Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta semua pihak untuk tidak mencampur-adukkan masalah agama dengan politik..
Hal ini disampaikan dalam silaturahim bela negara dengan sejumlah ulama dan tokoh agama di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (11/11/2016).
"Saya minta jangan campur adukkan agama dengan politik. Agama pasti benar, karena dari Allah, tapi politik ada yang bener banyak, tapi banyak yang nggak bener. Yang nggak bener ini bermain-bermain. Aneh juga gampang dikalahkan dengan yang nggak benar," ujar Ryamizard dalam sambutannya.
Maka dari itu, Ryamizard juga menegaskan semua pihak untuk tidak mencampur-adukan antar agama dan poltik.
"Politik pemikiran manusia berdasarkan asumsi persepsi kepentingan, bisa benar bisa salah. Sebagai agama yang rahmatan lil alamin Islam harus bisa meluruskan kebijakan politik kita yang nggak sesuai," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menghimbau para ulama dan ustad untuk menyampaikan kebenaran berdasarkan perintah Allah di dalam Al Quran.
"Yang nggak bener harus dibenerin dengan agama mestinya. Saya minta ustad, ulama yang ceramah di televisi harus sampaikan ini. Yang baik katakan baik, yang salah ya salah. Bagaimana masalah radikal bilang aja nggak baik, karena di Al-Quran ,mana ada bunuh diri bunuh orang masuk surga. Nanti orang- berduyun-duyun," tuturnya.
Dalam acara tersebut hadir pula anggota Dewan Pertimbangan Presiden Hasyim Muzadi, Ketua PBNU Bidang Dakwah Abdul Manan Ghani dan sejumlah ulama lainnya.