Pro Kontra Mahasiswa Jakarta Soal Demo 4 November

Siswanto | Suara.com

Kamis, 03 November 2016 | 11:21 WIB
Pro Kontra Mahasiswa Jakarta Soal Demo 4 November
Massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) lain melakukan aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/10/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Apa pendapat para mahasiswa Jakarta tentang rencana demonstrasi organisasi keagamaan pada Jumat (4/11/2016). Isu yang diangkat ormas Islam dalam aksi besok yaitu proses hukum terhadap Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan penistaan agama.

"Nggak setuju, karena itu kan bisa mengancam keamanan negara terus demo ini kan kayak mengangkat isu yang seharusnya nggak perlu dibahas. Ini semua juga kan berawal dari kesalahpahaman kalau menurut saya," kata Rima (20), mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Trisakti.

Rima menambahkan untuk merespon kasus tersebut seharusnya tidak perlu memakai cara demonstrasi.

"Kan bisa gitu ya kalau diselesaikan secara kekeluargaan saja nggak usah sampai demo seperti itu," katanya.

Rima memastikan tidak akan ikut-ikutan demonstrasi.

"Ya nggaklah, buat apa, bikin macet, nggak logis saja gitu karena kasus kayak gitu sampai demo," tutur Rima.

Rima curiga aksi massa tersebut telah ditunggangi kepentingan politik, apalagi menjelang pilkada Jakarta.

"Ini sih kayaknya untuk kepentingan politik ya, soalnya kalau teroris sih nggak mungkin juga karena ini terkait kasusnya Pak Ahok kan," katanya.

Dengan adanya pengerahan massa, apalagi dari berbagai daerah, untuk datang ke Jakarta, Risma khawatir akan memicu kerusuhan.

"Iya, soalnya kan massa yang berdemo banyak banget dan pada saat berdemo takutnya mereka tidak mengikuti peraturan yang berlaku. Dari demo-demo yang sebelumnya mereka lakukan juga selalu berakhir dengan bentrok kan," kata Rima.

Hal senada juga diungkapkan Fitri Anissa (22), mahasiswa Bina Sarana Informatika Salemba.

"Saya pribadi sih kurang setuju ya, soalnya kan kalau demo gitu jadi banyak merugikan masyarakat, macet gitu-gitu," kata Fitri.

Walaupun yang demo adalah ormas Islam dan didukung banyak orang, Rima enggan ikut-ikutan.

"Nggak ada niatan ikut demo-demo gitu saya, sebelumnya juga nggak pernah ikut demo apapun. Pasti udah banyak juga kan yang ikut," katanya.

Ketika ditanya apakah aksi demonstrasi dengan nuansa agama bisa menimbulkan perpecahan sesama umat beragama, Fitri mengatakan tidak. Pasalnya, menurut dia, demo besok bukan murni penegakan agama.

"Ah nggak sih menurut saya, demo itu kan bukan untuk urusan agama seutuhnya. Yang penting Ahok dihukum gitu aja kan," ujar Fitri.

Fitri berharap aksi ormas Islam, seperti Front Pembela Islam, berlangsung damai.

"Opini masyarakat banyak emang yang bilang demo itu termasuk aksi teror, cuma kan mereka pembela Islam, masa iya neror umat sendiri, istilahnya gitu," tuturnya.

Fitri mengaku punya kekhawatiran dengan demonstrasi 4 November.

"Ya takut sih, soalnya kan yang udah-udah setiap demo besar-besaran gitu pasti ada aja kerusuhan, tapi semoga saja nggak ada ya," ujar Fitri.

M. Yusuf (20), mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta, punya pendapat berbeda.

Dia setuju dengan aksi 4 November. Menurutnya aksi tersebut untuk membela agama dan sudah seharusnya umat muslim mendukung.

"Setuju, karena pada awalnya orang yang memimpin adanya demo ini kan orang yang mengerti agama jadi apa salahnya jika kita membela. Kalau yang menentang kasus penistaan agama ini tidak mengerti agama, tidak mungkin mereka akan mempermasalahkan sampai segininya," kata Yusuf.

Ketika ditanya apakah akan bergabung dengan ormas Islam untuk turun ke jalan, Yusuf mengatakan kemungkinan tidak karena pasti tidak diizinkan orangtua.

"Ada niat sih, cuma kan saya nggak bisa ikut karena pasti nggak dibolehin sama orang tua ikut-ikut demo gitu," ujarnya.

Yusuf meyakini demonstrasi 4 November tidak akan menimbulkan perpecahan sesama umat beragama.

"Kalau pecah nggak, karena pemahamannya kita membela agama kita, toh jadi nggak bikin pecah karena aksi yang dilakukan tanggal 4. Itu kan hanya aksi menuntut agar Pak Ahok diproses secara hukum," kata Yusuf.

Menurut Yusuf tujuan demo tersebut murni untuk mendorong penegakan hukum terhadap kasus Ahok, bukan motif politik, apalagi teror.

"Nggak ada kepentingan politik dan teroris sih kayaknya, kembali lagi kan karena aksi itu untuk tujuannya agar Pak Ahok dipenjarakan bukan yang lain-lain," katanya. (Indriana Shinta Tamara)

BERITA MENARIK LAINNYA:

Usai Diusir Massa, Ahok: Kalau Begini Kasihan Warga Jadi Takut

Warga Beringas yang Kejar Ahok, Pukul Ketua RT sampai Masuk RS

PKL Janji Dukung Asalkan Bebas Jualan di Kota Tua, Apa Kata Agus?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?

Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?

Entertainment | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:36 WIB

Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan

Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan

Lifestyle | Kamis, 27 Maret 2025 | 16:36 WIB

Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!

Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!

Kotak Suara | Sabtu, 07 Desember 2024 | 19:27 WIB

Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik

Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik

Video | Rabu, 27 November 2024 | 16:00 WIB

Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada

Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada

Kotak Suara | Minggu, 24 November 2024 | 16:10 WIB

Masa Tenang Pilkada DKI: Bawaslu Incar Pelaku Politik Uang Hingga Gang-gang Sempit!

Masa Tenang Pilkada DKI: Bawaslu Incar Pelaku Politik Uang Hingga Gang-gang Sempit!

Kotak Suara | Minggu, 24 November 2024 | 14:47 WIB

Endorse Prabowo ke RK Masih Abu-abu, Ini 'Daerah Kekuasaan' Anies-Ahok buat Menangkan Pramono di Jakarta

Endorse Prabowo ke RK Masih Abu-abu, Ini 'Daerah Kekuasaan' Anies-Ahok buat Menangkan Pramono di Jakarta

Kotak Suara | Minggu, 17 November 2024 | 14:46 WIB

Pj Gubernur Teguh Pastikan Komitmen Sukseskan Pilkada Damai dan Tertib

Pj Gubernur Teguh Pastikan Komitmen Sukseskan Pilkada Damai dan Tertib

Foto | Kamis, 14 November 2024 | 12:58 WIB

Makan Masakan Padang Bareng Prabowo, Ridwan Kamil Dapat Wejangan Khusus Pilkada DKI

Makan Masakan Padang Bareng Prabowo, Ridwan Kamil Dapat Wejangan Khusus Pilkada DKI

Kotak Suara | Kamis, 31 Oktober 2024 | 22:25 WIB

Pengalaman 10 Tahun Jadi Anak Buah Jokowi, Pramono Nyatakan Siap Diserang di Debat Kedua Malam Ini

Pengalaman 10 Tahun Jadi Anak Buah Jokowi, Pramono Nyatakan Siap Diserang di Debat Kedua Malam Ini

Kotak Suara | Minggu, 27 Oktober 2024 | 18:57 WIB

Terkini

Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah

Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah

News | Senin, 20 April 2026 | 06:29 WIB

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

News | Minggu, 19 April 2026 | 23:08 WIB

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:22 WIB

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:13 WIB

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB