangka telah diamankan petugas.

"Lokasi pengoplosannya lima kilometer masuk ke dalam, jauh dari jalan utama dan dekat hutan karena jauh dari pemukiman masyarakat. Jalanan juga masih kecil," kata Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F. Kurniawan di Polda Metro Jaya, Jumat (21/10/2016).

Hendy mengatakan tersangka sengaja memiliki hutan agar aktivitas ilegal mereka tak terpantau masyarakat.

Menurut keterangan tersangka, kata Hendy, tujuan aktivitas tersebut untuk mendapatkan keuntungan melimpah.

"Dari tabung tiga kilogram subsidi seharga Rp20 ribu disuntikkan ke tabung 12 atau 50 kilogram. Kalau rekan-rekan bisa bandingkan harga ukuran tiga kilogram itu harganya Rp20 ribu, Kalau suntikan tanpa campuran cuma modal Rp80 ribu, tapi dijualnya Rp180 ribu," katanya.

Hendy menjelaskan kawanan itu telah memasarkan tabung gas oplosan selama tiga bulan terakhir. Lokasi peredaran tabung gas oplosan, antara lain di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Depok, Tangerang, dan Bogor.

"Setiap hari bisa 20 kendaraan yang memasarkan. Setiap kendaraan masing-masing 60 tabung gas," kata dia.

Hendy mengatakan sampai saat ini belum ketahuan berapa kerugian yang ditanggung negara akibat ulah para bandit.

"Kerugian belum bisa kita hitung, harus koordinasi dengan pihak Pertamina. Kita harus tahu persis berapa yang mereka produksi, berapa yang mereka beli dari tabung tiga kilogram per harinya, dan berapa yang mereka jual ke pasaran. Dan itu nggak bisa dihitung dalam waktu sehari," katanya.

Untuk mendalami kasus tersebut, penyidik akan bekerjasama dengan Pertamina, terutama terkait adanya dugaan campuran air dalam praktik pengoplosan.

"Laporan awal ada pencampuran air. Tapi nanti yang udah terisi kita tanyakan ke ahli, dalam hal ini pihak Pertamina," katanya.

Hendy mengatakan penyidik juga akan meminta keterangan agen-agen resmi yang diduga ikut bermain.

"Kita dalami kalau ada perusahaan-perusahaan di balik ini, termasuk soal pemodalan. Kita juga telusuri distributor resmi yang sengaja nggak jual tabung subsidi ukuran tiga kilogram," katanya.

Dari kasus tersebut, polisi menyita sebanyak 2.600 tabung gas berbagai, dua karung berisi selang gas berjumlah 152 buah, satu timbangan, dan satu buah gancu.

Selain itu, polisi juga menyita 24 kendaraan yang digunakan untuk mengangkut tabung gas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

×